Selasa, April 28, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

MBG di Mata Max Weber: Siapa Untung, Siapa Rugi, Program Ini Masih Layak Jalan?

by teguh
April 26, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) datang membawa janji besar anak kenyang, stunting turun, dan ekonomi desa bergerak. Namun, dapur yang berhenti beroperasi, kasus keracunan, serta lonjakan anggaran membuat publik bertanya ulang. Apakah MBG benar-benar menyelamatkan masa depan, atau justru membuka pasar baru bagi birokrasi gemuk?
Jika memakai kacamata Max Weber, persoalannya bukan sekadar lanjut atau berhenti. Sebaliknya, pertanyaan yang lebih tajam ialah siapa paling diuntungkan, siapa paling dirugikan, dan apakah negara bekerja rasional atau hanya sibuk terlihat aktif?

Tabooo.id: Deep – Max Weber melihat negara modern bertumpu pada otoritas rasional-legal. Artinya, negara wajib memakai aturan jelas, pejabat kompeten, rantai komando tegas, dan pengawasan ketat.

Banyak kebijakan gagal bukan karena gagasannya buruk. Justru, pelaksanaan yang amburadul sering melahirkan kegagalan. Kini, MBG berdiri tepat di titik uji itu.

Program ini membawa niat mulia. Tetapi, niat baik tidak otomatis melahirkan hasil baik jika mesin negara berjalan serampangan.

“Birokrasi modern bekerja melalui aturan, keahlian, dan disiplin.” gagasan Max Weber tentang administrasi negara.

Siapa yang Paling Diuntungkan?

1. Anak Sekolah dan Keluarga Rentan

Kelompok ini menerima manfaat paling nyata jika makanan berkualitas sampai tepat waktu. Dengan begitu, anak belajar lebih fokus. Selain itu, orang tua mengurangi beban pengeluaran harian.

Dalam logika Weber, negara memang harus hadir ketika pasar gagal memenuhi kebutuhan dasar warga.

Ini Belum Selesai

Bupati Kaya, Rakyat Sengsara: Pola Lama yang Tak Pernah Mati

Kabinet Sering Dirombak, Stabilitas atau Justru Tanda Sistem Masih Goyang?

2. UMKM, Petani, Nelayan, dan Pemasok Lokal

Saat pemerintah menyusun rantai pasok sehat, MBG bisa menciptakan pasar baru bagi ekonomi lokal. Telur, beras, ikan, sayur, dan jasa logistik ikut bergerak.

Akibatnya, uang negara berputar di daerah, bukan berhenti di pusat.

3. Pemerintah Secara Politik

Program sosial besar selalu membawa nilai simbolik. Pemerintah terlihat hadir, peduli, dan aktif bekerja.

Karena itu, pemerintah juga meraih keuntungan politik. Weber mengingatkan bahwa birokrasi bisa berubah menjadi alat legitimasi jika pengawasan melemah.

Siapa yang Paling Dirugikan?

1. Anak Penerima Jika Kualitas Buruk

Ketika makanan tidak higienis, datang terlambat, atau bergizi rendah, anak menanggung risiko kesehatan. Alhasil, program gagal melindungi pihak yang paling membutuhkan.

2. Wajib Pajak

Anggaran ratusan triliun menuntut hasil nyata. Jika sistem bocor, koordinasi lemah, atau vendor bermain, publik menanggung biaya kegagalan.

Pada akhirnya, rakyat membayar setiap kesalahan tata kelola.

3. UMKM Kecil Jika Tender Dikuasai Pemain Besar

Tanpa sistem transparan, pemain besar bisa menyapu proyek. Sementara itu, pelaku kecil hanya menonton di daerahnya sendiri.

Weber menolak patronase semacam ini. Sebab, jabatan dan proyek harus tunduk pada merit serta aturan.

4. Kepercayaan Publik

Kasus keracunan, data kabur, atau dapur bermasalah perlahan menggerus kepercayaan masyarakat. Ketika publik sudah sinis, program bagus pun sulit bangkit kembali.

Apakah MBG Layak Diteruskan?

Jawabannya: Layak, tetapi wajib dirombak keras.

Menghentikan MBG sekarang berisiko memutus intervensi gizi nasional. Sebaliknya, menjalankannya tanpa pembenahan justru memperbesar masalah.

Weber kemungkinan memilih opsi ketiga lanjutkan tujuan, benahi sistem. Dengan kata lain, negara harus menjaga misi sosial sambil memperbaiki cara kerja birokrasi.

Apa yang Harus Negara Lakukan Sekarang?

1. Hentikan Kejar Target Angka

Utamakan kualitas layanan. Jangan sampai negara bangga pada jutaan porsi jika standar dapur masih goyah.

2. Audit Nasional Terbuka

Publik harus bisa melihat dapur aktif, dapur bermasalah, vendor pemasok, dan serapan anggaran. Dengan demikian, pengawasan bergerak nyata, bukan sekadar slogan.

3. Isi Posisi dengan Ahli

Negara perlu merekrut ahli gizi, auditor mutu, manajer logistik, dan pengawas lapangan yang kompeten. Jadi, jabatan tidak jatuh ke tangan asal pilih.

4. Lindungi Pelaku Lokal

Pemerintah harus membuat skema agar UMKM kecil, koperasi, petani, dan nelayan ikut menikmati pasar MBG. Karena itu, manfaat ekonomi menyebar lebih luas.

5. Ukur Dampak Nyata

Pantau penurunan stunting, kehadiran sekolah, status gizi, dan perputaran ekonomi daerah.

Jika tidak, negara hanya menghitung porsi dan menjalankan katering raksasa, bukan kebijakan publik.

Analisis Tabooo

MBG menunjukkan satu hal penting: negara ingin hadir lebih dekat ke meja makan rakyat. Tentu, itu langkah baik.

Sayangnya, niat baik sering kalah oleh birokrasi lambat, koordinasi gemuk, dan budaya proyek.

Saat sistem melemah, kelompok kuat menikmati peluang. Sebaliknya, kelompok rentan menanggung risiko.

Di sinilah pertanyaan Weber terasa tajam apakah birokrasi melayani warga, atau warga hanya dipakai untuk membenarkan birokrasi?

Closing

MBG tidak perlu dimatikan. Namun, program ini perlu disiplin keras. Kebijakan besar bisa memberi makan masa depan.

Sebaliknya, kebijakan yang kacau bisa memberi makan rente, kepanikan, dan ketidakpercayaan. Jadi, inti persoalannya bukan lanjut atau berhenti.

Pertanyaan utamanya siapa yang kenyang lebih dulu anak-anak Indonesia, atau sistem yang selalu lapar proyek?. @teguh

Tags: AdministrasiBirokrasiKompetenKonsepKoperasiLogistikMax WeberMBGNegaraPejabatProgramPublikSosialUMKMVendor

Kamu Melewatkan Ini

Bupati Kaya, Rakyat Sengsara: Pola Lama yang Tak Pernah Mati

Bupati Kaya, Rakyat Sengsara: Pola Lama yang Tak Pernah Mati

by Naysa
April 27, 2026

Gaya hidup mewah pejabat di tengah rakyat yang kesulitan sering terasa seperti ironi modern. Namun, ini bukan cerita baru. Sejak...

Ketika Pajak Meluas, Jalan Tol dan Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas?

Ketika Pajak Meluas, Jalan Tol dan Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas?

by dimas
April 27, 2026

Di bawah tekanan kebutuhan anggaran negara yang terus meningkat, pemerintah mulai menoleh ke berbagai sumber pajak baru yang selama ini...

Dulu Pakai Keris, Sekarang Pakai Jabatan

Dulu Pakai Keris, Sekarang Pakai Jabatan

by teguh
April 27, 2026

Dulu orang datang membawa keris, pasukan, dan cap kerajaan. Kini banyak orang cukup membawa jabatan, akses, dan ego. Wajahnya berubah,...

Next Post
Di Balik Daycare Yogyakarta: Saat Ruang Aman Anak Berubah Jadi Ruang Ketakutan

Di Balik Daycare Yogyakarta: Saat Ruang Aman Anak Berubah Jadi Ruang Ketakutan

Pilihan Tabooo

Dari Layar ke Realita: Film”Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

Dari Layar ke Realita: Screning Film “Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

April 22, 2026

Realita Hari Ini

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

April 27, 2026

47.000 Kejahatan, 468 Terdakwa: El Salvador Hajar MS-13

April 27, 2026

Prabowo Dikabarkan Rombak Kabinet Hari Ini, Siapa Kehilangan Kursi?

April 27, 2026

Kabinet Selalu Berubah: Prabowo Sedang Merapikan atau Mengacak Kekuasaan?

April 27, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id