Shell Diesel akhirnya kembali muncul di sejumlah SPBU setelah sempat langka dalam beberapa pekan terakhir. Namun kembalinya BBM diesel premium itu datang di tengah harga solar yang sedang melonjak, membuat rasa lega publik bercampur dengan kekhawatiran baru soal biaya hidup dan ketahanan energi.
Tabooo.id: Reality – Setelah sempat menghilang dari sejumlah SPBU, Shell V-Power Diesel akhirnya mulai kembali tersedia di beberapa wilayah Indonesia. Namun comeback ini datang di momen yang tidak sederhana: harga solar justru sedang tinggi-tingginya.
Per Minggu (10/5/2026), harga Shell V-Power Diesel di Jabodetabek tercatat mencapai Rp30.890 per liter. Angka yang bagi banyak pengguna kendaraan diesel terasa seperti alarm baru di tengah biaya hidup yang terus naik.
Kabar kembalinya BBM diesel itu diumumkan langsung oleh Shell Indonesia melalui akun Instagram resminya.
“Terima kasih sudah setia menanti. Shell V-Power Diesel mulai tersedia kembali secara bertahap di SPBU Shell,” tulis Shell.
Sempat Hilang, Kini Kembali Perlahan
Beberapa waktu terakhir, pengguna kendaraan diesel premium sempat dibuat kebingungan karena stok Shell V-Power Diesel menghilang di berbagai daerah.
Kini, berdasarkan laman resmi Shell Indonesia, stok mulai kembali muncul di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Sumatera Utara.
Namun kondisi belum sepenuhnya normal. Produk lain seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ masih belum tersedia di sejumlah SPBU.
Shell menyebut distribusi dilakukan secara bertahap sambil memastikan layanan lain seperti Shell Select, deli2go, bengkel SPBU, hingga Shell Recharge tetap berjalan.
Harga Naik, Ketergantungan Terlihat
Masalahnya bukan cuma soal BBM yang sempat kosong. Momen ini memperlihatkan sesuatu yang lebih besar: betapa rapuhnya rantai pasok energi di Indonesia.
Sebelumnya, Shell mengaku masih berkoordinasi dengan pemerintah terkait proses rekomendasi impor BBM tahun 2026. Artinya, distribusi energi nasional masih sangat bergantung pada izin, impor, dan rantai pasok global yang mudah terguncang.
Ironisnya, di saat publik akhirnya bisa menemukan solar lagi, mereka justru harus menghadapi harga yang makin tinggi.
Ini seperti diberi napas tambahan, tapi dengan biaya yang lebih mahal.
Ini Bukan Sekadar Shell Kembali Jual Solar
Kembalinya Shell memang memberi sedikit rasa lega bagi pengguna kendaraan diesel modern. Tapi di balik itu, ada pertanyaan yang lebih mengganggu:
Kenapa urusan energi di negara besar masih terasa begitu gampang goyah?
Karena ketika satu produk BBM hilang beberapa minggu saja, kepanikan langsung muncul. Dan ketika stok kembali, publik harus menerima harga yang makin berat.
Ini bukan sekadar Shell kembali hadir. Ini cermin bahwa energi sudah lama bukan cuma soal bahan bakar tapi soal daya tahan ekonomi masyarakat sehari-hari.@eko





