Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Ditahan Vietnam, Indonesia Kehilangan Tiket Semifinal

April 20, 2026
in News, Sports
A A
Home News
Share on FacebookShare on Twitter
Satu poin yang terlihat kecil ternyata membawa luka besar. Timnas U17 Indonesia gagal melangkah ke semifinal ASEAN U17 Boys Championship 2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Vietnam di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (19/04/2026). Di laga hidup-mati, Garuda Asia berjuang keras, tetapi pintu berikutnya tetap tertutup.

Tabooo.id: Sports – Indonesia membutuhkan kemenangan untuk menjaga napas di turnamen ini. Namun, hasil imbang membuat skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto hanya mengoleksi empat poin dan finis di posisi ketiga Grup A.

Sebaliknya, Vietnam datang dengan rencana yang matang. Mereka cukup mengambil satu poin, lalu pulang sebagai pemuncak grup dengan tujuh angka.

Ironisnya, kadang sepak bola tidak runtuh karena kalah. Ia runtuh karena gagal menang saat waktu paling menentukan datang.

Vietnam Menekan Sejak Awal

Sejak menit pertama, Vietnam langsung menguasai ritme pertandingan. Mereka menekan tinggi, memaksa Indonesia bertahan dalam blok rendah, dan membuat aliran bola Garuda Asia terputus.

Dua peluang emas pun lahir cepat. Salah satunya datang dari Nguyen Ngoc Anh Hao pada menit kedelapan. Namun, kiper Abdillah Ishak tampil sigap dan menyelamatkan Indonesia dari kebobolan dini.

BacaJuga

Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Golkar Berduka Minta Publik Tak Terpancing

AS dan Iran Kembali Berunding, Tapi Dunia Tak Yakin Perang Akan Berakhir

“Penjaga gawang besar hadir di momen besar,” kata Gianluigi Buffon dalam wawancara UEFA, 15/06/2023. Abdillah menunjukkan makna kalimat itu.

Tanpa reaksinya, malam ini mungkin berakhir jauh lebih pahit.

Indonesia Bangun Perlahan

Setelah melewati tekanan awal, Indonesia mulai menemukan ritme. Memasuki menit ke-30, tempo Vietnam menurun dan Garuda Asia mulai berani keluar menyerang.

Chico Jericho sempat menciptakan ancaman lewat bola yang mengarah ke gawang. Tetapi, kiper Xuan Hoa Ly masih terlalu tenang untuk ditaklukkan.

Masalahnya, keberanian menyerang belum berubah menjadi peluang bersih. Indonesia hadir di area lawan, tetapi belum benar-benar mengguncang.

“Penguasaan wilayah belum tentu penguasaan pertandingan,” ujar Arsene Wenger dalam forum FIFA Technical Study Group, 21/11/2022.

Babak Kedua: Harapan Muncul, Lalu Menguap

Memasuki babak kedua, duel berjalan lebih seimbang. Indonesia tampil lebih rapi dan lebih berani menekan. Vietnam masih menguasai bola, tetapi tidak lagi seagresif babak pertama.

Momentum terbaik Indonesia datang pada menit ke-63. Girly Andrade melepaskan tembakan jarak jauh yang melayang tipis di atas mistar.

Stadion sempat menahan napas. Harapan sempat naik. Tetapi sepak bola tak pernah memberi hadiah untuk peluang nyaris jadi gol.

Setelah itu, Vietnam menurunkan tempo. Mereka tahu hasil imbang cukup untuk lolos. Indonesia terus mendorong, namun pertahanan lawan tetap disiplin.

Pelajaran Pahit untuk Garuda Asia

Di menit-menit akhir, Indonesia menyerang dengan tenaga terakhir. Vietnam bertahan dengan kepala dingin. Kedua kiper tampil penting sampai peluit panjang berbunyi.

Kurniawan Dwi Yulianto pernah mengatakan, “Pemain muda harus belajar menang, tetapi juga harus belajar bangkit saat gagal” (agenda pembinaan usia muda, 12/08/2024).

Kalimat itu kini terasa sangat dekat.

Ini Bukan Sekadar Tersingkir

Indonesia memang tersingkir. Itu fakta. Namun, cerita besarnya bukan hanya soal hasil. Cerita besarnya adalah tentang tim muda yang punya semangat, tetapi masih perlu ketajaman, ketenangan, dan kematangan saat laga menentukan datang.

Turnamen ini selesai. Tetapi pekerjaan rumah baru saja dimulai.

Sebab di level muda, kekalahan bukan akhir. Kekalahan adalah cermin. Dan malam ini, cermin itu memantulkan banyak hal. @teguh

Tags: ASEAN U17 Boys Championship 2026AsiaGarudaGelora DeltaIndonesiaKetiga Grup APosisiSemifinalSidoarjoStadionTersingkirUEFAVietnam

REKOMENDASI TABOOO

EPA U-20 Ricuh: Akademi Mencetak Talenta, Tapi Gagal Mengendalikan Emosi

EPA U-20 Ricuh: Akademi Mencetak Talenta, Tapi Gagal Mengendalikan Emosi

by teguh
April 20, 2026

Sepak bola usia muda seharusnya menjadi ruang belajar. Tempat pemain ditempa, jatuh, bangkit, lalu tumbuh. Namun di Stadion Citarum, Minggu,...

Harga Tembakau Madura Naik, Tapi Kuasa Masih di Tangan Pasar

Harga Tembakau Madura Naik, Tapi Kuasa Masih di Tangan Pasar

by teguh
April 20, 2026

Tabooo.id: Deep - Malam itu, Monumen Arek Lancor di Pamekasan tidak sekadar menampung acara silaturahmi. Tempat itu menampung kegelisahan lama...

Harga Pangan Global Naik Lagi, Siap-siap Lapar?

Harga Pangan Global Naik Lagi, Siap-siap Lapar?

by Naysa
April 18, 2026

Tabooo.id: Global – Harga pangan global kembali naik. Dan kali ini, sinyalnya datang dari dua arah yang berbeda tapi saling menguatkan....

Next Post
EPA U-20 Ricuh: Akademi Mencetak Talenta, Tapi Gagal Mengendalikan Emosi

EPA U-20 Ricuh: Akademi Mencetak Talenta, Tapi Gagal Mengendalikan Emosi

Recommended

BMKG Buka Suara: Hujan Ekstrem Jadi Pemicu Solo–Sukoharjo Tergenang

BMKG Buka Suara: Hujan Ekstrem Jadi Pemicu Solo–Sukoharjo Tergenang

April 15, 2026
Dari Chicago ke Indonesia: Apakah Buruh Benar-Benar Sudah Merdeka?

1 Mei dan Sejarah Buruh: Perjuangan yang Terus Berubah, Tapi Tak Pernah Hilang

April 18, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Patriarki Masih Dominan: Perempuan Harus Diam atau Melawan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id