Pemadaman listrik bergilir menjalar dari Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir. Gangguan ini bukan cuma mematikan lampu rumah. Ia menghambat transaksi, mengganggu usaha kecil, menekan layanan publik, dan memperlihatkan rapuhnya cadangan listrik di pulau dengan konsumsi energi terbesar di Indonesia.
Tabooo.id: PT PLN (Persero) mengakui dua masalah datang bersamaan. Pasokan batu bara berkalori menengah tersendat karena cadangan Listrik Hilang, Sementara dua pembangkit listrik tenaga uap besar milik produsen listrik swasta atau independent power producer keluar dari sistem kelistrikan Jawa akibat gangguan teknis hal inilah yang menyebabkan cadangan listrik hilang.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo meminta maaf kepada masyarakat atas pemadaman bergilir tersebut.
“Pertama-tama kami atas nama PT PLN (Persero) ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini,” kata Darmawan dalam video yang diunggah akun Instagram PLN, Sabtu, 20/06/2026.
PLN menyebut gangguan pasokan medium range coal ikut menekan kemampuan pembangkit. Di saat yang sama, dua PLTU besar milik IPP tidak dapat beroperasi sementara. Kombinasi dua gangguan itu membuat ruang cadangan sistem menyempit.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan sistem kelistrikan Jawa masih berjalan. Namun, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas dan terukur untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.
“Namun demikian, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah,” ujar Gregorius dalam keterangan resmi, Jumat, 19/06/2026.
Dari Semarang hingga Bekasi, Aktivitas Warga Ikut Tersendat
Pemadaman tercatat terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Daerah terdampak meliputi Demak, Semarang, Solo, Bekasi, Bandung, Surabaya, Pasuruan, Sidoarjo, hingga Gresik.
Di Bekasi, pemadaman mulai terasa sejak Jumat pagi di beberapa wilayah layanan PLN. PLN menyebut penurunan kapasitas suplai dari pembangkit menjadi penyebabnya.
Humas PLN UP3 Bekasi Rahmat Hidayat mengatakan pemulihan bergantung pada penanganan teknis yang masih berlangsung.
“Estimasi waktu pemulihan dapat berubah menyesuaikan kondisi teknis di lapangan,” kata Rahmat.
Di Semarang, dampaknya langsung menyentuh aktivitas ekonomi harian. Sebuah minimarket di kawasan Pleburan sempat tidak bisa melayani transaksi karena mesin kasir mati. Pembeli tanpa uang tunai memilih pulang. Sementara pelanggan lain menggunakan senter telepon genggam untuk memilih barang.
“Lumayan sering mati listrik minggu ini, sudah beberapa kali,” ujar Asih, petugas kasir minimarket di kawasan Pleburan, Kamis, 18/06/2026.
ESDM Turun Tangan, PLN Kejar Pasokan Batu Bara
Darmawan menyebut PLN berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara.
PLN juga mempercepat kontrak dengan pemasok batu bara yang mendapat penugasan pemerintah. Perseroan berharap pasokan batu bara berkalori menengah segera mengalir ke PLTU PLN dan PLTU milik IPP di seluruh Jawa.
“Saat ini proses penyaluran medium range coal mulai mengalir pada PLTU di se-antero Pulau Jawa, baik PLTU milik PLN maupun milik mitra kami,” ujar Darmawan.
PLN mengaku mengoptimalkan pembangkit lain dan mengatur operasi sistem untuk mempercepat pemulihan. Perseroan menjanjikan penghentian manajemen beban secara bertahap setelah kondisi pasokan membaik.
Bukan Sekadar Lampu Padam, Ini Alarm Cadangan Energi
Masalahnya tidak berhenti pada dua PLTU yang terganggu atau satu jenis batu bara yang terlambat mengalir. Pemadaman lintas provinsi memperlihatkan satu fakta: ketika beberapa titik pasokan bermasalah secara bersamaan, sistem listrik Jawa langsung kehilangan ruang bernapas.
Ini bukan sekadar kejadian teknis. Ini pola ketergantungan sistem kelistrikan pada rantai pasok batu bara, keandalan pembangkit besar, dan koordinasi cepat antara negara, PLN, serta pelaku industri.
Bagi warga, listrik bukan fasilitas tambahan. Listrik menghidupkan pompa air, ruang kelas, alat kesehatan, transportasi, mesin usaha, jaringan komunikasi, sampai kasir minimarket. Ketika listrik mati berjam-jam, biaya gangguan itu jatuh ke rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang paling sulit menyiapkan cadangan.
PLN menyatakan timnya bekerja siang dan malam untuk memulihkan sistem.
“Kami bekerja all out siang dan malam agar semua gangguan ini bisa segera terselesaikan,” kata Darmawan.
Jawa kini menunggu pemulihan. Namun, publik juga berhak mendapat jawaban yang lebih tegas seberapa besar cadangan listrik yang sebenarnya tersedia ketika pasokan batu bara dan pembangkit besar bermasalah dalam waktu bersamaan?
Listrik Menyala, Cadangan Dipertanyakan
PLN memang menjanjikan pemulihan bertahap. Pasokan batu bara mulai mengalir dan pembangkit lain dikerahkan untuk menutup kekurangan daya. Namun, pemadaman bergilir yang menjangkau sejumlah wilayah di Jawa membuka pertanyaan yang lebih besar mengapa gangguan pada dua pembangkit dan pasokan batu bara bisa langsung mengguncang layanan listrik untuk jutaan warga?. @teguh







