Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

by Tabooo
Mei 10, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Film Pesta Babi kembali dibubarkan. Kali ini terjadi di Ternate, Maluku Utara. Aparat TNI menghentikan kegiatan nonton bareng dan diskusi film tersebut karena mereka menilai acara itu memicu penolakan dan dianggap provokatif. Pembubaran itu kemudian memicu kritik dari Aliansi Jurnalis Independen Ternate yang menilai tindakan aparat mengancam kebebasan berekspresi dan ruang demokrasi warga.

Tabooo.id: Ternate – Film dokumenter Pesta Babi kembali memicu kontroversi setelah aparat TNI membubarkan kegiatan nonton bareng dan diskusi di Kota Ternate. Aparat menilai kegiatan itu menuai penolakan dan memicu kesan provokatif di tengah masyarakat. Panitia menggelar acara tersebut di Pendopo Benteng Oranje, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, Jumat (8/5/2026) malam.

Society of Indonesian Environmental Journalist Maluku Utara bersama Aliansi Jurnalis Independen Kota Ternate menjadi penyelenggara kegiatan nobar dan diskusi itu.

TNI Nilai Film Pesta Babi Bersifat Provokatif

Komandan Kodim 1501/Ternate, Jani Setiadi, mengatakan pihaknya mulai memantau kegiatan tersebut sejak informasi acara beredar di media sosial.

“Kami memonitor kegiatan ini. Kemudian keberadaan kegiatan ini, kami melihat di media sosial, banyaknya penolakan akan kegiatan film ini, karena banyak yang menilai ini bersifat provokatif dari judulnya,” ujar Jani, Sabtu (9/5).

Ia menegaskan penilaian negatif terhadap film tersebut bukan berasal dari pendapat pribadi aparat.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

“Ini bukan pendapat pribadi saya. Tapi jika tidak percaya, akan saya tunjukkan, banyak yang sifat provokatif menurut masyarakat, menurut di media sosial,” ujarnya.

Menurut Jani, aparat menghentikan nobar tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap potensi konflik sosial di Maluku Utara. Mereka menilai isu SARA cukup sensitif di Maluku Utara.

Meski menghentikan pemutaran film, aparat tetap memperbolehkan penyelenggara melanjutkan agenda diskusi.

AJI Ternate Kritik Pembubaran

Pembubaran itu langsung mendapat kritik dari Aliansi Jurnalis Independen Ternate. Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar, menilai tindakan aparat bertentangan dengan prinsip kebebasan berekspresi dan hak masyarakat memperoleh informasi.

“Ini bukan sekadar pembubaran nobar film, tapi bentuk nyata intimidasi terhadap ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi warga. Aparat tidak seharusnya menjadi pihak yang menentukan karya apa yang boleh atau tidak boleh ditonton masyarakat,” tegas Yunita.

Yunita juga menyoroti kehadiran aparat sejak awal acara berlangsung. Menurutnya, tindakan aparat yang mendokumentasikan panitia dan peserta memunculkan tekanan psikologis di lokasi kegiatan.

Ia menilai alasan potensi konflik tidak cukup kuat untuk membenarkan pembubaran acara karena kegiatan berlangsung aman dan tidak mengandung unsur provokasi.

“Kalau setiap karya kritis dianggap ancaman lalu dibungkam, maka demokrasi sedang berada dalam situasi berbahaya. Negara tidak boleh takut terhadap diskusi dan film dokumenter,” ujar Yunita.

Film yang Terus Memicu Polemik

Film dokumenter Pesta Babi merupakan hasil kolaborasi Watchdoc, Media Jubi, Greenpeace Indonesia, Pusaka Bentala Rakyat, dan Ekspedisi Indonesia Baru.

Dokumenter tersebut mengangkat isu deforestasi, proyek strategis nasional di Papua, serta dampaknya terhadap masyarakat adat dan lingkungan. Film itu juga menyoroti dugaan keterlibatan militer dalam agenda pembangunan negara di Papua Selatan.

Sebelumnya, pemutaran film yang sama juga memicu polemik di sejumlah daerah dan kampus, termasuk di Universitas Mataram dan beberapa ruang diskusi publik lainnya.

Kini, kontroversi film Pesta Babi bukan lagi hanya soal isi dokumenter.

Tetapi juga tentang siapa yang berhak menentukan sesuatu boleh diputar atau tidak di ruang publik Indonesia. @tabooo

Tags: Demokrasi IndonesiaDhandy Dwi LaksonoFilm Pesta BabiKebebasan BerekspresiNewsPapua SelatanTNI

Kamu Melewatkan Ini

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan sampai Media Dijinakkan: Ada Apa dengan Demokrasi Kita?

Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan, Ada Apa dengan Demokrasi Kita?

by dimas
Mei 12, 2026

Pembubaran pemutaran film Pesta Babi memantik pertanyaan besar tentang kebebasan berekspresi, menyempitnya ruang sipil, dan cara negara mengontrol narasi publik...

Perempuan Pembela HAM: Demokrasi Butuh Mereka, Kekuasaan Takut Suara Mereka

Perempuan Pembela HAM: Demokrasi Butuh Mereka, Kekuasaan Takut Suara Mereka

by dimas
Mei 12, 2026

Perempuan pembela HAM menjadi garda depan demokrasi dan perlindungan masyarakat rentan. Namun kriminalisasi dan pembungkaman masih terus terjadi. Di tengah...

Next Post
Food Estate Papua: Strategi Ketahanan Pangan atau Awal Kehilangan Hutan?

Food Estate Papua: Strategi Ketahanan Pangan atau Awal Kehilangan Hutan?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id