Kamis, September 17, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Damkar Tuban Diminta Siram Jagung: Antara Kekeringan dan Batas Tugas Negara

by teguh
April 7, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Apa yang kamu lakukan saat kemarau terlalu panjang dan tanaman mulai mati? Seorang petani di Tuban memilih langkah tak biasa ia menghubungi pemadam kebakaran bukan untuk memadamkan api, tapi untuk menyiram jagungnya.

Peristiwa ini langsung ramai di media sosial setelah akun resmi Damkar Tuban mengunggahnya. Seorang petani di Kecamatan Merakurak mengirim pesan WhatsApp dan memohon bantuan karena lahannya mulai mengering.
“Bisa nyiram jagung pak. Niki dangu boten jawah (ini sudah lama tidak hujan). Jagunge alum pak (tanaman jagung layu pak),” tulisnya.

Petugas damkar segera merespons. Namun, mereka menegaskan batas tugasnya. “Kami pemadam kebakaran. Saya doakan segera hujan nggeh,” balas petugas.

Permintaan Nyata, Tapi Bukan Tugasnya

.Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, membenarkan peristiwa itu terjadi pada Rabu (01/04/2026) di Kecamatan Merakurak. Ia menerima laporan langsung dari warga dan langsung mengecek situasinya “Iya saya dapat laporan dari warga seperti itu minta bantuan kami menyiram lahan jagung,” ujarnya.

Ia juga mengaku terkejut. Sepanjang pengalamannya, belum pernah ada warga yang meminta damkar menyiram tanaman. Petani itu bahkan hanya meminta petugas menyiram lahannya sendiri.

Ini Belum Selesai

Warung Mi dan Babi Sukoharjo Dibakar, 12 Saksi Diperiksa Polisi

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

Namun, Sutaji tetap menegaskan bahwa damkar memiliki fokus utama menangani kebakaran dan situasi darurat yang mengancam keselamatan.

Dari Tikus Mati sampai Ponsel Hilang

Menariknya, kejadian seperti ini bukan yang pertama. Damkar Tuban sering menerima laporan di luar dugaan.

Petugas pernah membantu warga yang menemukan tikus mati di mesin cuci. Mereka juga pernah melacak ponsel hilang hingga berhasil menemukan orang yang memegangnya.

Sutaji bahkan punya cara unik untuk menyelesaikan masalah sederhana.
“Coba cari warung, beli rokok nanti kasih warga lewat, suruh ambilkan tikusnya,” katanya.

Selain itu, warga juga pernah meminta bantuan karena cincin tersangkut, hingga luka akibat dicakar kucing. Dalam situasi seperti ini, petugas tetap turun tangan karena menyangkut keselamatan.

Di Balik Cerita “Aneh”, Ada Krisis Nyata

Sekilas, permintaan menyiram jagung terdengar lucu. Tapi kalau dilihat lebih dalam, ada masalah serius di baliknya kemarau panjang membuat petani kehabisan pilihan.

Ketika sistem irigasi tak berjalan maksimal, warga mulai mencari bantuan ke instansi yang paling mudah dihubungi. Dan damkar menjadi salah satu yang paling responsif.

Karena itu, Sutaji menyarankan agar warga menghubungi pihak yang lebih relevan seperti pemerintah desa atau dinas pertanian untuk solusi jangka panjang.

“Call center kita mudah digunakan kita siap merespons sesuai tugas pokok dan fungsi,” tegasnya.

Masalahnya sekarang bukan lagi soal permintaan yang aneh. Tapi soal bagaimana negara merespons kebutuhan kecil yang berdampak besar.

Kalau hujan tak kunjung turun, dan petani mulai kehilangan harapan siapa yang seharusnya lebih dulu datang?. @teguh

Tags: damkarDaruratfokusHujanIrigasikebakaranKeselamatanpemerintahPetaniPetugasRespon

Kamu Melewatkan Ini

Hari ke-7, Petugas Masih Kejar Titik Panas TPA Putri Cempo

Hari ke-7, Petugas Masih Kejar Titik Panas TPA Putri Cempo

by eko
September 8, 2026

Hari ke-7 kebakaran TPA Putri Cempo Solo, api mulai reda. Petugas masih membasahi dan memantau titik panas untuk mencegah api...

Sengketa Lahan Berujung Denda Rp3 Miliar, Petani Bayar dengan Hasil Bumi

Sengketa Lahan Berujung Denda Rp3 Miliar, Petani Bayar dengan Hasil Bumi

by dimas
Agustus 16, 2026

Tiga petani di Mukomuko menghadapi denda Rp3 miliar akibat sengketa lahan dan membayarnya dengan ubi, pisang, kelapa, serta hasil gotong...

Rp1,6 Triliun Sudah Turun, Kenapa Sawah Belum Bergerak?

Rp1,6 Triliun Sudah Turun, Kenapa Sawah Belum Bergerak?

by teguh
Agustus 7, 2026

Musim tanam tidak pernah menunggu rapat koordinasi selesai. Sawah juga tidak peduli apakah dokumen administrasi sudah lengkap atau belum. Ketika...

Next Post
Bayi Harus Dijemur? Nggak Selalu, Ini Cara Aman Penuhi Vitamin D

Bayi Harus Dijemur? Nggak Selalu, Ini Cara Aman Penuhi Vitamin D

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id