• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Rabu, Maret 25, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Edge

Kasus Narkoba Aparat dan Ancaman Erosi Kepercayaan Masyarakat

Februari 15, 2026
in Edge
A A
Kasus Narkoba Aparat dan Ancaman Erosi Kepercayaan Masyarakat

Eks Kapolres Bima Kota Didik Putra Kuncoro jadi tersangka dugaan narkotika. (Foto: Instagram Didik Putra Kuncoro)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan kamu bangun pagi, buka timeline, lalu berharap melihat berita biasa. Namun, yang muncul justru episode baru kasus narkoba aparat. Akhirnya, publik hanya bisa menghela napas sambil berkata, “Oh, rilis season baru lagi.”

Kali ini, sorotan kembali mengarah ke institusi Polri. Sementara itu, kepercayaan publik lagi-lagi harus diuji oleh realita yang terasa seperti deja vu nasional.

RelatedPosts

OTT Episode 9: Serial Korupsi yang Sepertinya Tidak Pernah Tamat

TNI Siaga 1, Publik Bertanya: Ancaman Nyata atau Mode Waspada?

Awalnya Penegakan Hukum, Lalu Berubah Jadi Plot Twist Nasional

Kasus terbaru menyeret nama Didik Putra Kuncoro. Penyidik menetapkannya sebagai tersangka dugaan peredaran narkoba setelah menemukan koper berisi barang terlarang di rumah seorang anggota polisi di Tangerang.

Selain itu, penyidik juga menemukan beberapa jenis narkotika dalam jumlah yang tidak kecil. Artinya, ini bukan sekadar konsumsi personal. Ini sudah masuk level distribusi serius.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa proses hukum berjalan setelah gelar perkara selesai. Dengan kata lain, kasus ini bukan rumor internal, tetapi sudah masuk jalur hukum formal.

Di Satu Sisi Oknum, Di Sisi Lain Sistem Dipertanyakan

Kasus ini muncul tidak lama setelah pengungkapan kasus lain di Bima. Akibatnya, publik mulai melihat pola berulang.

Di satu sisi, institusi bergerak melakukan penindakan.
Di sisi lain, publik bertanya kenapa kasus serupa terus muncul.

Kemudian, diskusi publik bergeser dari “siapa pelakunya” menjadi “kenapa bisa terus terjadi”. Dan di era internet, pertanyaan seperti ini menyebar lebih cepat daripada klarifikasi resmi.

Uang Cepat, Godaan Besar, Risiko Super Tinggi

Ketua Indonesia Police Watch, Sugeng Teguh Santoso, menyoroti gaya hidup hedon sebagai pintu masuk masalah.

Menurutnya, peredaran narkoba melibatkan uang besar dalam waktu singkat.
Oleh karena itu, oknum yang tergoda bisa melihat jalur ini sebagai shortcut kekayaan.

Padahal, shortcut seperti ini hampir selalu berakhir dengan dua kemungkinan penjara atau kehancuran karier.

Publik Masih Ingat Trauma Kasus Besar Sebelumnya

Kasus lama seperti yang menjerat Teddy Minahasa masih membekas kuat.

Akibatnya, setiap kasus baru langsung dibandingkan dengan kasus lama.
Bahkan, sebagian publik merasa kepercayaan institusi seperti saldo e-wallet yang terus terpotong, tapi jarang di top up.

Kenapa Kasus Seperti Ini Terasa Sulit Hilang?

Pertama, bisnis narkoba punya margin keuntungan besar.
Kedua, jika aparat ikut bermain, jaringan kriminal bisa mendapat perlindungan.
Selain itu, kasus sering baru terbongkar jika ada konflik internal atau bocoran orang dalam.

Dengan demikian, pemberantasan narkoba tidak hanya soal hukum. Ini juga soal integritas sistem.

Negara Perang Lawan Narkoba, Publik Malah Nonton Drama Sistem

Indonesia punya perang melawan narkoba. Hukumnya keras. Kampanyenya serius.

Namun demikian, setiap kasus aparat muncul, publik seperti menonton reality show tanpa tombol skip.

Dan sekarang, mungkin pertanyaan publik bukan lagi, “Bagaimana kasus ini bisa terjadi?”

Melainkan, “Kenapa cerita seperti ini selalu punya episode baru?” @dimas

Tags: AparatBareskrimBimaDidik Putra KuncorohukumInstitusiIntegritasInternalKasusKriminalnarkobaOknumPengawasanReformasitransparansi
Next Post
5000 Kue Keranjang Ludes! Hujan Tak Mampu Bubarkan Grebeg Sudiro 2026

5000 Kue Keranjang Ludes! Hujan Tak Mampu Bubarkan Grebeg Sudiro 2026

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.