Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Beda Akhir Cerita: U-16 Juara, U-19 Futsal Indonesia Runner Up

by dimas
Desember 30, 2025
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sport – Air mata, keringat, dan peluang yang terbuang mewarnai malam panjang Timnas Futsal Indonesia U-19. Di panggung final Piala AFF Futsal U-19 2025, Garuda Muda harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 1-3 di Nonthaburi Hall, Senin (29/12/2025). Indonesia pulang sebagai runner up, membawa kisah perjuangan yang nyaris sempurna, namun belum berakhir manis.

Awal Berani, Peluang Datang Bertubi-tubi

Sejak peluit awal, Indonesia langsung menunjukkan keberanian. Dua tembakan di menit pertama memaksa kiper Thailand, Watcharin Kerdngoen, bekerja keras. Salah satunya datang dari sepakan Muhamad Fatih Zidan yang nyaris membuka keunggulan cepat. Dalam empat menit awal, Indonesia bahkan menciptakan beberapa peluang emas, termasuk duel satu lawan satu dengan kiper. Namun, penyelesaian akhir belum berpihak pada Merah Putih.

Thailand Menekan, Gol Pembuka Mengubah Arah

Thailand merespons dengan permainan fisik dan tekanan tinggi. Duel keras mewarnai laga, sebelum tempo sedikit melambat di pertengahan babak pertama. Kedua tim saling bertukar serangan, tetapi minim peluang bersih. Hingga akhirnya, Thailand memecah kebuntuan di menit ke-17. Poompuchid Huab Um menyambar bola rebound hasil tepisan Guntur Pratikno dan membawa Thailand unggul 1-0.

Tiga Penalti, Satu Gol Penyelamat Harapan

Drama belum berhenti. Indonesia mendapat tiga kesempatan second penalty dalam dua menit terakhir babak pertama. Dua eksekusi awal gagal, membuat frustrasi terlihat di wajah pemain. Namun, saat waktu hampir habis, M Robby Faturrahman melangkah tenang. Sepakannya mengoyak gawang Thailand dan mengubah skor menjadi 1-1 tepat di menit ke-20. Harapan kembali menyala.

Tamparan Cepat di Awal Babak Kedua

Sayangnya, babak kedua langsung memberi tamparan. Baru satu menit berjalan, Sorrawit Sirisawas memanfaatkan kesalahan operan pemain Indonesia dan melepaskan tembakan keras dari luar lingkaran. Thailand kembali memimpin 2-1.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Gol itu mengubah ritme pertandingan. Indonesia kesulitan membangun serangan cepat dan lebih sering mengandalkan umpan panjang. Thailand menguasai tempo dan memaksa Indonesia bertahan terlalu dalam. Tekanan tersebut berbuah gol ketiga lewat Setthawut Srithong, yang melepaskan placing akurat ke pojok gawang Guntur.

Indonesia mencoba bangkit. Robby hampir mencetak gol lewat tendangan bebas, namun Watcharin kembali tampil sebagai tembok kokoh. Power play yang dimainkan di menit-menit akhir juga gagal memberi ancaman berarti. Skor 3-1 bertahan hingga laga usai.

Belajar Kalah untuk Siap Menang

Kekalahan ini menyakitkan, tetapi perjuangan Garuda Muda tetap bermakna. Indonesia menunjukkan mental, keberanian, dan potensi besar. Final ini mungkin belum berakhir dengan trofi, namun bagi publik futsal Tanah Air, malam di Nonthaburi menjadi pengingat bahwa generasi ini sedang belajar kalah, sebelum benar-benar siap menang. @dimas

Tags: AtletFinalFutsalGarudaMudaNasionalPrestasiTimnas

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

by teguh
Mei 29, 2026

Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni negara. Di tengah dinamika politik nasional, publik mulai bertanya: siapa...

Next Post
2026: Tahun K-Pop Ngebut Lagi, Siap Ambil Panggung Dunia

2026: Tahun K-Pop Ngebut Lagi, Siap Ambil Panggung Dunia

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id