Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Rem Euforia Tahun Baru

by sigit
Desember 26, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Jawa Tengah diminta menahan diri. Menjelang pergantian tahun 2025/2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara terbuka mengimbau masyarakat agar tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan. Ia menilai risiko bencana masih mengintai sejumlah wilayah rawan di provinsi ini.

Dalam keterangan tertulis Rabu (24/12/2025), Luthfi menegaskan bahwa beberapa daerah di Jateng masih berada dalam ancaman banjir, longsor, dan cuaca ekstrem. “Saya imbau masyarakat untuk tidak euforia terkait pesta tahun baru. Ingat, di wilayah kita masih ada daerah yang terdampak bencana,” ujarnya.

Peta Risiko Sudah di Tangan Pemerintah

Imbauan tersebut lahir dari pemetaan risiko yang jelas. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Forkopimda kabupaten/kota telah memetakan potensi bencana selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Mereka mengevaluasi setiap wilayah rawan agar siap menghadapi kemungkinan terburuk, mulai dari longsor di kawasan perbukitan hingga banjir di daerah dataran rendah. Pemerintah daerah pun mengarahkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Bagi pemerintah daerah, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Luthfi menegaskan bahwa negara harus hadir secara nyata untuk menjaga keamanan masyarakat selama libur panjang.

Ini Belum Selesai

Perang Paradigma: Perlawanan mungkin tidur, tetapi tak pernah mati

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Aparat tetap bersiaga, pemerintah menyiapkan logistik, dan seluruh unsur terkait wajib bergerak cepat ketika situasi darurat muncul. Fokus pengamanan pun diarahkan pada pencegahan dan mitigasi bencana, bukan semata menjaga keramaian perayaan.

Pengetatan euforia jelas menguntungkan warga di wilayah rawan. Dengan menahan pesta besar, masyarakat dapat menekan risiko korban jiwa dan kerugian materi sejak awal. Aparat dan pemerintah daerah juga terbantu karena dapat memusatkan perhatian pada potensi bencana.

Namun, kebijakan ini membuat pelaku usaha hiburan, pedagang petasan, dan pihak yang menggantungkan omzet dari malam tahun baru harus menahan harapan keuntungan. Demi keselamatan bersama, roda ekonomi hiburan sementara harus melambat.

Doa Bersama, Bukan Sekadar Pesta

Sebagai alternatif, Luthfi mendorong masyarakat mengisi pergantian tahun dengan doa bersama. Ia tidak melarang hiburan, tetapi meminta masyarakat menyelipkan doa untuk keselamatan dan ketenangan wilayah.

Soal petasan, Luthfi mengingatkan bahwa pemerintah pusat telah mengatur penggunaannya. Ia meminta masyarakat mematuhi aturan tersebut tanpa mencari celah.

Pesannya lugas: merayakan boleh, lengah jangan. Saat alam belum sepenuhnya bersahabat, pesta semalam tak sebanding dengan risiko yang mengintai. Tahun baru seharusnya menjadi momen mawas diri bukan ajang pamer siapa paling meriah. (red)

Tags: GubernurJawa TengahNatal 2025nataruTahun Baru

Kamu Melewatkan Ini

Mobil Listrik Pajak 0%, Rakyat Masih Ngantri BBM: Ini Insentif atau Ilusi?

Mobil Listrik Pajak 0%, Rakyat Masih Ngantri BBM: Ini Insentif atau Ilusi?

by teguh
Mei 6, 2026

Di satu sisi, negara bilang masa depan itu listrik bersih, hijau, modern. Namun di sisi lain, sebagian rakyat masih mikir:...

Pajak Mobil 0%: Kebijakan Lingkungan atau Desain Ekonomi Terselubung?

Pajak Mobil 0%: Kebijakan Lingkungan atau Desain Ekonomi Terselubung?

by teguh
Mei 6, 2026

Jakarta sedang menekan pedal gas untuk kendaraan listrik. Pemerintah mempertahankan pajak nol persen. Tapi pertanyaannya: ini benar soal lingkungan atau...

Becak Tidak Mati. Mereka Hanya Disembunyikan.

Becak Tidak Mati: Mereka Hanya Disembunyikan

by jeje
Mei 6, 2026

Pagi belum benar-benar terang ketika Slamet mengayuh becaknya pelan di sudut kota. Roda tuanya berderit kecil. Tangannya kasar. Punggungnya sedikit...

Next Post
Islah PBNU di Lirboyo: Gus Yahya dan Rais Aam Akhiri Ketegangan

Islah PBNU di Lirboyo: Gus Yahya dan Rais Aam Akhiri Ketegangan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Judi Online Kini Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Sudah Terpapar

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id