Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kasus Narkoba Aparat dan Ancaman Erosi Kepercayaan Masyarakat

by dimas
Februari 15, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan kamu bangun pagi, buka timeline, lalu berharap melihat berita biasa. Namun, yang muncul justru episode baru kasus narkoba aparat. Akhirnya, publik hanya bisa menghela napas sambil berkata, “Oh, rilis season baru lagi.”

Kali ini, sorotan kembali mengarah ke institusi Polri. Sementara itu, kepercayaan publik lagi-lagi harus diuji oleh realita yang terasa seperti deja vu nasional.

Awalnya Penegakan Hukum, Lalu Berubah Jadi Plot Twist Nasional

Kasus terbaru menyeret nama Didik Putra Kuncoro. Penyidik menetapkannya sebagai tersangka dugaan peredaran narkoba setelah menemukan koper berisi barang terlarang di rumah seorang anggota polisi di Tangerang.

Selain itu, penyidik juga menemukan beberapa jenis narkotika dalam jumlah yang tidak kecil. Artinya, ini bukan sekadar konsumsi personal. Ini sudah masuk level distribusi serius.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa proses hukum berjalan setelah gelar perkara selesai. Dengan kata lain, kasus ini bukan rumor internal, tetapi sudah masuk jalur hukum formal.

Ini Belum Selesai

Cum Laude Massal: Ketika Nilai Tinggi Kehilangan Harga Diri

Korupsi yang Tak Pernah Pergi: Reformasi Salah Jalan atau Setengah Jalan?

Di Satu Sisi Oknum, Di Sisi Lain Sistem Dipertanyakan

Kasus ini muncul tidak lama setelah pengungkapan kasus lain di Bima. Akibatnya, publik mulai melihat pola berulang.

Di satu sisi, institusi bergerak melakukan penindakan.
Di sisi lain, publik bertanya kenapa kasus serupa terus muncul.

Kemudian, diskusi publik bergeser dari “siapa pelakunya” menjadi “kenapa bisa terus terjadi”. Dan di era internet, pertanyaan seperti ini menyebar lebih cepat daripada klarifikasi resmi.

Uang Cepat, Godaan Besar, Risiko Super Tinggi

Ketua Indonesia Police Watch, Sugeng Teguh Santoso, menyoroti gaya hidup hedon sebagai pintu masuk masalah.

Menurutnya, peredaran narkoba melibatkan uang besar dalam waktu singkat.
Oleh karena itu, oknum yang tergoda bisa melihat jalur ini sebagai shortcut kekayaan.

Padahal, shortcut seperti ini hampir selalu berakhir dengan dua kemungkinan penjara atau kehancuran karier.

Publik Masih Ingat Trauma Kasus Besar Sebelumnya

Kasus lama seperti yang menjerat Teddy Minahasa masih membekas kuat.

Akibatnya, setiap kasus baru langsung dibandingkan dengan kasus lama.
Bahkan, sebagian publik merasa kepercayaan institusi seperti saldo e-wallet yang terus terpotong, tapi jarang di top up.

Kenapa Kasus Seperti Ini Terasa Sulit Hilang?

Pertama, bisnis narkoba punya margin keuntungan besar.
Kedua, jika aparat ikut bermain, jaringan kriminal bisa mendapat perlindungan.
Selain itu, kasus sering baru terbongkar jika ada konflik internal atau bocoran orang dalam.

Dengan demikian, pemberantasan narkoba tidak hanya soal hukum. Ini juga soal integritas sistem.

Negara Perang Lawan Narkoba, Publik Malah Nonton Drama Sistem

Indonesia punya perang melawan narkoba. Hukumnya keras. Kampanyenya serius.

Namun demikian, setiap kasus aparat muncul, publik seperti menonton reality show tanpa tombol skip.

Dan sekarang, mungkin pertanyaan publik bukan lagi, “Bagaimana kasus ini bisa terjadi?”

Melainkan, “Kenapa cerita seperti ini selalu punya episode baru?” @dimas

Tags: AparatBareskrimDidik Putra KuncoroInstitusiIntegritasInternalKasusKriminalKriminal & HukumnarkobaOknumPengawasanReformasitransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Hukum Pasca-Reformasi: Dari Pelindung Warga Menjadi Alat Pengatur Kritik

Hukum Pasca-Reformasi: Dari Pelindung Warga Menjadi Alat Pengatur Kritik

by Tabooo
Mei 15, 2026

Reformasi melahirkan banyak instrumen hukum. Namun hukum sering bergerak lambat untuk korban, cepat untuk kritik, dan dingin saat warga berhadapan...

Reformasi: Cara Kekuasaan Belajar Bertahan

Reformasi: Cara Kekuasaan Belajar Bertahan

by Tabooo
Mei 15, 2026

Reformasi dulu datang dengan janji besar, bahwa negara tidak boleh lagi terlalu kuat di hadapan warganya. Namun, lebih dari dua...

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

by teguh
Mei 9, 2026

Video berdurasi 22 detik memicu gelombang opini di media sosial. Dua petugas berseragam Bea Cukai mendatangi Warung Madura pada malam...

Next Post
5000 Kue Keranjang Ludes! Hujan Tak Mampu Bubarkan Grebeg Sudiro 2026

5000 Kue Keranjang Ludes! Hujan Tak Mampu Bubarkan Grebeg Sudiro 2026

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id