Tabooo.id: Sport – Sorak sorai tak berhenti menggema di arena SEA Games 2025. Merah Putih kembali berkibar, satu demi satu, seolah menolak lelah. Dalam satu hari yang padat dan penuh emosi, Indonesia mengamuk dengan sembilan medali emas sekaligus sebuah pernyataan keras bahwa perjuangan belum selesai.
Di tengah tekanan jadwal dan panas persaingan, para atlet Indonesia tampil dengan mental baja. Mereka datang bukan sekadar bertanding, tapi membuktikan bahwa kerja keras tak pernah berbohong.
Sembilan Emas, Satu Hari, Satu Tekad
Kran emas Indonesia dibuka Abdul Hafiz dari nomor lempar lembing putra. Lemparannya meluncur tajam, menembus jarak dan ekspektasi, menjadi sinyal awal bahwa hari itu akan jadi milik Indonesia. Tak lama berselang, Vincentius Djajadiningrat mengunci emas dari practical shooting nomor men’s production individual dengan ketenangan yang mematikan.
Dari lintasan balap sepeda, Ayustina Delia Priatna mengayuh tanpa kompromi. Nomor individual time trial putri ia kuasai dari awal hingga akhir. Waktu terbaiknya memastikan emas, sekaligus menegaskan dominasi Indonesia di arena kecepatan.
Cabang menembak kembali memberi senyum lewat duet Iqbal Raia Prabowo dan Arista Darmoyo. Di nomor 10 meter air pistol mixed team, keduanya tampil solid, presisi, dan nyaris tanpa celah. Emas pun jatuh ke tangan Merah Putih.
Namun momen paling mengguncang datang dari arena angkat besi. Rizki Juniansyah, sang juara Olimpiade 2024, tampil seperti tak mengenal batas. Snatch 160 kilogram, clean and jerk 205 kilogram total 365 kilogram. Emas diamankan, rekor dunia pun runtuh. Rizki bukan hanya menang, ia mengirim pesan: Indonesia punya monster angkatan di panggung Asia Tenggara.
Wushu Mengamuk, Gelar Umum Dikunci
Pesta emas berlanjut di wushu. Samuel Marbun menaklukkan nomor men’s sanda 65 kilogram dengan pertarungan keras dan determinasi tinggi. Tharisa Dea Florentina menyusul dari women’s sanda 56 kilogram, menunjukkan teknik dan nyali dalam satu paket.
Patricia Geraldine mempersembahkan emas dari nomor women’s changquan jianshu & quanshu lewat gerakan tajam dan penuh kontrol. Nomor men’s duilian bare-handed pun menutup hari emas wushu melalui kolaborasi Ahmad Ghifari, Ahmad Ghozali Fuaiz, dan Terrence Tjahyadi.
Empat emas di hari terakhir memastikan Indonesia keluar sebagai juara umum wushu dengan total lima emas, tiga perak, dan satu perunggu melampaui target dan mengulang kejayaan SEA Games 2023.
Klasemen Ketat, Asa Masih Menyala
Tak berhenti di emas, Indonesia juga menambah sembilan perak dan 11 perunggu. Timnas Voli Putri ikut menyumbang perunggu usai menundukkan Filipina dengan semangat pantang menyerah.
Hingga Selasa (16/12/2025) pagi, Indonesia bertengger di peringkat kedua klasemen dengan 52 emas, 65 perak, dan 64 perunggu total 181 medali. Thailand masih memimpin, Vietnam dan Singapura menguntit.
Namun SEA Games belum berakhir. Dan dengan momentum seperti ini, Indonesia tak sekadar menghitung medali. Mereka sedang menulis cerita tentang daya juang bahwa di balik angka, ada keringat, air mata, dan keyakinan bahwa Merah Putih pantas berdiri sejajar di puncak. @dimas




