Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membongkar dugaan korupsi di sektor strategis. Kali ini, enam orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menegaskan, status tersangka ditetapkan setelah penyidik mengantongi kecukupan alat bukti.
“Berdasarkan kecukupan alat bukti dalam dugaan tindak pidana korupsi suap dan penerimaan lainnya di lingkungan Dirjen Bea dan Cukai tersebut, maka KPK menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan serta menetapkan enam orang sebagai tersangka,” ujar Asep dalam jumpa pers, Kamis (5/2/2026).
Pejabat dan Pengusaha Satu Meja
Tiga tersangka berasal dari internal Bea Cukai, Rizal (RZL), Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024-Januari 2026, Sisprian Subiaksono (SIS), Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC, Orlando Hamonang (ORL), Kepala Seksi Intelijen DJBC
Sementara dari pihak swasta, KPK menetapkan, John Field (JF), pemilik PT Blueray, Andri (AND), Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray, Dedy Kurniawan, Manajer Operasional PT Blueray.
Kasus ini menegaskan dugaan kuat adanya kolusi antara aparat pengawas dan pelaku usaha, di sektor yang seharusnya menjadi benteng masuknya barang ke Indonesia.
Lima Ditahan, Satu Kabur
KPK langsung menahan lima tersangka untuk 20 hari pertama, terhitung 5 hingga 24 Februari 2026, di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK. Namun satu nama, John Field, justru melarikan diri saat operasi.
KPK memastikan akan menerbitkan permohonan pencegahan ke luar negeri (cekal) dan meminta JF kooperatif menghadapi proses hukum.
Harga dan Kepercayaan
Praktik korupsi di sektor impor bukan sekadar soal suap. Dampaknya merembet ke mana-mana, harga barang bisa melonjak, persaingan usaha jadi timpang, dan negara kehilangan potensi penerimaan. Yang diuntungkan hanya segelintir oknum dan perusahaan tertentu. Yang dirugikan? Konsumen dan pelaku usaha yang patuh aturan.
Dari Gerbang Impor ke Meja Suap, Siapa Benar Benar Bersih?
Jika gerbang impor bisa dibuka dengan amplop, lalu apa bedanya pengawasan dengan formalitas belaka? Publik kini menunggu, apakah kasus ini benar-benar membersihkan Bea Cukai, atau sekadar menukar satu daftar nama dengan daftar tersangka baru. @yudi







