Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Erupsi Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki: Kebetulan atau Risiko yang Diabaikan?

by dimas
Mei 8, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on FacebookShare on Twitter
Erupsi Gunung Dukono yang menelan korban jiwa, termasuk dua warga negara Singapura, kembali membuka pertanyaan lama tentang kesiapsiagaan manusia dalam menghadapi kawasan rawan bencana. Di tengah derasnya aktivitas wisata pendakian di gunung berapi aktif, tragedi ini menegaskan batas tipis antara petualangan dan risiko yang sering kali diabaikan hingga semuanya terlambat.

Tabooo.id: Maluku Utara – Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus hebat pada Jumat (8/5/2026) pagi dan memicu kepanikan di jalur pendakian. Sebanyak 20 pendaki berada di kawasan gunung saat erupsi terjadi. Tiga orang meninggal dunia, termasuk dua warga negara Singapura. Tim SAR gabungan masih mencari korban yang belum ditemukan di tengah kondisi vulkanik yang belum stabil.

Dari Jalur Pendakian ke Zona Krisis

Dalam hitungan jam, kawasan pendakian berubah menjadi zona evakuasi darurat. Tiga korban tewas terdiri dari Timo, Syahin, dan Angel.

“Timo dan Syahin warga Singapura, sementara Angel warga Jayapura,” kata Kepala Polres Halmahera Utara AKP Erlichson Pasaribu, Jumat sore.

Erupsi terjadi ketika aktivitas vulkanik meningkat secara tiba-tiba dan memaksa para pendaki bertahan di jalur yang sudah tidak aman.

15 Selamat, 2 Bertahan, 1 Masih Hilang

Dari 20 pendaki yang berada di lokasi, 15 orang berhasil keluar dari kawasan berbahaya dan langsung mendapat perawatan di RSUD Tobelo.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

Dua pendaki masih bertahan di area puncak dan menunggu evakuasi. Satu orang lainnya belum ditemukan hingga operasi pencarian berlangsung.

Kondisi ini membuat tim SAR bekerja dalam tekanan tinggi karena aktivitas Gunung Dukono masih terus berlanjut.

Evakuasi di Tengah Abu Vulkanik

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan tim gabungan bergerak segera setelah menerima laporan darurat. Mereka menembus jalur ekstrem dengan abu vulkanik tebal dan medan yang tidak stabil.

“Tim harus berhati-hati karena aktivitas Gunung Dukono masih tinggi,” ujarnya.

Basarnas Pos SAR Tobelo, Polres Halmahera Utara, Kodim Tobelo, BPBD, dan masyarakat lokal ikut bergerak dalam operasi penyelamatan tersebut.

Risiko yang Terus Bergerak

Tim SAR menghadapi kondisi yang berubah cepat di lapangan. Abu vulkanik, jalur terputus, dan potensi erupsi susulan terus mengancam proses evakuasi.

Setiap langkah di lapangan membutuhkan keputusan cepat, tetapi tetap harus menjaga keselamatan tim penyelamat.

Lebih dari Sekadar Letusan Gunung

Peristiwa ini tidak hanya mencatat letusan Gunung Dukono. Peristiwa ini juga memperlihatkan bagaimana manusia terus berhadapan dengan risiko di ruang alam yang sudah memberi banyak tanda peringatan.

Di balik data korban dan operasi penyelamatan, keluarga di berbagai negara menunggu kabar dengan cemas. Sebuah perjalanan berubah arah dalam hitungan jam.

Alam Tidak Berubah, Cara Membacanya yang Gagal

Indonesia berada di atas cincin api, tetapi setiap erupsi masih sering dianggap kejutan. Padahal, sistem peringatan alam sudah bekerja lebih dulu sebelum manusia memutuskan tetap berada di zona berisiko.

Pertanyaan utamanya bukan lagi mengapa gunung meletus. Pertanyaannya bergeser menjadi mengapa manusia tetap melangkah ketika tanda bahaya sudah terlihat jelas.

Ketika Alam Mulai Bersuara

Gunung tidak pernah diam. Ia hanya menunggu waktu untuk bersuara. Ketika itu terjadi, manusia hanya bisa merespons kadang dengan kesiapan, sering kali dengan keterlambatan.

Lalu, sampai kapan kita masih melihat alam sebagai destinasi, bukan sebagai kekuatan yang menuntut kewaspadaan? @dimas

Tags: Bencana Alam

Kamu Melewatkan Ini

Tsunami Filipina Tiba di Kaltim: Gelombang Kecil, Ancaman Besar.

Tsunami Filipina Tiba di Kaltim: Gelombang Kecil, Ancaman Besar

by dimas
Juni 8, 2026

Tsunami akibat gempa M 7,7 di Filipina mencapai pesisir Kalimantan Timur. Meski hanya 20-30 sentimeter, BMKG mengingatkan ancamannya tidak boleh...

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

by teguh
Mei 15, 2026

Pukul 01.30 WIB, sebagian warga Desa Kutorenon masih tertidur. Jalanan tampak lengang, sementara lampu rumah menyala redup di tengah malam...

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

by teguh
Mei 15, 2026

Saat sebagian besar warga masih tertidur lelap, air tiba-tiba masuk ke rumah-rumah di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa...

Next Post
Kita Terlalu Sibuk Cari Hal Besar Sampai Lupa Melihat yang Dekat

Kita Terlalu Sibuk Cari Hal Besar Sampai Lupa Melihat yang Dekat

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id