Selasa, Mei 5, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

5000 Kue Keranjang Ludes! Hujan Tak Mampu Bubarkan Grebeg Sudiro 2026

by eko
Februari 15, 2026
in News, Regional
A A
Home News
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Hujan deras mengguyur kawasan Pasar Gede, Solo, Minggu (15/2/2026). Namun air dari langit tak mampu membubarkan lautan manusia yang memadati perayaan Grebeg Sudiro 2026. Ribuan warga tetap bertahan, basah kuyup, demi satu hal berebut kue keranjang, ikon perayaan menyambut Tahun Baru Imlek.

Hujan Deras, Antusiasme Tak Luntur

Sekitar 5.000 kue keranjang panitia susun dalam dua jodang atau gunungan besar: jodang lanang dan jodang wadon. Panitia juga membagikan sebagian kue dari panggung utama. Begitu aba-aba diberikan, warga langsung merangsek maju. Payung bertabrakan, sandal terlepas, namun semangat tak goyah.

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, membuka parade secara langsung. Kirab diawali pasukan Paskibra yang membawa gambar Burung Garuda, disusul korps drum band, lalu atraksi liong dan barongsai yang menyedot perhatian. Dentuman musik dan tabuhan tambur berpadu dengan sorak warga yang tak peduli pakaian mereka sudah basah.

Kirab Budaya, Simbol Akulturasi

Sekitar 50 kelompok masyarakat ikut meramaikan kirab. Tak hanya dari Solo, peserta dari luar kota juga ambil bagian. Rute arak-arakan mengelilingi Pasar Gede, kawasan yang dikenal sebagai Kampung Pecinan dan menjadi pusat perayaan Imlek di Kota Bengawan.

Di tengah guyuran hujan yang sempat turun cukup deras, warga tetap memadati sepanjang rute. Mereka berdiri berjam-jam demi menyaksikan kirab sekaligus menunggu pembagian kue keranjang.

Ini Belum Selesai

Jurnalis di Papua Terus Diteror, Kebebasan Pers Masih Sekadar Janji?

Virus Langka Pecah di Laut: 3 Tewas, Dunia Mulai Khawatir

Nuryanto (32), warga Sukoharjo, datang lebih awal agar tak kehabisan. Ia berhasil membawa pulang tiga kue keranjang.

“Ya tetap semangat meski hujan turun. Saya tetap berebut dan berdesak-desakan untuk mendapatkan kue keranjang di Grebeg Sudiro tahun ini,” ujarnya.

UMKM Panen Rezeki, Warga Panen Harapan

Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2026, Arsatya Putra Utama, memastikan panitia membagikan total 5.000 kue kepada masyarakat. Ia menegaskan konsep tahun ini tetap mempertahankan tradisi kirab budaya seperti tahun sebelumnya.

“Karnaval seperti tahun lalu, rutenya mengelilingi kawasan Pasar Gede yang dikenal sebagai Kampung Pecinan,” kata Arsatya.

Bagi pedagang kaki lima dan pelaku UMKM di sekitar Pasar Gede, keramaian ini membawa berkah. Dagangan laris, pembeli berdatangan, dan perputaran uang terasa cepat. Sementara itu, warga yang tak kebagian kue tetap bertahan demi merasakan atmosfer kebersamaan. Mereka mungkin pulang tanpa kue, tetapi tidak tanpa cerita.

Grebeg Sudiro sekali lagi membuktikan diri sebagai simbol akulturasi Jawa dan Tionghoa di Solo. Di kota ini, hujan boleh deras, tetapi tradisi tak pernah surut. Dan di antara payung-payung yang saling berbenturan, kebersamaan justru terasa paling hangat. @eko

Tags: Hujanimlek

Kamu Melewatkan Ini

Damkar, Jagung, dan Kemarau: Saat Harapan Bukan dari Langit, Tapi dari Sirine

Damkar, Jagung, dan Kemarau: Saat Harapan Bukan dari Langit, Tapi dari Sirine

by teguh
April 7, 2026

Tabooo.id: Vibes - Di timeline Instagram, semuanya tampak seperti lelucon. Seorang petani di Tuban meminta pemadam kebakaran menyiram jagung. Bukan...

Damkar Tuban Diminta Siram Jagung: Antara Kekeringan dan Batas Tugas Negara

Damkar Tuban Diminta Siram Jagung: Antara Kekeringan dan Batas Tugas Negara

by teguh
April 7, 2026

Tabooo.id: Nasional - Apa yang kamu lakukan saat kemarau terlalu panjang dan tanaman mulai mati? Seorang petani di Tuban memilih...

Tragis, Anak 7 Tahun Hanyut di Irigasi Waduk Gajah Mungkur Sukoharjo

Tragis, Anak 7 Tahun Hanyut di Irigasi Waduk Gajah Mungkur Sukoharjo

by dimas
Maret 5, 2026

Tabooo.id: Regional - Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun hanyut di aliran irigasi Waduk Gajah Mungkur di Dukuh Serut, Desa...

Next Post
Longsor Hantam Area Parkir Curug Sikarim, Dieng

Longsor Hantam Area Parkir Curug Sikarim, Dieng

Pilihan Tabooo

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Mei 3, 2026

Realita Hari Ini

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Mei 5, 2026

Jurnalis di Papua Terus Diteror, Kebebasan Pers Masih Sekadar Janji?

Mei 5, 2026

Virus Langka Pecah di Laut: 3 Tewas, Dunia Mulai Khawatir

Mei 5, 2026

Saat Dunia Guncang, Barito Pacific Justru Tancap Gas 200% Lebih

Mei 5, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id