Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

OTT Episode 9: Serial Korupsi yang Sepertinya Tidak Pernah Tamat

by dimas
Maret 13, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan korupsi di Indonesia dibuat seperti serial streaming. Setiap beberapa minggu muncul episode baru. Plotnya hampir sama: pejabat, proyek, uang tunai, lalu plot twist di akhir operasi tangkap tangan.

Bedanya cuma lokasi dan nama pemain.

Tahun 2026 bahkan belum genap tiga bulan. Namun Komisi Pemberantasan Korupsi sudah merilis sembilan “episode” OTT. Publik pun kembali menyaksikan drama yang terasa familier uang ditemukan, pejabat diperiksa, lalu status hukum menunggu pengumuman.

Episode terbaru datang dari Cilacap.

Malam yang Berujung OTT

Penyidik KPK menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman bersama 26 orang lainnya dalam operasi tangkap tangan pada Jumat (13/3/2026). Tim penyidik juga mengamankan sejumlah uang tunai yang diduga berkaitan dengan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Ini Belum Selesai

Seblak Pedas, Burnout, dan Perempuan Modern

Katanya Reformasi Polri Total, Tapi Kenapa Praktik Lama Belum Benar-Benar Hilang?

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penyidik masih menghitung jumlah uang tersebut. Karena proses penghitungan masih berjalan, KPK belum mengumumkan nilai pastinya kepada publik.

“Barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini salah satunya berupa uang tunai,” jelas Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Seluruh uang yang diamankan menggunakan mata uang rupiah. Namun penyidik masih memverifikasi jumlahnya sebelum merilis angka resmi.

“Untuk jumlahnya nanti kami akan update kembali. Prosesnya masih berjalan,” tambahnya.

Sesuai aturan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang ditangkap, termasuk kepala daerah yang kini menjalani pemeriksaan.

Dalam hitungan satu hari, nasib politik seseorang bisa berubah drastis.

Tahun Baru, Kasus Lama

Penangkapan Bupati Cilacap menambah daftar panjang operasi tangkap tangan sepanjang 2026. Hingga pertengahan Maret, KPK sudah melakukan sembilan OTT.

Awal tahun langsung dibuka dengan kasus suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara pada 9-10 Januari 2026. Dalam operasi itu, penyidik menangkap delapan orang yang diduga terlibat dalam praktik suap terkait pemeriksaan pajak.

Beberapa hari kemudian, KPK menahan Wali Kota Madiun Maidi dalam kasus dugaan pemerasan yang berkaitan dengan proyek pemerintah serta dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Pada hari yang sama, penyidik juga menangkap Bupati Pati Sudewo. Kasusnya berkaitan dengan dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.

Februari datang tanpa jeda.

KPK mengungkap dugaan korupsi restitusi pajak di KPP Madya Banjarmasin pada 4 Februari 2026. Di hari yang sama, penyidik juga membongkar kasus impor barang tiruan yang melibatkan pejabat Bea Cukai.

Sehari kemudian, operasi tangkap tangan kembali terjadi dalam perkara sengketa lahan di lingkungan Pengadilan Negeri Depok. Kasus ini menyeret sejumlah pejabat pengadilan dan pihak swasta.

Memasuki Maret, rangkaian OTT belum juga berhenti.

Pada 3 Maret 2026, KPK menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing serta proyek lainnya.

Seminggu kemudian, penyidik kembali menangkap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dalam kasus suap proyek di lingkungan pemerintah daerah.

Kini, Cilacap menjadi titik terbaru dalam rangkaian panjang tersebut.

Cerita yang Terlalu Familiar

Melihat pola yang berulang, publik sering merasa seperti menonton ulang episode lama dengan judul baru.

Proyek pemerintah muncul.
Transaksi diam-diam terjadi.
Uang berpindah tangan.
KPK datang dengan OTT.

Alurnya terasa seperti template.

Nama daerah berganti. Jabatan berbeda. Nilai uang berubah. Namun pola ceritanya tetap sama.

Awalnya setiap penangkapan terasa mengejutkan. Tetapi semakin sering kasus muncul, sebagian publik mulai bereaksi dengan cara yang berbeda.

Notifikasi berita muncul di ponsel.

“Oh, OTT lagi.”

Scroll.
Lanjut minum kopi.

Padahal setiap kasus korupsi selalu menyangkut anggaran publik, proyek pembangunan, dan uang yang seharusnya kembali kepada masyarakat.

Serial yang Belum Punya Ending

Tahun 2026 masih panjang. Kalender masih menyimpan banyak tanggal kosong. Sementara itu, KPK terus bekerja membongkar praktik korupsi di berbagai daerah.

Publik tentu berharap jumlah OTT tidak terus bertambah seperti episode serial tanpa akhir.

Sebab jika ritmenya tetap seperti sekarang, kita mungkin tidak lagi menghitung OTT sebagai peristiwa luar biasa.

Kita akan menghitungnya seperti episode.

Dan sayangnya, serial ini belum menunjukkan tanda-tanda akan tamat. @dimas

Tags: Bupati CilacapKasusKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumNasionalottPejabatPemberantasanPolitik IndonesiaSosial & Publiktransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Amir Syarifuddin: Tokoh yang Terlalu Rumit untuk Sejarah Indonesia?

Amir Syarifuddin: Tokoh yang Terlalu Rumit untuk Sejarah Indonesia?

by jeje
Mei 13, 2026

Amir Syarifuddin bukan tokoh yang mudah dijelaskan dalam satu kalimat. Ia pernah menjadi Perdana Menteri kedua Republik Indonesia, memimpin perlawanan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

by Tabooo
Mei 12, 2026

Amir Syarifuddin pernah menjadi Perdana Menteri Republik Indonesia, tetapi namanya lebih sering muncul dalam bayang-bayang PKI dan Peristiwa Madiun 1948....

Next Post
Tenang dan Mematikan: Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Swiss Open 2026

Tenang dan Mematikan: Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Swiss Open 2026

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id