• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Rabu, Maret 25, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Insiden Penembakan Pesawat Smart Air di Papua Selatan, Dua Kru Tewas

Februari 11, 2026
in Nasional, News
A A
Insiden Penembakan Pesawat Smart Air di Papua Selatan, Dua Kru Tewas

Pesawat Smart Air PK-SNR masih terparkir di Lapangan Terbang Korowai Batu, lokasi penembakan yang menewaskan dua awak pesawat, Rabu (11/2/2026) siang. (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pesawat Smart Air bernomor registrasi PK-SNR mendarat di Lapangan Terbang (Lapter) Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIT. Penerbangan dari Tanah Merah itu awalnya berlangsung normal. Namun ketenangan hanya bertahan beberapa detik.

Sesaat setelah roda menyentuh landasan, rentetan tembakan memecah udara. Peluru menghantam badan pesawat. Suasana tenang berubah menjadi kepanikan.

Di dalam kabin, 13 penumpang bersiap turun. Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra mengatakan pilot, kopilot, dan seluruh penumpang langsung keluar dari pesawat dan berlari menuju hutan di sekitar bandara untuk menyelamatkan diri.

“Sekitar pukul 13.00 WIT kami menerima informasi bahwa pilot dan kopilot meninggal dunia,” ujar Wisnu.

Dua awak pesawat itu kehilangan nyawa dalam serangan tersebut. Sementara itu, 13 penumpang selamat tanpa luka fisik.

Dikejar hingga Kehilangan Nyawa

Polisi menyebut kelompok bersenjata melepaskan tembakan tak lama setelah pesawat berhenti. Aparat menduga pelaku memang membidik pilot dan kopilot sejak awal.

Ketika kedua awak pesawat berlari ke arah hutan, para pelaku mengejar mereka. Polisi menyatakan kelompok itu menyeret keduanya kembali ke lapangan terbang lalu menghabisi nyawa mereka di area tersebut.

“Kami menduga pelaku mengejar korban ke hutan, kemudian membawa mereka kembali ke lapangan dan menghabisi nyawa keduanya di sana,” tambahnya.

Hingga kini, aparat TNI-Polri menjaga lokasi kejadian dan memperkuat pengamanan di sekitar bandara. Pesawat PK-SNR masih berada di landasan Korowai Batu. Polisi terus berkoordinasi untuk mengevakuasi korban serta mengantisipasi gangguan lanjutan.

Penerbangan Perintis di Bawah Tekanan

Serangan ini tidak hanya merenggut nyawa dua awak pesawat. Peristiwa tersebut juga mengguncang rasa aman warga pedalaman. Di wilayah seperti Korowai Batu, pesawat perintis menjadi penghubung utama antarwilayah.

Maskapai seperti Smart Air mengangkut penumpang, bahan pangan, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan pokok. Tanpa penerbangan rutin, warga kesulitan menjual hasil bumi, berobat ke kota, atau mengakses layanan pendidikan.

RelatedPosts

Sopir Diduga Mengantuk, Mikrobus Rombongan Wisata Kecelakaan di Banten

Penyiraman Aktivis KontraS, Empat Personel BAIS TNI Jalani Pemeriksaan

Jika maskapai menilai rute tertentu terlalu berbahaya, mereka bisa mengurangi jadwal atau menghentikan penerbangan. Keputusan itu langsung memukul ekonomi lokal. Harga barang bisa melonjak. Pasokan tersendat. Aktivitas warga ikut melambat.

Masyarakat pedalaman menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Mereka tidak memiliki banyak pilihan transportasi. Ketika pesawat berhenti terbang, jalur distribusi ikut terhenti.

Negara Hadapi Ujian Keamanan

Peristiwa ini kembali menguji komitmen negara dalam menjaga keamanan wilayah rawan konflik sekaligus melindungi layanan publik. Aparat tentu memburu pelaku dan meningkatkan pengamanan. Namun masyarakat menuntut jaminan yang lebih konkret: keselamatan bagi penerbangan sipil.

Kru penerbangan menjalankan tugas kemanusiaan dan ekonomi, bukan membawa agenda politik. Namun mereka tetap menghadapi risiko di lapangan. Ketika peluru menghantam pesawat sipil, dampaknya meluas jauh melampaui lokasi kejadian.

Bagi keluarga korban, tragedi ini meninggalkan luka mendalam. Bagi warga Boven Digoel dan sekitarnya, insiden ini menambah kecemasan tentang keberlanjutan pasokan kebutuhan sehari-hari.

Penerbangan perintis bukan sekadar alat transportasi. Ia menopang denyut ekonomi dan akses hidup masyarakat pedalaman. Ketika kekerasan menyasar kokpit, rasa aman ikut runtuh. Pertanyaannya kini sederhana namun mendesak sampai kapan pesawat sipil harus terbang di bawah ancaman senjata? @dimas

Tags: Boven DigoelKeselamatanKonflikPapua SelatanPedalamanPenembakanpenerbanganSmart AirTragediTransportasi
Next Post
THR 2026 Tetap Wajib, Menaker Buka Posko Pengaduan: Perusahaan Siap Bayar?

THR 2026 Tetap Wajib, Menaker Buka Posko Pengaduan: Perusahaan Siap Bayar?

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.