Kamis, September 17, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bayi Harus Dijemur? Nggak Selalu, Ini Cara Aman Penuhi Vitamin D

by teguh
Mei 8, 2026
in Health, Life
A A
Home Life Health
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Health – Masih sering lihat bayi “dijemur” di pagi hari? Banyak orang tua masih percaya cara ini ampuh memenuhi vitamin D. Tapi sekarang, pertanyaannya berubah apakah cara itu masih relevan, atau justru menyimpan risiko?

Lewat unggahan resminya, Ikatan Dokter Anak Indonesia menegaskan satu hal penting “Cara memenuhi kebutuhan vitamin D anak kini tidak lagi bergantung pada paparan sinar matahari semata.”

Kebiasaan Lama, Tapi Nggak Selalu Akurat

Selama bertahun-tahun, orang tua mengandalkan sinar matahari untuk membantu tubuh bayi memproduksi vitamin D. Nutrisi ini memang berperan penting mulai dari memperkuat tulang, membantu penyerapan kalsium, hingga menjaga daya tahan tubuh.

Tapi sekarang, ilmu kesehatan memberi catatan baru. Produksi vitamin D dari matahari tidak bekerja secara konsisten. Banyak faktor ikut menentukan waktu, cuaca, lokasi, warna kulit, hingga luas kulit yang terpapar.

Akibatnya, orang tua tidak bisa memastikan hasilnya.

Ini Belum Selesai

Suplemen Otak Tak Bikin Pintar Instan

Anak Krakatau Erupsi, Ini Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan

Melalui unggahan Instagram resmi @idai_ig pada Sabtu (04/04/2026), IDAI menegaskan bahwa cara memenuhi kebutuhan vitamin D anak kini tidak lagi bergantung pada paparan sinar matahari semata.

IDAI menyoroti masalah ini dengan jelas “Proses pembentukan vitamin D dari sinar matahari sangat dipengaruhi banyak faktor, sehingga hasilnya tidak selalu bisa dipastikan.”

Masalahnya: Nggak Semua Sinar Itu Aman

Tubuh memang membutuhkan sinar UVB. Tapi kulit bayi belum siap menerima paparan langsung.

Kulit mereka masih tipis dan sensitif. Paparan berlebih bisa merusak jaringan kulit dan meningkatkan risiko penyakit di masa depan.

IDAI bahkan mengingatkan secara tegas “Bayi di bawah enam bulan disarankan untuk tidak terkena sinar matahari langsung.”

Sebagai gantinya, orang tua bisa langsung melakukan langkah aman:

  • memakaikan baju tertutup
  • menambahkan topi pelindung
  • menjaga bayi tetap di tempat teduh

Langkah sederhana ini langsung menurunkan risiko tanpa harus “mengandalkan” matahari.

Suplemen Jadi Solusi yang Lebih Pasti

Alih-alih menebak-nebak dari paparan sinar, IDAI mendorong orang tua menggunakan pendekatan yang lebih terukur.

Rekomendasinya jelas:

  • Bayi di bawah 12 bulan: 400 IU vitamin D per hari
  • Anak di atas 1 tahun: 600 IU per hari

IDAI juga menekankan bahwa semua bayi tetap membutuhkan tambahan ini, termasuk yang mengonsumsi ASI.

“Rekomendasi ini berlaku untuk semua bayi, termasuk yang mendapatkan ASI eksklusif maupun sebagian.”

Dengan suplemen, orang tua bisa memastikan kebutuhan terpenuhi tanpa bergantung pada kondisi lingkungan.

Kalau Terpapar Matahari, Harus Diatur

Matahari tetap punya manfaat. Tapi sekarang, orang tua perlu mengelola paparan, bukan sekadar mengejarnya.

Untuk bayi di atas enam bulan:

  • oleskan sunscreen 15–30 menit sebelum keluar
  • ulangi setiap dua jam atau setelah berkeringat
  • pilih produk khusus kulit sensitif

Kalau muncul iritasi, orang tua sebaiknya langsung menghentikan pemakaian dan berkonsultasi.

Dari Tradisi ke Kesadaran Baru

Dulu, orang tua menjemur bayi karena percaya itu yang terbaik. Sekarang, pengetahuan berkembang dan cara merawat anak ikut berubah.

IDAI merangkum perubahan ini dengan tegas “Pendekatan yang lebih terukur seperti suplementasi menjadi pilihan yang lebih disarankan.”

Artinya jelas kita tidak lagi harus bergantung pada kebiasaan lama.

Closing Tabooo

Kamu mungkin tumbuh dengan kebiasaan “dijemur pagi”. Tapi sekarang, kamu punya pilihan yang lebih aman dan pasti untuk anakmu.

Jadi, pertanyaannya sederhana masih mau ikut tradisi, atau mulai percaya pada sains?. @teguh

Tags: bayiCuacaInstagramNutrisiResikoSensitif

Kamu Melewatkan Ini

LinkedIn Isinya “Saya Bangga Mengumumkan” Dan Gen Z Mengatakan: Skip Dulu, Kak.

LinkedIn Isinya “Saya Bangga Mengumumkan” Dan Gen Z Mengatakan: Skip Dulu, Kak.

by teguh
Juli 26, 2026

Ketika "Open to Work" seperti yang ada di Linkedin kalah pamor dari "Close Friends". Dunia kerja tak lagi dimulai dari...

Gen Z Menggeser LinkedIn: Dunia Kerja Resmi Masuk Era Algoritma

Gen Z Menggeser LinkedIn: Dunia Kerja Resmi Masuk Era Algoritma

by teguh
Juli 26, 2026

Terlepas dari tampilannya, dunia kerja sedang mengalami perubahan besar. Dunia Kerja Resmi Masuk Era Algoritma. Dulu, satu profil LinkedIn yang...

Singkong Keju: Murah di Ladang, Mahal di Etalase, Berbahaya di Dapur

Singkong Keju: Murah di Ladang, Mahal di Etalase, Berbahaya di Dapur

by Anisa
Mei 2, 2026

Aroma gurih singkong keju terasa sederhana, tapi ceritanya tidak sesederhana itu. Harga melonjak, branding terlihat meyakinkan, namun dapur di baliknya...

Next Post
Agen Ilegal: Turis Ditelantarkan, Labuan Bajo Tidak Baik-Baik Saja?

Agen Ilegal: Turis Ditelantarkan, Labuan Bajo Tidak Baik-Baik Saja?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id