Tabooo.id: Nasional – Bencana banjir bandang dan tanah longsor kembali menelan korban jiwa di Sumatra. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan penemuan lima jenazah baru di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Rabu (10/12/2025). Dengan tambahan ini, jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 969 jiwa.
“Dari jumlah sebelumnya 964 jiwa, hari ini bertambah menjadi 969 jiwa. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers virtual. Penambahan korban berasal dari dua jenazah di Langkat, Sumatra Utara, dan tiga di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat.
Di sisi lain, jumlah korban hilang berkurang dari 264 menjadi 252 orang, hasil pencarian yang terus berlangsung di ketiga provinsi. Sementara itu, jumlah pengungsi terus meningkat, kini mencapai 894.501 orang, bertambah sekitar 500 orang dari sehari sebelumnya, khususnya di Sumatra Utara.
Dampak bencana ini terasa paling nyata bagi masyarakat lokal. Ribuan keluarga kehilangan rumah, sekolah, dan fasilitas publik, sementara upaya bantuan berjalan lambat di tengah kondisi medan yang sulit. Dari perspektif politik dan sosial, pihak pemerintah daerah dan pusat berusaha menunjukkan respons cepat, namun kenyataannya warga tetap menanggung beban psikologis dan ekonomi yang berat.
Siapa dirugikan? Tentu warga terdampak yang harus hidup dalam pengungsian, kehilangan harta benda, dan menghadapi ketidakpastian masa depan.
Di tengah data yang terus berubah, satu hal jelas saat alam menagih lunas hutang manusia, aparat boleh sibuk laporan, tapi yang benar-benar merasakan dampak adalah rakyat biasa. Dan sementara mereka menghitung angka, rakyat menghitung hari untuk bisa pulang ke rumah atau setidaknya, kembali merasa aman. @dimas





