Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pemerintah Buka Jalan Asing Jadi Pemegang Saham BEI

by dimas
Februari 2, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani membuka peluang bagi institusi asing untuk menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi rampung. Pernyataan ini menandai babak baru perubahan struktur kepemilikan bursa yang selama puluhan tahun dikuasai perusahaan sekuritas domestik.

Demutualisasi mengubah BEI dari lembaga milik anggota bursa menjadi perusahaan berbadan hukum yang berorientasi korporasi. Skema tersebut memisahkan keanggotaan perdagangan dari kepemilikan saham, dua fungsi yang selama ini melekat dalam satu entitas.

“Sekarang anggota dan kepemilikan itu gabung dan sebagian besar dimiliki sekuritas. Ke depan kami pisahkan supaya pengelolaan lebih baik dan transparan,” ujar Rosan di Gedung BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Melalui skema baru ini, BEI tidak lagi membatasi kepemilikan hanya untuk perusahaan efek. Investor institusional lain, termasuk dari luar negeri, bisa masuk sebagai pemegang saham.

Danantara Bersiap Ambil Porsi

Rosan menegaskan, Danantara Indonesia sebagai sovereign wealth fund (SWF) nasional tertarik mengambil porsi kepemilikan BEI. Ia menilai keterlibatan SWF dalam kepemilikan bursa sebagai praktik lazim di berbagai negara.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Selain Danantara, Rosan menyebut SWF asing juga berpeluang masuk. Menurutnya, keterbukaan ini justru memperkuat daya tarik BEI di mata investor global.

“Yang masuk nanti bukan hanya Danantara, tetapi juga bisa SWF lainnya,” tambahnya.

Pemerintah memandang keterlibatan SWF dapat memperkuat struktur permodalan BEI sekaligus meningkatkan kredibilitas pasar modal nasional.

Regulasi Dipercepat, Target Semester I 2026

Saat ini pemerintah merampungkan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar hukum demutualisasi BEI. Proses tersebut melibatkan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, serta para pelaku pasar modal.

Pemerintah menyelaraskan regulasi ini dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Melalui payung hukum tersebut, pemerintah menargetkan demutualisasi selesai pada semester pertama 2026.

Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara untuk mereformasi tata kelola bursa.

Sekuritas Bergeser, Ritel Menanti Manfaat

Perubahan struktur kepemilikan berpotensi menggeser posisi perusahaan sekuritas yang selama ini berperan sebagai pemilik sekaligus pengguna utama BEI. Ke depan, mereka tidak lagi otomatis menguasai bursa.

Sebaliknya, investor ritel dan emiten berpeluang menikmati manfaat berupa tata kelola yang lebih transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan pasar secara luas.

Namun, rencana membuka kepemilikan bagi investor asing juga memunculkan pertanyaan tentang seberapa besar kendali nasional atas infrastruktur pasar keuangan strategis.

Demutualisasi BEI memang menjanjikan modernisasi. Tetapi di balik semangat keterbukaan, publik patut mengingat satu hal bursa bukan sekadar tempat transaksi, melainkan jantung kedaulatan ekonomi. Apakah jantung itu akan semakin kuat, atau justru bergantung pada pompa dari luar negeri? @dimas

Tags: BEIBursa Efek IndonesiaDanantaraEkonomi IndonesiaGlobalInvestasikedaulatanKeuanganModalNasionalPasar

Kamu Melewatkan Ini

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

by dimas
Mei 13, 2026

Rupiah menyentuh rekor pelemahan baru saat harga kebutuhan pokok terus naik. Di tengah klaim ekonomi tumbuh, publik mulai mempertanyakan realita...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

by dimas
Mei 12, 2026

Rupiah anjlok menyentuh angka Rp 17.500 per dolar AS. Tekanan global dan turunnya kepercayaan investor disebut jadi penyebab utama. Di...

Next Post
Rakornas 2026 Jadi Panggung Sinkronisasi Pusat dan Daerah

Rakornas 2026 Jadi Panggung Sinkronisasi Pusat dan Daerah

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id