Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kenaikan Yesus Bukan Sekedar Peristiwa Iman, Ini Krisis Tanggung Jawab Manusia!

by jeje
Mei 10, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter
Langit selalu menjadi simbol harapan. Namun dalam kisah Kenaikan Yesus Kristus, langit justru menyisakan pertanyaan yang lebih sunyi: setelah Yesus Kristus pergi, siapa yang akan menanggung dunia yang penuh ketidakadilan ini?

Tabooo.id: Deep – Bagi banyak umat Kristiani, Kenaikan Yesus merupakan peristiwa sakral. Momen ketika Kristus naik ke surga dan meninggalkan bumi secara fisik. Namun di balik narasi spiritual itu, muncul pembacaan lain yang lebih filosofis, lebih sosial, dan terasa dekat dengan zaman sekarang. Fenomena kenaikan Yesus Kristus menjadi refleksi penting dalam kehidupan manusia masa kini.

Ini bukan sekadar cerita tentang surga. Kalimat ini membahas manusia yang tiba-tiba memikul tanggung jawab besar di bumi, sebagaimana banyak orang menginterpretasikan makna terdalam dari Kenaikan Yesus Kristus.

Dari Figur Sentral ke Kesadaran Kolektif

Dalam banyak tradisi keagamaan, pemimpin kharismatik sering menjadi pusat harapan. Banyak orang masih menggantungkan harapan pada satu figur yang mereka anggap mampu membereskan kekacauan. Namun ketikaYesus “pergi”, ketergantungan itu perlahan runtuh; transisi ini sangat jelas terjadi dalam kisah Kenaikan Yesus Kristus.

Peristiwa itu menghadirkan transisi besar: dari kepemimpinan tunggal menuju tanggung jawab kolektif, seperti yang tergambar dalam narasi Kenaikan Yesus Kristus.

Para murid tidak lagi menunggu mukjizat turun dari langit. Sebaliknya, mereka mulai bergerak sendiri dalam era baru setelah Kenaikan Yesus Kristus; mereka menentukan arah, menghadapi risiko, dan membangun solidaritas tanpa kehadiran fisik sang pemimpin.

Ini Belum Selesai

Hustle Culture Gen Z: Agar Sukses atau Terlihat Sukses?

Perempuan Pembela HAM: Demokrasi Butuh Mereka, Kekuasaan Takut Suara Mereka

Di titik itu, Kenaikan berubah menjadi simbol desentralisasi kekuasaan, dan Kenaikan Yesus Kristus menjadi ruang bagi tumbuhnya kesadaran bersama.

Bukan lagi satu figur yang memegang semuanya. Sebaliknya, kesadaran menyebar ke banyak orang—hal yang diilhami dari Kenaikan Yesus Kristus.

Surga yang Tidak Lagi Jauh

Filsuf Jerman, Ernst Bloch, melihat unsur revolusioner dalam tradisi Kristen. Dalam bukunya Atheism in Christianity, ia menilai bahwa inti harapan religius bukan sekadar menunggu kehidupan setelah mati; hal ini tercermin dalam makna harapan usai Kenaikan Yesus Kristus.

Sebaliknya, harapan itu mendorong manusia untuk mengubah dunia sekarang. Jadi, Kenaikan Yesus Kristus memberi inspirasi agar bumi menjadi lebih adil.

Dalam sudut pandang ini, “surga” bukan tempat pelarian. Surga menjadi standar moral tentang dunia yang lebih adil, lebih manusiawi, dan lebih layak dihuni, sebagaimana pesan penting Kenaikan Yesus Kristus.

Karena itu, Kenaikan Yesus bukan sekadar peristiwa meninggalkan bumi. Peristiwa itu menghadirkan pesan diam: manusia sendiri harus membereskan dunia ini; inilah ajakan reflektif dari Kenaikan Yesus Kristus.

Dan di situlah kegelisahan terbesar muncul pada masa Kenaikan Yesus Kristus.

Sebab manusia lebih mudah percaya bahwa seseorang akan menyelamatkan dunia, daripada menerima kenyataan bahwa tanggung jawab itu berada di tangannya sendiri, dan hal ini tampak dari pelajaran Kenaikan Yesus Kristus.

Ketika Tuhan Tidak Lagi Menjadi “Penyelamat Instan”

Filsuf Slovenia, Slavoj Žižek, membaca Kenaikan Yesus secara lebih radikal. Menurutnya, kehilangan Kristus secara fisik justru membuka kebebasan manusia yang paling ekstrem. Pesan penting dari pengamatan ini muncul dalam konteks Kenaikan Yesus Kristus.

Tidak ada lagi figur “Big Brother” di langit yang akan turun tangan membereskan semuanya. Kini, momen Kenaikan Yesus menandai era perubahan ini.

Karena itu, manusia dipaksa menjadi dewasa sesuai dengan semangat.

Manusia harus sadar bahwa keadilan sosial, solidaritas, dan perubahan tidak akan datang secara ajaib. Semua itu bergantung pada tindakan kolektif manusia sendiri, sebagaimana diajarkan dalam peristiwa ini .

Pandangan ini memang kontroversial. Namun justru karena itu, gagasan tersebut terasa menampar, terlebih jika dikaitkan dengan renungan peristiwa ini dalam konteks sosial.

Di tengah dunia yang penuh perang, kemiskinan, dan ketimpangan, banyak orang masih sibuk menunggu penyelamat. Padahal, problem terbesar zaman ini mungkin muncul ketika manusia terlalu sering menyerahkan tanggung jawab moral kepada sesuatu di luar dirinya, sebagaimana refleksi Kenaikan Yesus memperlihatkan hal itu.

Kenaikan Yesus: Antara Iman dan Tanggung Jawab Sosial

Pembacaan filosofis terhadap Kenaikan Yesus tentu bukan tafsir resmi gereja. Namun gagasan-gagasan itu menunjukkan bahwa sebuah peristiwa religius dapat menghadirkan refleksi sosial yang dalam, sebagaimana makna di balik Kenaikan Yesus

Iman tidak selalu berbicara tentang pelarian dari dunia. Kadang, iman justru mendorong manusia menghadapi dunia apa adanya; dan hal ini tampak dalam peristiwa Kenaikan Yesus.

Tentang bagaimana manusia bertahan di tengah sistem yang sering tidak adil. Jelas, Kenaikan Yesus. menjadi inspirasi tentang kemampuan manusia bertahan.

Tentang bagaimana harapan tetap hidup meski langit terasa jauh. Refleksi ini kerap muncul di momen Kenaikan Yesus.

Dan mungkin, di situlah makna paling sunyi dari Kenaikan itu berada: bukan pada seseorang yang pergi ke atas, melainkan pada manusia yang kini menentukan masa depan bumi. Sederhananya, peristiwa Kenaikan Yesus menantang manusia untuk berdiri di garis depan perubahan dunia.

Karena setelah semua doa selesai diucapkan, manusia tetap harus mengurus dunia ini sendiri sebagaimana amanat penting dari Kenaikan Yesus.@jeje

Tags: Generasi ZHari Raya Kenaikan Yesus 2026Kenaikan YesusNasional

Kamu Melewatkan Ini

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Kenaikan Yesus Kristus: Ketika Langit Jadi Pengingat, Bumi Diminta Berubah

Kenaikan Yesus Kristus: Ketika Langit Jadi Pengingat, Bumi Diminta Berubah

by jeje
Mei 10, 2026

Setiap tahun, umat Kristiani memperingati Kenaikan Yesus Kristus. Namun di tengah dunia yang semakin bising, muncul satu pertanyaan yang terasa...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
Semua Bicara Krisis Sampah, Tapi Tak Ada yang Merasa Bersalah

Semua Bicara Krisis Sampah, Tapi Tak Ada yang Merasa Bersalah

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Culture

© 2026 Tabooo.id