Tabooo.id: Nasional – Pemerintah mulai memperkuat jalur penyeberangan laut untuk menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Kementerian Perhubungan menyiapkan empat pelabuhan penyeberangan dari Pulau Jawa menuju Sumatera guna mengurangi kepadatan kendaraan yang selama ini menumpuk di kawasan Merak, Banten.
Langkah ini menjadi krusial karena jalur Merak-Bakauheni selalu menjadi titik paling padat saat musim mudik. Ribuan kendaraan pribadi, bus antarkota, hingga truk logistik biasanya menunggu berjam-jam hanya untuk naik kapal penyeberangan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai kesiapan infrastruktur tahun ini lebih baik dibandingkan periode mudik sebelumnya. Pemerintah menambah jalur penyeberangan sekaligus meningkatkan jumlah kapal agar arus kendaraan menuju Sumatera bisa bergerak lebih lancar.
“Pada masa angkutan Lebaran 2026 kami menyediakan empat pelabuhan penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera dengan jumlah kapal yang lebih banyak. Kami berharap arus kendaraan ke Sumatera dapat bergerak lebih lancar,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Sabtu (14/3/2026).
Pernyataan itu ia sampaikan saat meninjau Pelabuhan Merak bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno di Banten sehari sebelumnya.
Jalur Penyeberangan Diperluas
Kemenhub mengatur empat jalur utama penyeberangan untuk mengalirkan kendaraan dari Jawa ke Sumatera. Jalur tersebut meliputi Merak-Bakauheni sebagai rute utama, lalu Ciwandan-Bakauheni dan Ciwandan-PT Wijaya Karya Beton sebagai jalur alternatif.
Selain itu, pemerintah membuka jalur BBJ Bojonegara menuju BBJ Muara Pilu untuk menambah kapasitas pergerakan kendaraan.
Jika kepadatan melonjak lebih tinggi dari perkiraan, pemerintah juga menyiapkan rute tambahan dari Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera menuju Pelabuhan Panjang di Lampung sebagai langkah darurat.
Strategi ini bertujuan memecah antrean kendaraan yang selama ini menumpuk di satu titik. Tanpa jalur alternatif, antrean kendaraan di Merak kerap menjalar hingga ke jalan tol bahkan jalur arteri.
Buffer Zone Disiapkan di Tol dan Jalur Arteri
Selain memperluas jalur penyeberangan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah buffer zone atau area penyangga kendaraan di sekitar Pelabuhan Merak.
Di jalur arteri, kendaraan dapat menunggu di area parkir Munic Line dan Cikuasa Atas. Sementara di jalan tol, pemerintah menyiapkan rest area KM 13A, KM 43A, dan KM 68A sebagai titik penampungan kendaraan sebelum memasuki kawasan pelabuhan.
Area penyangga tambahan juga berada di beberapa kawasan pelabuhan seperti Pelabuhan Merak, Pelabuhan Indah Kiat, Pelabuhan BBJ Bojonegara, dan Pelabuhan Ciwandan.
Kemenhub berharap sistem ini mampu menahan lonjakan kendaraan agar tidak langsung menumpuk di pintu pelabuhan.
Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi atau bus, keberadaan buffer zone ini akan menentukan panjang pendeknya waktu perjalanan. Tanpa pengaturan tersebut, perjalanan menuju pelabuhan bisa berubah menjadi antrean panjang yang melelahkan.
Lonjakan Kendaraan Diperkirakan Mulai Akhir Pekan
Pemerintah memprediksi lonjakan kendaraan menuju Sumatera akan mulai terasa sejak pertengahan Maret.
Dudy memperkirakan peningkatan volume kendaraan mulai muncul pada 14 hingga 15 Maret. Sementara puncak arus mudik penyeberangan di kawasan Merak kemungkinan terjadi pada 18 Maret 2026.
“Kami juga mengantisipasi kemungkinan lonjakan kendaraan sudah mulai terjadi sejak malam ini hingga tanggal 15 Maret,” kata Dudy.
Untuk mengatur pergerakan kendaraan, pemerintah menerapkan pembagian pelabuhan berdasarkan sumbu dan golongan kendaraan melalui Surat Keputusan Bersama lintas kementerian dan lembaga.
Aturan ini mengarahkan kendaraan besar seperti truk logistik ke pelabuhan tertentu, sementara kendaraan pribadi dan bus menggunakan jalur lain. Dengan cara ini, antrean kapal diharapkan tidak bercampur dan menyebabkan kemacetan panjang.
Pemudik Diminta Pantau Informasi Resmi
Pemerintah juga meminta masyarakat memantau informasi resmi sebelum berangkat mudik. Kemenhub menyediakan layanan siaran langsung yang menampilkan kondisi penyeberangan secara real time.
Menurut Dudy, informasi tersebut membantu pemudik menentukan waktu keberangkatan yang lebih aman dan nyaman.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi, terutama informasi yang beredar di media sosial.
Harapan Arus Mudik Lebih Tersebar
Di sisi lain, Menko PMK Pratikno berharap arus mudik tahun ini dapat tersebar lebih merata. Jadwal libur yang panjang memberi peluang bagi masyarakat untuk berangkat lebih awal.
Periode mudik dimulai sejak akhir pekan pada 13 Maret, lalu berlanjut dengan kebijakan work from anywhere, cuti bersama, serta libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Menurut Pratikno, aparatur sipil negara baru kembali bekerja pada 30 Maret. Rentang waktu yang panjang ini memberi ruang bagi pemudik untuk mengatur perjalanan tanpa harus berangkat bersamaan.
“Dengan periode mudik yang cukup panjang, kami berharap arus mudik dan arus balik dapat terdistribusi lebih merata,” ujar Pratikno.
Peninjauan kesiapan pelabuhan itu juga melibatkan sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Agus Subiyanto.
Bagi jutaan pemudik yang akan menyeberang dari Jawa ke Sumatera, kesiapan pelabuhan bukan sekadar urusan teknis transportasi. Ia menentukan apakah perjalanan pulang kampung menjadi pengalaman menyenangkan atau kembali berubah menjadi cerita panjang tentang antrean dan kemacetan yang selalu datang setiap tahun. @dimas




