• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Gunung ‘Butuh Me Time’: Ciremai Menutup Jalur Kita Dipaksa Belajar Ngerem

Februari 2, 2026
in Travel
A A
Gunung ‘Butuh Me Time’: Ciremai Menutup Jalur Kita Dipaksa Belajar Ngerem

Ilustrasi: Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Menutup Jalur Pendakian Gunung Ciremai. Cuaca Ekstrem dan Pemulihan Ekosistem Menjadi Alasan Penutupan Sementara Aktivitas Pendakian Tersebut. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Travel – Pernah nggak sih, niat healing ke gunung malah disambut pengumuman jalur ditutup sementara? Rasanya kayak sudah siap naik, sepatu sudah kinclong, tapi alam bilang, “Santai dulu, ya.” Nah, itulah yang sekarang terjadi di Gunung Ciremai. Gunung tertinggi di Jawa Barat ini resmi menutup sebagian jalur pendakiannya. Bukan tanpa alasan cuaca lagi ekstrem, dan alam butuh waktu buat pulih.

Di tengah budaya kabur ke alam yang makin populer di kalangan Gen Z dan milenial, keputusan ini terasa relevan, sekaligus menohok. Apakah kita selama ini terlalu memaksakan alam untuk selalu siap menyambut kita?

Jalur Ditutup, Alam Ambil Napas

Pengelola Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mengumumkan penutupan sementara jalur pendakian lewat surat edaran resmi Nomor PG 03/T.33/TU/KSA/B/01/2026. Ada dua jalur utama yang kena dampak langsung.

Pertama, Jalur Apuy di Kabupaten Majalengka. Jalur ini ditutup sejak 24 Januari hingga 1 Februari 2026, lalu direncanakan buka kembali 2 Februari 2026. Alasannya cukup serius: banyak pohon tumbang di sepanjang jalur. Kondisi ini jelas berbahaya buat pendaki.

Kedua, Jalur Linggajati di Kabupaten Kuningan. Jalur ini malah ditutup lebih lama, dari 27 Januari hingga 20 Maret 2026. Penyebabnya adalah longsoran tanah yang sering terjadi akibat cuaca ekstrem.

Humas TNGC, Ady Sularso, menegaskan penutupan ini bukan sekadar formalitas. “Kami anggap jalur Apuy berisiko karena banyak pohon tumbang. Sementara di Linggajati, longsoran tanah sering terjadi dan membahayakan pendaki,” ujarnya.

Menariknya, TNGC juga memberi sinyal tegas. Jalur lain seperti Palutungan, Sadarehe, dan Linggasana bisa ikut ditutup kalau cuaca makin brutal. Intinya jelas keselamatan manusia dan alam jadi prioritas.

Ramadan: Gunung Ikut Puasa

Bukan cuma cuaca ekstrem, faktor ekologi juga ikut bermain. TNGC mengumumkan penutupan seluruh jalur pendakian selama bulan Ramadan, dari 20 Februari sampai 20 Maret 2026. Jalur baru dibuka lagi pada 21 Maret 2026.

Langkah ini bertujuan untuk pemulihan ekosistem. Selama Ramadan, aktivitas manusia berhenti, tekanan terhadap alam berkurang, dan lingkungan punya ruang untuk “bernapas”.

Ady menjelaskan, “Semua jalur kami tutup selama Ramadan sampai setelah Lebaran sebagai upaya mengembalikan kondisi alam.” Dengan kata lain, gunung juga butuh waktu istirahat bukan cuma kita.

Kenapa Penutupan Ini Penting?

Kalau ditarik lebih jauh, penutupan jalur Ciremai mencerminkan isu lifestyle yang lebih besar. Dalam beberapa tahun terakhir, mendaki gunung berubah jadi simbol gaya hidup. Feed Instagram penuh jaket outdoor, tenda estetik, dan caption reflektif. Namun, di balik itu, ada tekanan besar terhadap alam.

RelatedPosts

Solo Jadi Destinasi Imlek 2026, Cuma FOMO atau Memang Worth It?

Wisata Murah di Solo yang Diam-Diam Bangun Empati Anak

Cuaca ekstrem, pohon tumbang, dan longsor bukan kejadian acak. Perubahan iklim memperparah intensitas hujan, sementara meningkatnya aktivitas pendakian mempercepat degradasi jalur. Alam memberi sinyal lewat bencana kecil yang sering kita anggap “risiko biasa”.

Secara psikologis, banyak orang mencari gunung sebagai pelarian dari burnout. Ironisnya, ketika terlalu banyak orang datang tanpa jeda, alam justru ikut “burnout”. Penutupan jalur ini seperti batasan sehat dalam hubungan kadang perlu bilang stop supaya semuanya tetap aman.

Jadi, Apa Dampaknya Buat Kamu?

Kalau kamu hobi naik gunung, penutupan ini mungkin bikin kecewa. Namun, ini juga kesempatan buat refleksi. Mungkin kita bisa belajar menikmati alam tanpa selalu harus menaklukkannya. Bisa dengan menunda pendakian, memilih destinasi alternatif yang aman, atau sekadar memperbaiki perilaku outdoor supaya lebih bertanggung jawab.

Pada akhirnya, gunung nggak ke mana-mana. Ciremai tetap berdiri megah. Yang berubah cuma cara kita memandangnya. Jadi, saat alam minta jeda, mau nggak kita ikut belajar ngerem?. @teguh

Tags: Cuaca EkstrimDitutupGen ZgunungGunung CiremaiJalurKab. KuninganMilenialpendakianSurat EdaranTNGC
Next Post
Pemerintah Buka Jalan Asing Jadi Pemegang Saham BEI

Pemerintah Buka Jalan Asing Jadi Pemegang Saham BEI

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.