Tabooo.id: Regional – Arus mudik Lebaran 2026 mulai terlihat di jalur kereta api wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun. Ribuan pemudik terus berdatangan melalui sejumlah stasiun sejak masa Angkutan Lebaran dimulai. Pergerakan ini menandai awal gelombang pulang kampung yang biasanya memuncak beberapa hari menjelang Lebaran.
Data terbaru menunjukkan jumlah pemudik yang datang jauh lebih besar dibandingkan penumpang yang berangkat dari wilayah tersebut. Kondisi ini mengindikasikan bahwa daerah-daerah di sekitar Madiun mulai menjadi tujuan utama para perantau yang kembali ke kampung halaman.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa lonjakan penumpang sudah terjadi sejak awal masa Angkutan Lebaran.
“Sejak 11 Maret hingga 13 Maret 2026, jumlah penumpang yang datang di wilayah Daop 7 Madiun mencapai 27.811 orang. Sementara penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 16.180 orang,” ujar Tohari, Sabtu (14/3/2026).
Pergerakan penumpang ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi favorit bagi pemudik. Banyak masyarakat memilih kereta karena jadwal perjalanan lebih pasti dan risiko kemacetan lebih kecil dibanding perjalanan darat menggunakan kendaraan pribadi atau bus.
Lonjakan Penumpang Diperkirakan Terus Bertambah
Arus kedatangan pemudik kemungkinan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. Masa Angkutan Lebaran masih berlangsung cukup panjang sehingga jumlah penumpang diperkirakan belum mencapai puncaknya.
Tohari menyebut jumlah penumpang saat ini sudah mencapai sekitar 58 persen dari total pergerakan penumpang pada musim mudik tahun lalu. Pada masa Lebaran 2025, wilayah Daop 7 Madiun mencatat total 221.721 penumpang.
“Angka ini sudah mencapai 58 persen dari realisasi tahun lalu. Karena masa angkutan masih panjang, kami memperkirakan jumlah penumpang akan terus bertambah,” tambahnya.
Lonjakan tersebut tidak hanya menggambarkan tingginya mobilitas masyarakat, tetapi juga menunjukkan pemulihan aktivitas ekonomi setelah beberapa tahun terakhir mengalami berbagai tekanan. Banyak pekerja di kota besar kini kembali rutin melakukan perjalanan mudik setiap tahun.
Di daerah tujuan seperti Madiun, Ngawi, hingga Magetan, kedatangan ribuan pemudik biasanya langsung menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. Transportasi lanjutan, pasar tradisional, hingga sektor kuliner ikut merasakan peningkatan aktivitas saat musim mudik tiba.
Tiket Kereta Pra-Lebaran Masih Tersedia
Meski jumlah pemudik terus meningkat, masyarakat masih memiliki peluang mendapatkan tiket kereta api untuk periode pra-Lebaran. Operator kereta masih menyediakan ribuan kursi untuk berbagai kelas perjalanan.
Data terbaru menunjukkan masih tersedia sekitar 3.297 tiket kelas eksekutif dan 1.863 tiket kelas ekonomi untuk perjalanan pada 14 hingga 20 Maret 2026.
Beberapa kota besar tetap menjadi tujuan favorit pemudik dari wilayah ini. Jalur menuju Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, Jakarta, dan Bandung masih mencatat permintaan tinggi, meski tiket pada sejumlah jadwal perjalanan masih tersedia.
Tohari juga menyarankan masyarakat memanfaatkan tarif khusus untuk perjalanan jarak pendek. Penumpang tujuan Solo atau Yogyakarta dapat memanfaatkan program tersebut agar memperoleh harga tiket yang lebih terjangkau.
Strategi Alternatif Saat Tiket Langsung Habis
Operator kereta juga menyiapkan strategi alternatif bagi calon penumpang yang tidak menemukan tiket langsung ke kota tujuan. Salah satu solusi yang tersedia adalah fitur Connecting Train pada aplikasi resmi pemesanan tiket.
Melalui fitur ini, penumpang dapat menyusun perjalanan dengan menggabungkan dua jadwal kereta api berbeda agar tetap mencapai tujuan yang diinginkan.
Calon penumpang dapat mengakses fitur tersebut melalui aplikasi Access by KAI. Sistem akan menampilkan rute alternatif yang masih memiliki kursi kosong.
Selain itu, operator kereta terus mengingatkan masyarakat agar membeli tiket melalui kanal resmi. Langkah ini membantu penumpang menghindari antrean panjang sekaligus mencegah potensi penipuan yang sering muncul saat musim mudik.
Mudik dan Ujian Infrastruktur Transportasi
Musim mudik selalu menguji kesiapan infrastruktur transportasi nasional. Lonjakan penumpang dalam waktu singkat menuntut operator transportasi menjaga layanan tetap aman dan tertib.
Di satu sisi, arus mudik memberi dampak ekonomi positif bagi daerah tujuan. Di sisi lain, pemerintah dan operator transportasi harus memastikan mobilitas jutaan orang tidak berubah menjadi krisis transportasi.
Arus kedatangan lebih dari 27 ribu pemudik di wilayah Daop 7 Madiun baru menjadi awal dari pergerakan besar yang akan terus berlangsung hingga Lebaran tiba. Setiap tahun ceritanya selalu sama jutaan orang bergegas pulang ke rumah, sementara negara berusaha memastikan perjalanan itu tetap aman sampai tujuan. @dimas





