Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

by Tabooo
Mei 15, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Film Pesta Babi kembali dibubarkan. Kali ini terjadi di Ternate, Maluku Utara. Aparat TNI menghentikan kegiatan nonton bareng dan diskusi film tersebut karena mereka menilai acara itu memicu penolakan dan dianggap provokatif. Pembubaran itu kemudian memicu kritik dari Aliansi Jurnalis Independen Ternate yang menilai tindakan aparat mengancam kebebasan berekspresi dan ruang demokrasi warga.

Tabooo.id: Ternate – Film dokumenter Pesta Babi kembali memicu kontroversi setelah aparat TNI membubarkan kegiatan nonton bareng dan diskusi di Kota Ternate. Aparat menilai kegiatan itu menuai penolakan dan memicu kesan provokatif di tengah masyarakat. Panitia menggelar acara tersebut di Pendopo Benteng Oranje, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, Jumat (8/5/2026) malam.

Society of Indonesian Environmental Journalist Maluku Utara bersama Aliansi Jurnalis Independen Kota Ternate menjadi penyelenggara kegiatan nobar dan diskusi itu.

TNI Nilai Film Pesta Babi Bersifat Provokatif

Komandan Kodim 1501/Ternate, Jani Setiadi, mengatakan pihaknya mulai memantau kegiatan tersebut sejak informasi acara beredar di media sosial.

“Kami memonitor kegiatan ini. Kemudian keberadaan kegiatan ini, kami melihat di media sosial, banyaknya penolakan akan kegiatan film ini, karena banyak yang menilai ini bersifat provokatif dari judulnya,” ujar Jani, Sabtu (9/5).

Ia menegaskan penilaian negatif terhadap film tersebut bukan berasal dari pendapat pribadi aparat.

Ini Belum Selesai

Starbucks Global Pangkas Gerai, Lalu Indonesia?

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran di DPRD DIY Diwarnai Kericuhan

“Ini bukan pendapat pribadi saya. Tapi jika tidak percaya, akan saya tunjukkan, banyak yang sifat provokatif menurut masyarakat, menurut di media sosial,” ujarnya.

Menurut Jani, aparat menghentikan nobar tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap potensi konflik sosial di Maluku Utara. Mereka menilai isu SARA cukup sensitif di Maluku Utara.

Meski menghentikan pemutaran film, aparat tetap memperbolehkan penyelenggara melanjutkan agenda diskusi.

AJI Ternate Kritik Pembubaran

Pembubaran itu langsung mendapat kritik dari Aliansi Jurnalis Independen Ternate. Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar, menilai tindakan aparat bertentangan dengan prinsip kebebasan berekspresi dan hak masyarakat memperoleh informasi.

“Ini bukan sekadar pembubaran nobar film, tapi bentuk nyata intimidasi terhadap ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi warga. Aparat tidak seharusnya menjadi pihak yang menentukan karya apa yang boleh atau tidak boleh ditonton masyarakat,” tegas Yunita.

Yunita juga menyoroti kehadiran aparat sejak awal acara berlangsung. Menurutnya, tindakan aparat yang mendokumentasikan panitia dan peserta memunculkan tekanan psikologis di lokasi kegiatan.

Ia menilai alasan potensi konflik tidak cukup kuat untuk membenarkan pembubaran acara karena kegiatan berlangsung aman dan tidak mengandung unsur provokasi.

“Kalau setiap karya kritis dianggap ancaman lalu dibungkam, maka demokrasi sedang berada dalam situasi berbahaya. Negara tidak boleh takut terhadap diskusi dan film dokumenter,” ujar Yunita.

Film yang Terus Memicu Polemik

Film dokumenter Pesta Babi merupakan hasil kolaborasi Watchdoc, Media Jubi, Greenpeace Indonesia, Pusaka Bentala Rakyat, dan Ekspedisi Indonesia Baru.

Dokumenter tersebut mengangkat isu deforestasi, proyek strategis nasional di Papua, serta dampaknya terhadap masyarakat adat dan lingkungan. Film itu juga menyoroti dugaan keterlibatan militer dalam agenda pembangunan negara di Papua Selatan.

Sebelumnya, pemutaran film yang sama juga memicu polemik di sejumlah daerah dan kampus, termasuk di Universitas Mataram dan beberapa ruang diskusi publik lainnya.

Kini, kontroversi film Pesta Babi bukan lagi hanya soal isi dokumenter.

Tetapi juga tentang siapa yang berhak menentukan sesuatu boleh diputar atau tidak di ruang publik Indonesia. @tabooo

Tags: Demokrasi IndonesiaDhandy Dwi LaksonoFilm Pesta BabiKebebasan BerekspresiNewsPapua SelatanTNI

Kamu Melewatkan Ini

Membaca Pengamanan Demo Dua Tahun Prabowo–Gibran: Jalan Dijaga, Suara Diawasi?

Membaca Pengamanan Demo Dua Tahun Prabowo–Gibran: Jalan Dijaga, Suara Diawasi?

by teguh
Oktober 20, 2026

Ribuan aparat bersiap mengamankan jalanan Jakarta. Di sisi lain, masyarakat bersiap menyampaikan aspirasi, memperingati dua tahun Prabowo–Gibran, atau sekadar menjalani...

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

by teguh
Oktober 20, 2026

Polda Metro Jaya bersama TNI menyiapkan ribuan personel untuk mengawal demonstrasi peringatan dua Tahun Prabowo-Gibran dan aktivitas publik di Jakarta....

Kritik Itu Mudah Saat Belum Memegang Kendali

Kritik Itu Mudah Saat Belum Memegang Kendali

by Naysa
Oktober 13, 2026

Dulu, mengkritik pemerintah terdengar mudah: tunjuk masalahnya, bongkar janjinya, lalu tuntut perubahan. Namun, begitu duduk di kursi kekuasaan, kritik yang...

Next Post
Food Estate Papua: Strategi Ketahanan Pangan atau Awal Kehilangan Hutan?

Food Estate Papua: Strategi Ketahanan Pangan atau Awal Kehilangan Hutan?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id