Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sinyal Ada, Delapan Orang Belum Ditemukan: Pencarian Masuk Hari Kelima

by teguh
September 13, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Delapan orang masih hilang setelah rombongan lima jurnalis dan tiga kru speedboat berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin, 07/09/2026. Memasuki hari kelima pencarian, Sabtu, 12/09/2026, Komdigi menemukan petunjuk dari jaringan telekomunikasi. Titik kontak terakhir rombongan terdeteksi di sekitar Pulau Sebesi.

Tabooo.id: Pandenglang – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan tiga operator seluler untuk menelusuri aktivitas jaringan di sekitar Selat Sunda. Tim memantau BTS yang berada di wilayah Banten dan Lampung melalui Balai Monitoring Frekuensi yang ada di kedua wilayah tersebut untuk mencari delapan orang yang hilang.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan perkembangan itu di Posko SAR Carita, Pandeglang, Sabtu 12/09/2026.

“Kalau di Kominfo kita sudah berkoordinasi dengan operator seluler, tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung melalui Balai Monitoring Frekuensi yang ada di Banten dan Lampung.”

Sinyal Menunjuk Sebesi, SAR Tetap Verifikasi

Komdigi memeriksa sinyal yang tertangkap jaringan telekomunikasi di sekitar wilayah pencarian. Operator seluler kemudian menyerahkan data tersebut kepada Tim SAR untuk membantu proses pencarian.

Nezar mengatakan data jaringan menunjukkan kontak terakhir di Pulau Sebesi.

“Dari opsel kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi itu.”

Komdigi bersama Tim SAR masih memantau dan memverifikasi data tersebut. Pemerintah belum menyatakan titik kontak itu sebagai lokasi pasti keberadaan delapan orang yang hilang.

Ini Belum Selesai

Pajak Pembalut: Ketika Kebutuhan Biologis Dikenai Pajak

Banjir Aceh Barat Rendam 12 Desa, Dua Sungai Meluap, Infrastruktur Mulai Rusak

Nezar meminta masyarakat menunggu perkembangan dari tim yang menjalankan operasi pencarian.

“Kita terus memantau, terus mencari, dan sama-sama kita berdoa rekan-rekan sekalian dan juga kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar proses pencarian ini kita semua diberikan kekuatan dan kita bisa menemukan delapan warga kita yang sekarang berada di perairan Selat Sunda.”

14 Kapal dan Satu Helikopter Menyisir Selat Sunda

Tim SAR Gabungan memperluas operasi pada hari kelima pencarian. Sebanyak 14 kapal dan satu helikopter bergerak menyisir sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi keberadaan rombongan.

Tim SAR mengolah berbagai data untuk menentukan wilayah penyisiran. Informasi jaringan telekomunikasi dari Komdigi turut masuk dalam bahan pencarian tersebut.

Nezar menjelaskan pengerahan armada itu.

“Ada 14 kapal yang bergerak dan ditambah dengan satu heli untuk mencari titik-titik yang dalam data-data yang diproses oleh tim SAR itu diduga mungkin ada potensi-potensi kapal tersebut berada.”

Tim SAR terus memberi perhatian terhadap wilayah Pulau Sebesi. Namun, hingga Sabtu, 12/09/2026, pemerintah belum mengumumkan penemuan delapan orang yang hilang tersebut.

Delapan Orang Yang Hilang: Lima Jurnalis dan Tiga Kru Masih Dicari

Rombongan terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1.

Lima jurnalis tersebut yakni:

  • M. Bagus Khoirunnas, jurnalis ANTARA;
  • Ari Basuki, jurnalis Merdeka;
  • Yudhis, jurnalis iNews;
  • Daus, jurnalis Anadolu Agency;
  • Donal, pewarta freelance.

Tiga kru speedboat terdiri atas Warta (55) sebagai kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin, 07/09/2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan.

Setelah itu, komunikasi dengan rombongan terputus. Tim SAR kemudian menjalankan operasi pencarian di perairan Selat Sunda.

Informasi Resmi Jadi Pegangan

Perkembangan pencarian memunculkan berbagai informasi mengenai kemungkinan lokasi rombongan. Pemerintah meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan dari informasi yang belum melalui proses verifikasi.

Nezar menegaskan Komdigi terus melakukan pemantauan dan pengecekan bersama pihak yang terlibat dalam operasi SAR.

“Kita monitoring terus dan melakukan cek dan re-cek. Jadi memang sebaiknya informasi-informasi yang diterima adalah informasi resmi dari tim yang bekerja, yang mencari delapan warga yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda ini.”

Sampai Sabtu, 12 September 2026, delapan orang masih dalam pencarian. Tim SAR terus menyisir wilayah operasi dengan dukungan 14 kapal dan satu helikopter.

Komdigi juga terus memantau jaringan telekomunikasi untuk mencari petunjuk tambahan. Sinyal terakhir menunjuk Pulau Sebesi. Namun, pencarian belum menemukan delapan orang tersebut. @teguh

Tags: Anak KrakatauBasarnasGunung Anak KrakatauJurnalis HilangJurnalismeKomdigiNezar PatriaPulau SebesiSARSelat Sunda

Kamu Melewatkan Ini

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Status Siaga: Radius 5 Km Rawan Bahaya

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Status Siaga: Radius 5 Km Rawan Bahaya

by teguh
Oktober 31, 2026

Gunung Anak Krakatau erupsi kembali kejadian ini pada Sabtu 31/10/2026 pukul 18.30 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),...

Jangkauan Menyusut, Kepercayaan Ikut Tergerus: Siapa Yang Mengawasi Algoritma?

Jangkauan Menyusut, Kepercayaan Ikut Tergerus: Siapa Yang Mengawasi Algoritma?

by teguh
Oktober 21, 2026

Dugaan shadowban konten karhutla membuka persoalan tentang transparansi platform, ketergantungan kreator, dan akses publik terhadap informasi. Jadi siapa yang mengawasi...

Komdigi Bantah Shadowban Konten Karhutla, Mengapa Views Kreator Turun?

Komdigi Bantah Shadowban Konten Karhutla, Mengapa Views Kreator Turun?

by teguh
Oktober 21, 2026

Komdigi menegaskan tidak pernah meminta platform membatasi konten kebakaran hutan. Namun, perbedaan pengalaman kreator memunculkan pertanyaan tentang transparansi algoritma media...

Next Post
Demo Dibayar? Polisi Bongkar Rantai Dana Kerusuhan Pejompongan

Demo Dibayar? Polisi Bongkar Rantai Dana Kerusuhan Pejompongan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id