Tabooo.id: Sports – Suasana di St. Jakobshalle, Basel, sempat menegang saat pertandingan dimulai. Wakil Hong Kong, Jason Gunawan, langsung menekan lebih dulu. Dua poin cepat ia curi di awal gim pertama. Namun satu hal segera terlihat Alwi Farhan tidak panik.
Pemain muda Indonesia itu justru merespons dengan cara paling sederhana menaikkan tempo permainan dan menekan balik. Dalam hitungan menit, skor berbalik menjadi 3-2. Sejak saat itu, Alwi mengambil alih kendali pertandingan.
Momentum itu menjadi awal perjalanan Alwi menuju semifinal Swiss Open 2026.
Kontrol Permainan yang Matang
Setelah membalikkan keadaan, Alwi tampil semakin percaya diri. Ia mengatur ritme reli dengan tenang dan memaksa Jason terus bergerak dari sudut ke sudut lapangan.
Pada interval gim pertama, Alwi sudah memimpin 11-8.
Keunggulan itu terus ia jaga hingga akhir gim. Smash tajam dan penempatan bola yang cerdas membuat Jason kesulitan mengejar ritme. Gim pertama pun berakhir dengan skor 21-14 untuk Alwi.
Memasuki gim kedua, pertandingan kembali dimulai dengan tekanan dari Jason. Wakil Hong Kong itu sempat unggul di awal reli. Namun sekali lagi Alwi menunjukkan kedewasaan permainan.
Ia meningkatkan agresivitas serangan dan mulai mengontrol tempo pertandingan. Ketika interval gim kedua tiba, Alwi sudah unggul 11-7.
Setelah itu, pemain berusia 20 tahun tersebut bermain semakin rapi. Ia menjaga fokus, menghindari kesalahan sendiri, dan memanfaatkan setiap peluang yang muncul.
Pertandingan akhirnya ditutup dengan skor 21-15. Kemenangan dua gim langsung ini memastikan Alwi melangkah ke semifinal.
Tantangan Besar Bernama Li Shifeng
Di babak berikutnya, Alwi tidak akan mendapat jalan mudah.
Ia akan menghadapi unggulan pertama asal China, Li Shifeng. Pemain tersebut lebih dulu memastikan tiket semifinal setelah mengalahkan wakil Taiwan Wang Po Wei dengan skor 8-12, 21-11, 21-15.
Li Shifeng dikenal sebagai pemain dengan permainan stabil dan disiplin tinggi. Ia kuat dalam reli panjang dan jarang membuat kesalahan sendiri. Artinya, duel semifinal nanti akan menjadi ujian besar bagi Alwi.
Harapan Baru dari Generasi Muda
Kemenangan ini membawa makna lebih dari sekadar tiket semifinal.
Di usia 20 tahun, Alwi Farhan menunjukkan kualitas yang membuat banyak penggemar bulu tangkis Indonesia mulai berharap.
Ia bermain tenang saat tertinggal. Ia tidak terburu-buru saat unggul. Ia juga mampu menutup pertandingan dengan disiplin tinggi.
Semifinal melawan Li Shifeng mungkin akan menjadi salah satu laga terberat dalam karier mudanya. Namun satu hal sudah jelas.
Di Basel malam itu, Alwi Farhan tidak hanya memenangkan pertandingan. Ia juga mengirim pesan bahwa generasi baru bulu tangkis Indonesia siap menantang siapa pun di panggung dunia. @teguh





