Korupsi Madiun kembali jadi sorotan. Setelah operasi tangkap tangan (OTT) menjerat Wali Kota nonaktif Maidi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini mulai memeriksa lingkar pejabat aktif Pemerintah Kota Madiun.
Tabooo.id: Madiun – Senin ini, penyidik KPK memeriksa Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Madiun sekaligus Wakil Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi tersebut.
KPK tidak berhenti pada satu nama. Penyidik juga memeriksa Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Madiun Agus Mursidi, serta Sekretaris Dinas PUPR Kota Madiun Agus Tri Tjahjanto yang sebelumnya memimpin Dinas Lingkungan Hidup.
“Ketiganya sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK, dan saat ini penyidik sedang memeriksa mereka,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Senin (11/05/26).
KPK Mulai Periksa Lingkar Dalam Pemkot Madiun
Kasus ini bermula dari OTT KPK pada 19 Januari 2026. Saat itu, penyidik mengamankan Maidi karena dugaan penerimaan imbalan proyek dan dana CSR di Kota Madiun.
Sehari setelah OTT, KPK menetapkan tiga tersangka. Mereka ialah Maidi, orang kepercayaannya Rochim Ruhdiyanto, serta Kepala Dinas PUPR Kota Madiun Thariq Megah.
OTT Madiun dan Dua Klaster Dugaan Korupsi
KPK membagi perkara ini ke dalam dua klaster besar.
Klaster pertama berkaitan dengan dugaan pemerasan dan penerimaan imbalan proyek serta dana CSR. Dalam klaster ini, KPK menetapkan Maidi dan Rochim Ruhdiyanto sebagai tersangka.
Klaster kedua berkaitan dengan dugaan penerimaan gratifikasi. Dalam perkara ini, KPK menjerat Maidi dan Thariq Megah.
Dari Dana CSR Sampai Dugaan Gratifikasi
Masalahnya bukan cuma soal uang proyek. Kasus seperti ini selalu memunculkan pertanyaan yang lebih besar: seberapa dalam budaya “jatah proyek” sudah dianggap normal di pemerintahan daerah?
Dana CSR yang seharusnya punya nilai sosial kini justru masuk radar dugaan korupsi. Ketika penyidik mulai memeriksa pejabat aktif satu per satu, publik tentu bertanya: apakah ini hanya ulah oknum, atau pola lama yang terus berulang?
Publik Bertanya: Oknum atau Sistem?
Korupsi daerah jarang lahir dari satu orang saja. Praktik itu tumbuh dalam sistem yang terlalu lama merasa aman.@eko





