Tabooo.id: Sports – Di tengah riuh pengunjung mal dan dentuman musik yang memantulkan gema kompetisi, tiga anak muda Indonesia berdiri tegak di atas matras. Napas mereka teratur, tatapan mereka dingin, dan tekanan final SEA Games 2025 menegang di udara. Begitu hitungan dimulai, Muhammad Squad Alfi, Hafizh, dan Rizal langsung meledakkan panggung Fashion Island Shopping Mall, Bangkok, dengan rangkaian gerak yang presisi seperti mesin, tapi tetap memancarkan jiwa petarung.
Pertandingan yang Mengubah Panggung Menjadi Arena Kebanggaan
Indonesia akhirnya meraih emas pertama dari cabang olahraga taekwondo nomor poomsae beregu putra. Trio ini bukan hanya tampil bagus, mereka mendominasi. Juri mencatat poin tertinggi, penonton terpaku, dan kontingen Indonesia akhirnya tersenyum lega.
Momentum ini terasa spesial karena mereka bangkit dari hasil SEA Games 2023 di Kamboja, ketika mereka “hanya” membawa pulang perunggu. Hari ini, perjalanan panjang itu menemukan puncaknya.
Performa trio Muhammad juga tidak muncul tiba-tiba. Mereka menjalani latihan keras selama berbulan-bulan. Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mengirim mereka ke Korea Selatan untuk pemusatan latihan. Setelah itu, mereka pulang ke Indonesia, mengevaluasi detail teknik, lalu melaju ke China Open 2025 dan lagi-lagi menggenggam emas sebagai tanda kesiapan.
Reaksi Trio dan Pelatih: Antara Lega dan Lapar Prestasi
Begitu nilai diumumkan, Alfi langsung memeluk dua rekannya dengan mata berbinar.
“Kami bekerja keras setiap hari. Hari ini semua usaha itu meledak jadi emas,” ucapnya cepat, masih terengah tapi jelas bangga.
Hafizh menambahkan bahwa tekanan final tak ringan, terutama karena Thailand tampil sebagai tuan rumah dan mendapat dukungan penuh dari publik. “Kami tak mau kehilangan fokus. Begitu gerakan pertama keluar sempurna, kami tahu semuanya berjalan sesuai rencana,” katanya.
Pelatih mereka, yang ikut menyaksikan dari pinggir arena, mengakui bahwa perjuangan anak-anak ini luar biasa. “Mereka tak pernah mengeluh. Mereka lapar. Setiap hari mereka meminta penambahan repetisi. Emas ini hasil karakter, bukan cuma teknik.”
Makna Besar di Balik Emas Pertama
Emas ini bukan sekadar angka pertama di klasemen, tetapi juga alarm keras bahwa Indonesia datang ke Bangkok dengan niat besar. Tim nasional taekwondo menegaskan kedalaman kualitas atlet dan kematangan program pembinaan. Publik pun kembali mendapat alasan untuk percaya bahwa olahraga bukan sekadar hiburan, melainkan ruang di mana mimpi digarap dengan disiplin brutal.
Trio ini menunjukkan bahwa perjalanan panjang memang tidak pernah berbohong. Ketika kerja keras bertemu momen tepat, emas tidak bisa menolak untuk pulang ke Indonesia.@teguh





