Selasa, Mei 5, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Iran Luncurkan Rudal ke Israel, Timur Tengah Kembali Memanas

by dimas
Maret 14, 2026
in Global, News
A A
Home News Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke arah Israel pada Sabtu (14/3/2026) dini hari waktu Teheran. Media pemerintah Iran melaporkan peluncuran itu terjadi tepat setelah tengah malam.

Militer Israel segera mendeteksi peluncuran rudal dari wilayah Iran. Sistem pertahanan udara langsung bekerja untuk mencegat ancaman sebelum mencapai wilayah permukiman. Otoritas Israel kemudian mengaktifkan sirene peringatan di sejumlah wilayah sehingga warga bergegas menuju tempat perlindungan darurat.

Kurang dari 30 menit setelah peringatan pertama, militer Israel menyampaikan bahwa situasi telah terkendali. Komando Pertahanan Dalam Negeri memberi sinyal kepada warga bahwa mereka dapat keluar dari tempat perlindungan.

Layanan darurat Magen David Adom menyatakan tim medis tidak menemukan korban jiwa akibat serangan tersebut. Polisi Israel juga memeriksa laporan mengenai pecahan senjata yang diduga jatuh di wilayah selatan negara itu.

Sistem Pertahanan Israel Bergerak Cepat

Militer Israel menyatakan radar pertahanan mendeteksi peluncuran rudal dari Iran hanya beberapa saat setelah peluncuran terjadi. Sistem pencegat kemudian langsung aktif untuk menghentikan rudal di udara.

Ini Belum Selesai

Jurnalis di Papua Terus Diteror, Kebebasan Pers Masih Sekadar Janji?

Virus Langka Pecah di Laut: 3 Tewas, Dunia Mulai Khawatir

Respons cepat ini mencegah dampak langsung terhadap kawasan permukiman. Meski demikian, bunyi sirene tetap memicu kepanikan singkat di sejumlah kota.

Bagi warga sipil, peringatan seperti ini bukan hal baru. Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat Israel semakin sering menghadapi alarm serangan udara yang memaksa mereka mencari perlindungan dalam hitungan menit.

Ketegangan Kawasan Semakin Melebar

Serangan rudal ini memperpanjang rangkaian eskalasi konflik yang melibatkan banyak aktor di Timur Tengah. Situasi menjadi semakin kompleks karena kelompok bersenjata di wilayah sekitar Israel juga ikut bersuara.

Pemimpin kelompok Hezbollah, Naim Qassem, menyatakan organisasinya siap menghadapi konfrontasi jangka panjang dengan Israel.

Dalam pidato televisi pada Jumat (13/3/2026), Qassem menegaskan bahwa kelompoknya telah mempersiapkan diri menghadapi konflik yang lebih luas.

“Pertempuran ini bersifat eksistensial, bukan konflik kecil atau sederhana,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa konflik yang awalnya terbatas bisa berkembang menjadi krisis regional yang lebih besar.

Israel Ancam Infrastruktur Lebanon

Pemerintah Israel juga meningkatkan tekanan terhadap Lebanon. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memperingatkan bahwa Lebanon dapat menghadapi kerusakan besar jika Hizbullah terus melancarkan serangan.

Menurut Katz, Israel siap menargetkan infrastruktur strategis yang diduga digunakan kelompok tersebut.

“Ini baru permulaan. Pemerintah Lebanon akan membayar harga yang semakin mahal,” ujar Katz.

Ancaman ini menunjukkan bahwa konflik tidak hanya melibatkan Israel dan Iran, tetapi juga berpotensi menyeret negara-negara lain di kawasan.

Infrastruktur Lebanon Mulai Terdampak

Pada Jumat sebelumnya, serangan udara Israel menghancurkan sebuah jembatan di atas Sungai Litani yang menghubungkan kota Zrariyeh dan Tayr Falsay di Lebanon selatan.

Kantor berita nasional Lebanon menyebut jembatan itu berada di jalur transportasi penting di wilayah tersebut. Militer Israel mengklaim jalur tersebut menjadi rute logistik yang digunakan Hizbullah untuk memindahkan pasukan dari utara ke selatan.

Serangan itu juga merusak beberapa jalan utama di Lebanon selatan sehingga akses dari lembah Bekaa dan wilayah utara Sungai Litani terputus.

Situasi semakin tegang ketika laporan menyebut tembakan artileri Israel mengenai posisi batalion Nepal dari Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon di kota perbatasan Mays al-Jabal.

Konflik yang Berawal dari Serangan Besar

Gelombang eskalasi terbaru di kawasan ini bermula setelah serangan gabungan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan langsung memicu ketegangan besar di kawasan.

Sejak saat itu, Timur Tengah berada dalam kondisi siaga tinggi. Serangan rudal, operasi militer, serta ancaman balasan terus bermunculan dari berbagai pihak.

Bagi masyarakat sipil di Israel, Lebanon, maupun wilayah sekitar, konflik ini berarti hidup dengan ketidakpastian yang terus berulang. Sirene bisa berbunyi kapan saja, dan langit yang tenang bisa berubah menjadi jalur rudal dalam hitungan menit.

Di tingkat geopolitik, setiap serangan baru membawa pesan yang sama Timur Tengah kembali berjalan di tepi jurang konflik besar dan dunia hanya bisa berharap para aktornya masih mau menahan langkah sebelum semuanya benar-benar terlambat. @dimas

Tags: ConflictDuniaGeopolitikHizbullahIranIsraelKeamananKeteganganKonflikKrisisLebanonMiliterperangRudalSeranganTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Perempuan, Perang, dan Rumah yang Terbelah

Perempuan, Perang, dan Rumah yang Terbelah

by teguh
Mei 4, 2026

Malam itu tidak hanya sunyi ia penuh keputusan. Di sebuah rumah bangsawan di Muneng, seorang istri memilih jalan yang tak...

Telepon Terakhir Itu: ‘Kapal Diserang’ Setelah Itu Sunyi

Telepon Terakhir Itu: ‘Kapal Diserang’ Setelah Itu Sunyi

by Waras
Mei 1, 2026

Satu pesan suara mengubah segalanya.Setelah itu, tidak ada lagi kabar yang benar-benar pasti. Tabooo.id: Life - Bagi banyak orang, ini...

Hari Buruh: Rayakan atau Tutup Mata?

Hari Buruh: Rayakan atau Tutup Mata?

by teguh
April 29, 2026

Setiap 1 Mei, jalanan penuh spanduk, panggung orasi, dan janji baru. Namun ketika musik berhenti dan massa bubar, satu pertanyaan...

Next Post
Lonjakan Pemudik Kereta di Madiun, Kedatangan Penumpang Tembus 27 Ribu Orang

Lonjakan Pemudik Kereta di Madiun, Kedatangan Penumpang Tembus 27 Ribu Orang

Pilihan Tabooo

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Mei 3, 2026

Realita Hari Ini

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Mei 5, 2026

Jurnalis di Papua Terus Diteror, Kebebasan Pers Masih Sekadar Janji?

Mei 5, 2026

Virus Langka Pecah di Laut: 3 Tewas, Dunia Mulai Khawatir

Mei 5, 2026

Saat Dunia Guncang, Barito Pacific Justru Tancap Gas 200% Lebih

Mei 5, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id