Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ghost in the Cell: Ketika Horor Jadi Kritik Sosial Paling Tajam

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film – Pernah nggak sih merasa hidup di negeri ini sepert penjara? Bukan karena jeruji besi semata, melainkan karena aturan yang menyesakkan, konflik yang tak kunjung reda, serta drama sosial yang terus tayang tanpa jeda.

Kali ini, Joko Anwar tidak sekadar menawarkan horor. Sebaliknya, ia mengajak kita bercermin. Lewat Ghost in the Cell, yang akan tayang 16 April 2026, Joko meramu komedi dan teror dalam satu ruang terbatas: penjara.

Ia menulis naskahnya sejak 2018. Namun kini, ketika dinamika pemerintah dan rakyat makin kompleks, gagasan itu terasa semakin tajam. Menurutnya, penjara adalah miniatur masyarakat. Di sana, struktur kuasa berdiri jelas: petugas lapas memegang kendali, napi menjalani peran sebagai “rakyat”, aparat menjaga stabilitas, sementara geng membentuk hierarki tersendiri. Dengan demikian, konflik tak pernah benar-benar tidur.

Teror di Labuan Angsana

Film ini membawa kita ke Penjara Labuan Angsana lapas keras yang penuh rivalitas. Awalnya, para geng sibuk berebut pengaruh, sedangkan sipir bermain di wilayah abu-abu. Akan tetapi, situasi berubah drastis ketika satu sel angker memunculkan kekuatan gaib misterius.

Makhluk itu membunuh para tahanan satu per satu. Ketakutan pun menyebar cepat. Akibatnya, para napi dan sipir korup yang sebelumnya saling menjatuhkan mulai menyusun strategi bersama. Mereka sadar, tanpa kerja sama, tak ada yang selamat.

Ini Belum Selesai

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

GTA 6 Habiskan Rp 26 Triliun, Ini Game atau Negara Kecil?

Di titik inilah ironi bekerja. Musuh bersama memaksa solidaritas. Teror justru melahirkan persatuan.

Deretan pemain seperti Abimana Aryasatya, Aming, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, dan Tora Sudiro menghadirkan dinamika yang kontras—serius sekaligus absurd. Karena itu, atmosfer film terasa tegang namun tetap menyelipkan humor getir.

Horor yang Menggoda Nurani

Film ini tidak berhenti pada jump scare. Sebaliknya, Joko mendorong penonton untuk berpikir. Ia menggunakan penjara sebagai metafora yang lugas sekaligus menusuk.

Jeruji membatasi gerak. Struktur kuasa menentukan nasib. Ketimpangan memupuk dendam. Sementara itu, ketidakadilan sering tumbuh diam-diam tanpa banyak yang menggugat.

Kita kerap menunjuk “penghuni sel sebelah” sebagai biang masalah. Padahal, persoalan mungkin berakar pada sistem yang kita biarkan berjalan tanpa koreksi. Oleh karena itu, film ini seperti berbisik: jangan hanya takut pada hantunya, tetapi pahami mengapa ia muncul.

Tertawa, Lalu Tersentil

Horor-komedi memberi ruang bagi kritik sosial tanpa kesan menggurui. Saat penonton tertawa, pesan menyelinap halus. Setelah tawa mereda, pertanyaan mulai menggema.

Mengapa para tokoh baru bersatu ketika ancaman datang? Mengapa solidaritas lahir dari ketakutan, bukan dari kesadaran? Pertanyaan-pertanyaan itu terasa relevan, terutama jika kita menengok realitas sehari-hari.

Sering kali, masyarakat baru bergerak ketika krisis sudah di depan mata. Sebelum itu, perdebatan berlangsung tanpa ujung. Sesudahnya, barulah muncul desakan untuk bersatu.

Kita di Luar atau di Dalam?

Pada akhirnya, “Ghost in the Cell” tidak sekadar menghadirkan hantu di lorong penjara. Film ini menyorot relasi kuasa, memperlihatkan kompromi, dan mengungkap ketakutan kolektif yang kita pelihara sendiri.

Jika sistem terus retak, konsekuensi pasti mengikuti. Entah dalam bentuk konflik terbuka, krisis berkepanjangan, atau “hantu” lain yang tak kasatmata.

Jadi, pertanyaannya kini sederhana namun mengganggu:
Apakah kita benar-benar berdiri di luar jeruji, atau justru sudah menjadi bagian dari sel itu sendiri?

Barangkali, rasa tidak nyaman setelah menonton film ini justru menjadi tanda bahwa kritiknya bekerja. @eko

Tags: Film BaruJoko AnwarNasional

Kamu Melewatkan Ini

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Indonesia Sudah Konsisten: Kenaikan Harga Menjadi Rutinitas

Indonesia Sudah Konsisten: Kenaikan Harga Menjadi Rutinitas

by jeje
Mei 9, 2026

Belanja kebutuhan dapur sekarang terasa seperti permainan bertahan hidup. Uang Rp100 ribu masuk pasar dengan percaya diri, lalu pulang bersama...

Next Post
Tumbangnya Raja Narkoba dan Ancaman Perang Suksesi di Meksiko

Tumbangnya Raja Narkoba dan Ancaman Perang Suksesi di Meksiko

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id