Rabu, September 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Anak Krakatau Erupsi, Ini Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan

by dimas
September 8, 2026
in Health, Life
A A
Home Life Health
Share on Facebook
Share on Twitter
Anak Krakatau erupsi, abu vulkanik dapat mengganggu mata dan pernapasan. Kenali risikonya dan cara melindungi kesehatan dari paparan abu.

Tabooo.id – Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian pada awal September 2026. Selain mengganggu aktivitas di sekitar Selat Sunda, material vulkanik yang terbawa angin juga perlu diwaspadai karena bisa mengganggu kesehatan.

Masalahnya, abu vulkanik bukan sekadar debu yang mengotori rumah atau kendaraan. Partikel halusnya dapat mengiritasi mata, kulit, hidung, tenggorokan, hingga saluran pernapasan.

Bagi orang dengan asma atau penyakit paru dan jantung, risikonya bisa lebih serius. Karena itu, masyarakat di wilayah yang terdampak perlu mengurangi paparan dan mengikuti arahan otoritas.

Mata Bisa Merah dan Perih

Mata menjadi salah satu bagian tubuh yang paling mudah terkena abu vulkanik.

Paparan dapat membuat mata merah, perih, berair, dan sensitif terhadap cahaya. Partikel yang lebih kasar juga dapat menggores permukaan mata.

Ini Belum Selesai

Suplemen Otak Tak Bikin Pintar Instan

Delapan WNI di Tengah Kabut Perang Rusia-Ukraina

Jika abu masuk ke mata, jangan langsung digosok. Bilas menggunakan air bersih dan hindari menguceknya.

Jika nyeri, kemerahan, gangguan penglihatan, atau sensitif terhadap cahaya terus berlanjut, segera cari pertolongan medis.

Paru-Paru Jadi Titik Rawan

Risiko yang lebih serius muncul ketika abu terhirup.

Partikel vulkanik dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Keluhannya bisa berupa batuk, tenggorokan terasa mengganjal, mengi, hingga kesulitan bernapas.

CDC menyebut inhalasi abu dan gas vulkanik dapat membahayakan kesehatan. Kelompok yang lebih rentan mencakup anak-anak, penderita asma, serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung.

Karena itu, aktivitas fisik di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika paparan abu meningkat. Semakin berat aktivitas, semakin cepat seseorang bernapas.

Akibatnya, lebih banyak partikel berpotensi masuk ke saluran pernapasan.

N95 Lebih Masuk Akal daripada Sekadar Masker Biasa

Jika harus keluar rumah atau membersihkan abu, perlindungan pernapasan menjadi penting.

CDC merekomendasikan respirator N95 yang terpasang rapat pada wajah untuk membantu melindungi paru-paru dari partikel abu vulkanik.

Namun, pemakaian yang benar juga penting. N95 harus membentuk penutup yang rapat agar perlindungannya bekerja optimal.

Selain itu, gunakan kacamata pelindung, pakaian berlengan panjang, celana panjang, dan sarung tangan saat membersihkan abu.

Jangan Bikin Abu Terbang Lagi

Ada kesalahan sederhana yang sering dilakukan saat membersihkan rumah.

Abu kering sebaiknya tidak disapu atau dikibas sembarangan. Tindakan itu bisa membuat partikel kembali beterbangan dan meningkatkan risiko terhirup.

Pembasahan dapat membantu mengurangi abu yang beterbangan ketika permukaan dibersihkan. Gunakan respirator dan pelindung mata selama proses tersebut.

CDC juga menyarankan menutup pintu dan jendela serta mematikan sistem pendingin atau kipas yang menarik udara dari luar ketika abu mulai masuk ke rumah.

Ini Dampaknya Buat Kamu

Erupsi gunung bukan hanya soal lava, letusan, atau kepulan asap yang terlihat dari jauh.

Bahayanya juga bisa datang dalam bentuk partikel yang nyaris tidak terasa ketika masuk ke rumah dan terhirup.

Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan informasi mengenai arah sebaran abu, kualitas udara, serta instruksi keselamatan dari otoritas terkait.

Jangan hanya menunggu sampai mata perih atau napas mulai sesak.

Ini Bukan Sekadar Abu. Ini Soal Paparan.

Abu vulkanik sering terlihat seperti debu biasa. Padahal, cara tubuh meresponsnya berbeda.

Itulah bagian yang sering luput dari perhatian. Bahaya tidak selalu terlihat dramatis. Kadang, ancamannya justru datang sebagai partikel kecil yang masuk bersama udara.

Jika setelah terpapar muncul sesak napas, nyeri dada, kesulitan bernapas, atau gangguan mata yang menetap, segera cari pertolongan medis.

Pada akhirnya, menghadapi erupsi bukan cuma soal menjauh dari gunung.

Ini juga soal tahu apa yang masuk ke paru-paru, mata, dan tubuh kita ketika abu mulai turun.

Jadi, kalau Anak Krakatau kembali mengirim abu, jangan perlakukan seperti debu biasa. Lindungi napasmu lebih dulu. @dimas

Tags: Abu VulkanikAnak KrakatauErupsi Gunung ApiKesehatan Pernapasan

Kamu Melewatkan Ini

Doa dan Lilin Jurnalis Solo untuk 5 Rekan Hilang di Anak Krakatau

Doa dan Lilin Jurnalis Solo untuk 5 Rekan Hilang di Anak Krakatau

by dimas
September 15, 2026

Jurnalis Solo menggelar doa dan menyalakan lilin untuk lima rekan yang hilang saat perjalanan menuju kawasan Anak Krakatau. Tabooo.id: Surakarta...

Sinyal Telepon Ada, Manusianya Belum: Misteri 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Sinyal Telepon Ada, Manusianya Belum: Misteri 8 Orang Hilang di Selat Sunda

by teguh
September 13, 2026

Sinyal telepon ada memberi satu petunjuk penting dalam pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di perairan Selat...

Sinyal Ada, Delapan Orang Belum Ditemukan: Pencarian Masuk Hari Kelima

Sinyal Ada, Delapan Orang Belum Ditemukan: Pencarian Masuk Hari Kelima

by teguh
September 13, 2026

Delapan orang masih hilang setelah rombongan lima jurnalis dan tiga kru speedboat berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju kawasan...

Next Post
Hari Literasi Internasional: Bisa Membaca, Tapi Benarkah Paham?

Hari Literasi Internasional: Bisa Membaca, Tapi Benarkah Paham?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id