Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Rem Euforia Tahun Baru

by Anisa
Desember 26, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Jawa Tengah diminta menahan diri. Menjelang pergantian tahun 2025/2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara terbuka mengimbau masyarakat agar tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan. Ia menilai risiko bencana masih mengintai sejumlah wilayah rawan di provinsi ini.

Dalam keterangan tertulis Rabu (24/12/2025), Luthfi menegaskan bahwa beberapa daerah di Jateng masih berada dalam ancaman banjir, longsor, dan cuaca ekstrem. “Saya imbau masyarakat untuk tidak euforia terkait pesta tahun baru. Ingat, di wilayah kita masih ada daerah yang terdampak bencana,” ujarnya.

Peta Risiko Sudah di Tangan Pemerintah

Imbauan tersebut lahir dari pemetaan risiko yang jelas. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Forkopimda kabupaten/kota telah memetakan potensi bencana selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Mereka mengevaluasi setiap wilayah rawan agar siap menghadapi kemungkinan terburuk, mulai dari longsor di kawasan perbukitan hingga banjir di daerah dataran rendah. Pemerintah daerah pun mengarahkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Bagi pemerintah daerah, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Luthfi menegaskan bahwa negara harus hadir secara nyata untuk menjaga keamanan masyarakat selama libur panjang.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Aparat tetap bersiaga, pemerintah menyiapkan logistik, dan seluruh unsur terkait wajib bergerak cepat ketika situasi darurat muncul. Fokus pengamanan pun diarahkan pada pencegahan dan mitigasi bencana, bukan semata menjaga keramaian perayaan.

Pengetatan euforia jelas menguntungkan warga di wilayah rawan. Dengan menahan pesta besar, masyarakat dapat menekan risiko korban jiwa dan kerugian materi sejak awal. Aparat dan pemerintah daerah juga terbantu karena dapat memusatkan perhatian pada potensi bencana.

Namun, kebijakan ini membuat pelaku usaha hiburan, pedagang petasan, dan pihak yang menggantungkan omzet dari malam tahun baru harus menahan harapan keuntungan. Demi keselamatan bersama, roda ekonomi hiburan sementara harus melambat.

Doa Bersama, Bukan Sekadar Pesta

Sebagai alternatif, Luthfi mendorong masyarakat mengisi pergantian tahun dengan doa bersama. Ia tidak melarang hiburan, tetapi meminta masyarakat menyelipkan doa untuk keselamatan dan ketenangan wilayah.

Soal petasan, Luthfi mengingatkan bahwa pemerintah pusat telah mengatur penggunaannya. Ia meminta masyarakat mematuhi aturan tersebut tanpa mencari celah.

Pesannya lugas: merayakan boleh, lengah jangan. Saat alam belum sepenuhnya bersahabat, pesta semalam tak sebanding dengan risiko yang mengintai. Tahun baru seharusnya menjadi momen mawas diri bukan ajang pamer siapa paling meriah. (red)

Tags: GubernurJawa TengahNatal 2025nataruTahun Baru

Kamu Melewatkan Ini

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

by teguh
Oktober 15, 2026

Kabar OTT KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, beredar pada Kamis, 15/10/2026. Informasi itu turut menyebut nama...

Pemalang Kering Tiga Bulan: 10.764 KK Menunggu Air, Ketahanan Sistem Diuji

Pemalang Kering Tiga Bulan: 10.764 KK Menunggu Air, Ketahanan Sistem Diuji

by teguh
September 26, 2026

Pemalang kering tiga bulan tanpa kepastian air mengubah kemarau menjadi persoalan sehari-hari bagi ribuan keluarga di Pemalang, Jawa Tengah. Tabooo.id...

Kekeringan Tiga Bulan di Pemalang, 10.764 KK Kini Bergantung pada Kiriman Air

Kekeringan Tiga Bulan di Pemalang, 10.764 KK Kini Bergantung pada Kiriman Air

by teguh
September 26, 2026

Kekeringan Tiga Bulan di Pemalang masih berlansung dan air bersih yang biasanya tinggal membuka keran kini berubah menjadi barang yang...

Next Post
Islah PBNU di Lirboyo: Gus Yahya dan Rais Aam Akhiri Ketegangan

Islah PBNU di Lirboyo: Gus Yahya dan Rais Aam Akhiri Ketegangan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id