Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Konflik Pakistan-Afghanistan: Eskalasi Militer dan Dampak bagi Warga

by dimas
Februari 28, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Perang meletus antara Pakistan dan Afghanistan pada Jumat (27/2/2026). Pasukan Pakistan melancarkan serangan udara ke sejumlah kota besar, termasuk ibu kota Kabul. Hubungan kedua negara memang memburuk beberapa bulan terakhir, dan serangan ini menandai puncak eskalasi.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan, Islamabad dan Kabul kini berada dalam “perang terbuka” setelah bentrokan balasan terus meningkat.

Ledakan dan Jet Tempur Mengudara

Wartawan AFP di Kabul dan Kandahar melaporkan terdengar ledakan dan suara jet tempur hingga menjelang fajar. Pakistan menargetkan ibu kota Afghanistan dan Kandahar, basis kekuasaan otoritas Taliban di selatan. Di perbatasan Torkham, suara tembakan terdengar sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Sementara itu, kamp penampungan warga Afghanistan yang baru kembali dari Pakistan terdampak pertempuran malam sebelumnya.

“Anak-anak, perempuan, dan orang tua berlarian,” ujar Gander Khan (65), warga Afghanistan, di depan tenda kamp Omari. Di Kandahar, jet tempur melintas di atas kota tempat Pemimpin Tertinggi Taliban Hibatullah Akhundzada bermarkas.

Situasi di Kabul relatif tenang setelah fajar, bertepatan dengan hari Jumat di bulan Ramadan, tanpa peningkatan signifikan kehadiran aparat keamanan atau pos pemeriksaan.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Serangan Balasan Taliban dan Dampaknya

Pemerintah Taliban mengonfirmasi serangan udara Pakistan, tetapi juru bicara Zabihullah Mujahid menyatakan tidak ada korban jiwa. Beberapa jam sebelumnya, Taliban melancarkan operasi ofensif skala besar di perbatasan sebagai respons atas pelanggaran berulang oleh militer Pakistan.

Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan delapan tentaranya tewas dalam serangan darat, sementara beberapa warga sipil terluka di kamp pengungsi dekat Torkham.

“Peluru mortir menghantam kamp, tujuh pengungsi terluka, dan seorang wanita kritis,” ujar Qureshi Badlun, kepala informasi Provinsi Nangarhar.

Mujahid juga mengeklaim beberapa tentara Pakistan ditangkap hidup-hidup, namun klaim itu dibantah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Eskalasi Berbahaya dan Latar Belakang Konflik

Serangan terbaru Pakistan menyusul bentrokan pada Kamis (26/2/2026) malam, setelah Afghanistan menyerang pasukan perbatasan Pakistan. Hubungan kedua negara memburuk sejak bentrokan mematikan Oktober 2025 yang menewaskan lebih dari 70 orang. Sebagian besar perbatasan darat sempat ditutup.

Islamabad menuduh Kabul gagal menindak kelompok militan yang menyerang Pakistan, tudingan yang dibantah Taliban. Mayoritas serangan di Pakistan diklaim oleh Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok militan yang meningkat aksinya sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021.

“Pertahanan Taliban Afghanistan menjadi target di Kabul, Paktia, dan Kandahar,” tulis Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar di X.

Menhan Pakistan Khawaja Asif menegaskan konfrontasi kini serius.

“Kesabaran kami sudah mencapai batas. Sekarang ini perang terbuka,” tegasnya.

Pakar Asia Selatan Michael Kugelman menilai serangan ini sebagai eskalasi berbahaya.

“Pakistan tampaknya memperluas targetnya dari TTP ke rezim Taliban itu sendiri,” tambahnya.

Upaya Mediasi Internasional

Negosiasi sebelumnya melalui Qatar dan Turki gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang. Arab Saudi memediasi pembebasan tiga tentara Pakistan yang ditangkap Oktober 2025, sementara Iran menawarkan fasilitasi dialog untuk meredakan ketegangan.

Meski begitu, militer kedua negara mengklaim telah menewaskan puluhan tentara lawan dalam kekerasan perbatasan terbaru. Shehbaz Sharif menegaskan, angkatan bersenjata Pakistan memiliki kemampuan penuh menghancurkan ambisi agresif apapun.

Dampak Terhadap Warga

Warga sipil menjadi pihak paling terdampak. Kamp pengungsi, anak-anak, perempuan, dan orang tua menghadapi risiko langsung dari serangan udara dan tembakan lintas perbatasan. Ekonomi lokal terguncang, transportasi terhenti, dan ketakutan menyelimuti kehidupan sehari-hari.

Refleksi

Konflik ini menyoroti ironi politik kawasan negara tetangga yang seharusnya saling menjaga perdamaian justru terjebak dalam eskalasi militer. Sementara rakyat menderita, para pemimpin sibuk menghitung strategi perang, meninggalkan pertanyaan siapa sebenarnya yang diuntungkan dari perang ini? @dimas

Tags: EskalasiKonflik DuniaKrisis GlobalMiliterPakistanperangPerbatasanRamadhanSeranganTerdampak

Kamu Melewatkan Ini

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Next Post
Harga Emas Antam Melonjak, Investor dan Masyarakat Perlu Waspada

Emas Antam Tembus Rp3,08 Juta, Stok dan Buyback Terpantau Stabil

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id