Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

by dimas
Desember 30, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Indonesia mengajukan gagasan besar untuk mengubah wajah SEA Games. Melalui Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC), Indonesia mendorong perluasan format pesta olahraga Asia Tenggara dengan mengundang negara di luar kawasan, termasuk Australia dan Selandia Baru. Inisiatif ini muncul sebagai respons atas kebutuhan meningkatkan kualitas kompetisi dan relevansi SEA Games di tingkat internasional.

Ketua KOI Raja Sapta Oktohari menyampaikan usulan tersebut dalam pertemuan di kantor NOC pada Rabu (24/12/2025). Ia menyebut ajang baru ini dengan nama SEA Games Plus, sebuah format yang diharapkan mampu membawa SEA Games melampaui batas regional Asia Tenggara.

Komunikasi Diplomasi Olahraga Mulai Dijalankan

Raja Sapta menjelaskan, Indonesia sudah membuka komunikasi awal dengan sejumlah negara untuk memperluas partisipasi. Selain 11 negara Asia Tenggara, Indonesia juga menjajaki keikutsertaan Bhutan serta beberapa negara Oseania seperti Australia, Selandia Baru, dan Fiji.

Menurutnya, SEA Games memiliki peluang besar berkembang menjadi ajang yang lebih kompetitif dan kredibel. Dengan perluasan peserta, kompetisi tidak lagi sekadar ajang regional, tetapi juga menjadi wadah peningkatan kualitas atlet menuju level dunia.

Jika rencana ini berjalan, edisi perdana SEA Games Plus akan berlangsung di Filipina pada 2028, setahun setelah SEA Games ke-34 di Malaysia.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Negara Kuat Datang, Standar Persaingan Naik

Australia dan Selandia Baru bukan sekadar peserta tambahan. Kedua negara tersebut dikenal sebagai kekuatan besar olahraga dunia. Pada Olimpiade Paris 2024, Australia finis di peringkat keempat klasemen medali dengan 18 emas, 19 perak, dan 16 perunggu. Selandia Baru menyusul di posisi ke-11 dengan 10 emas.

Raja Sapta berharap kehadiran negara-negara tersebut dapat mengangkat standar persaingan sekaligus menguji kesiapan atlet Asia Tenggara. Ia menilai, persaingan dengan negara kuat akan memberi tolok ukur nyata bagi atlet sebelum turun di Olimpiade dan kejuaraan dunia.

SEA Games Plus juga dirancang untuk memberi porsi lebih besar pada cabang olahraga Olimpiade, bukan cabang non-unggulan yang selama ini sering mendominasi.

Kritik Tersirat pada Pola Lama SEA Games

Raja Sapta tidak menutup mata terhadap persoalan klasik SEA Games. Ia menilai format lama kerap diwarnai kepentingan tuan rumah yang mengatur cabang olahraga demi gelar juara umum. Praktik tersebut, menurutnya, terjadi hampir di setiap penyelenggaraan.

“Semua tuan rumah ingin menjadi juara umum,” ujar Raja Sapta. Karena itu, Indonesia memilih bersikap lebih realistis dengan memprioritaskan cabang Olimpiade, mengingat ajang multievent membutuhkan biaya besar dan strategi jangka panjang.

Evaluasi SEA Games Thailand Jadi Latar Belakang

Pada SEA Games ke-33 di Thailand, Indonesia finis di posisi kedua dengan 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Thailand keluar sebagai juara umum, disusul Vietnam di peringkat ketiga. Namun, penyelenggaraan ajang tersebut menuai kritik.

Sebelum digelar, Thailand diprediksi mampu menghadirkan SEA Games paling profesional dan mendekati standar Olimpiade. Kenyataannya, instabilitas politik dan bencana alam mengganggu persiapan. Sejumlah masalah organisasi bahkan memunculkan tudingan keberpihakan dalam beberapa cabang olahraga.

Dampak bagi Atlet dan Kawasan

Jika SEA Games Plus terwujud, atlet Asia Tenggara akan menghadapi tantangan jauh lebih berat. Namun, tantangan itu juga membuka peluang peningkatan kualitas dan mental bertanding. Negara-negara kecil di kawasan akan terdorong memperbaiki sistem pembinaan agar tidak sekadar menjadi pelengkap.

Di sisi lain, ajang ini berpotensi menambah beban anggaran dan menuntut tata kelola yang lebih profesional. Bagi publik, SEA Games Plus bisa menjadi harapan baru agar pesta olahraga kawasan tidak lagi sekadar ajang rebutan medali, tetapi benar-benar menjadi jalan menuju prestasi dunia.

Pada akhirnya, perluasan SEA Games akan menguji satu hal mendasar apakah kawasan ini siap naik kelas, atau justru nyaman bertahan di kompetisi yang hanya ramai saat tuan rumah menghitung medali. @dimas

Tags: Asia TenggaraAustraliadiplomasiNasionalolahragaSea Games

Kamu Melewatkan Ini

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Prabowo meminta RUU Perampasan Aset dipercepat. DPR masih menjaring masukan publik. Tantangannya bukan cuma pengesahan, tetapi memastikan aset hasil kejahatan...

Bela Prabowo soal “Londo Ireng”, Hasan Nasbi: Pemerintah Juga Boleh Mengkritik

Bela Prabowo soal “Londo Ireng”, Hasan Nasbi: Pemerintah Juga Boleh Mengkritik

by Tabooo
Agustus 1, 2026

Hasan Nasbi membela pernyataan Prabowo Subianto soal “Londo Ireng”. Menurutnya, kebebasan berpendapat harus berlaku dua arah, termasuk bagi pemerintah.

Next Post
Konsep Otomatis

Beda Akhir Cerita: U-16 Juara, U-19 Futsal Indonesia Runner Up

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id