Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pemerintah Buka Jalan Asing Jadi Pemegang Saham BEI

by dimas
Februari 2, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani membuka peluang bagi institusi asing untuk menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi rampung. Pernyataan ini menandai babak baru perubahan struktur kepemilikan bursa yang selama puluhan tahun dikuasai perusahaan sekuritas domestik.

Demutualisasi mengubah BEI dari lembaga milik anggota bursa menjadi perusahaan berbadan hukum yang berorientasi korporasi. Skema tersebut memisahkan keanggotaan perdagangan dari kepemilikan saham, dua fungsi yang selama ini melekat dalam satu entitas.

“Sekarang anggota dan kepemilikan itu gabung dan sebagian besar dimiliki sekuritas. Ke depan kami pisahkan supaya pengelolaan lebih baik dan transparan,” ujar Rosan di Gedung BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Melalui skema baru ini, BEI tidak lagi membatasi kepemilikan hanya untuk perusahaan efek. Investor institusional lain, termasuk dari luar negeri, bisa masuk sebagai pemegang saham.

Danantara Bersiap Ambil Porsi

Rosan menegaskan, Danantara Indonesia sebagai sovereign wealth fund (SWF) nasional tertarik mengambil porsi kepemilikan BEI. Ia menilai keterlibatan SWF dalam kepemilikan bursa sebagai praktik lazim di berbagai negara.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Selain Danantara, Rosan menyebut SWF asing juga berpeluang masuk. Menurutnya, keterbukaan ini justru memperkuat daya tarik BEI di mata investor global.

“Yang masuk nanti bukan hanya Danantara, tetapi juga bisa SWF lainnya,” tambahnya.

Pemerintah memandang keterlibatan SWF dapat memperkuat struktur permodalan BEI sekaligus meningkatkan kredibilitas pasar modal nasional.

Regulasi Dipercepat, Target Semester I 2026

Saat ini pemerintah merampungkan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar hukum demutualisasi BEI. Proses tersebut melibatkan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, serta para pelaku pasar modal.

Pemerintah menyelaraskan regulasi ini dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Melalui payung hukum tersebut, pemerintah menargetkan demutualisasi selesai pada semester pertama 2026.

Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara untuk mereformasi tata kelola bursa.

Sekuritas Bergeser, Ritel Menanti Manfaat

Perubahan struktur kepemilikan berpotensi menggeser posisi perusahaan sekuritas yang selama ini berperan sebagai pemilik sekaligus pengguna utama BEI. Ke depan, mereka tidak lagi otomatis menguasai bursa.

Sebaliknya, investor ritel dan emiten berpeluang menikmati manfaat berupa tata kelola yang lebih transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan pasar secara luas.

Namun, rencana membuka kepemilikan bagi investor asing juga memunculkan pertanyaan tentang seberapa besar kendali nasional atas infrastruktur pasar keuangan strategis.

Demutualisasi BEI memang menjanjikan modernisasi. Tetapi di balik semangat keterbukaan, publik patut mengingat satu hal bursa bukan sekadar tempat transaksi, melainkan jantung kedaulatan ekonomi. Apakah jantung itu akan semakin kuat, atau justru bergantung pada pompa dari luar negeri? @dimas

Tags: BEIBursa Efek IndonesiaDanantaraEkonomi IndonesiaGlobalInvestasikedaulatanKeuanganModalNasionalPasar

Kamu Melewatkan Ini

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Investasi

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Investasi

by eko
Agustus 21, 2026

Ruben Onsu jadi tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi. Polisi mengungkap kronologi perkara yang bermula dari tawaran usaha. Tabooo.id:...

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Prabowo meminta RUU Perampasan Aset dipercepat. DPR masih menjaring masukan publik. Tantangannya bukan cuma pengesahan, tetapi memastikan aset hasil kejahatan...

Next Post
Rakornas 2026 Jadi Panggung Sinkronisasi Pusat dan Daerah

Rakornas 2026 Jadi Panggung Sinkronisasi Pusat dan Daerah

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id