Tabooo.id: Global – Isu kesehatan lintas negara kembali mencuat. Dua Warga Negara Indonesia (WNI) terkonfirmasi mengidap penyakit lepra di Rumania. Informasi ini muncul setelah rumah sakit setempat melakukan pemeriksaan medis terhadap keduanya, yang diketahui merupakan pekerja migran Indonesia.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bucharest memastikan temuan tersebut pada Selasa (16/12/2025). Kedua WNI itu baru bekerja di Rumania dalam rentang waktu relatif singkat masing-masing tiga bulan dan satu tahun. Fakta ini langsung memicu perhatian serius, baik dari otoritas Indonesia maupun pihak kesehatan setempat.
Gejala Awal dan Penanganan Medis
Kasus ini terungkap setelah kedua WNI mengeluhkan gejala gatal-gatal pada kulit. Keluhan itu mendorong pemeriksaan lanjutan di rumah sakit, yang kemudian memastikan diagnosis lepra. Penyakit ini memang jarang ditemukan di Eropa, sehingga temuan tersebut langsung masuk dalam pemantauan ketat otoritas kesehatan Rumania.
Duta Besar RI untuk Rumania dan Moldova, Meidyatama Suryodiningrat, menegaskan bahwa KBRI Bucharest bergerak cepat sejak informasi medis diterima. Saat ini, kedua WNI menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat dengan pengawasan tenaga medis profesional.
“Kami terus memantau kondisi mereka dan memastikan seluruh hak kesehatan terpenuhi,” tegas Meidyatama.
Kontak Erat Diawasi, Isolasi Dijalankan
Selain dua pasien utama, otoritas kesehatan juga mengidentifikasi tiga WNI lain yang memiliki kontak dekat dengan keduanya. Sebagai langkah pencegahan, ketiga WNI tersebut kini menjalani isolasi dan pengawasan medis.
Meski demikian, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa ketiganya belum terinfeksi. Namun, pemantauan tetap dilakukan secara berkala untuk mencegah potensi penularan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari standar penanganan penyakit menular di Rumania.
Kelima WNI tersebut diketahui bekerja di sebuah tempat spa di kota Cluj-Napoca, sekitar 460 kilometer di utara Bucharest. Lokasi kerja dan tempat tinggal mereka kini turut menjadi perhatian otoritas setempat.
Peran KBRI dan Koordinasi Lintas Negara
KBRI Bucharest memastikan tidak melepas kasus ini begitu saja. Selain mendampingi para WNI, perwakilan RI aktif berkoordinasi dengan otoritas kesehatan Rumania. Komunikasi intensif juga terus dijalin dengan para pasien untuk memastikan kondisi fisik dan mental mereka tetap terjaga.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan rumah sakit serta otoritas kesehatan setempat,” ujar Meidyatama.
Langkah ini menjadi bagian dari perlindungan negara terhadap pekerja migran, terutama ketika menghadapi situasi darurat kesehatan di luar negeri.
Lebih dari Kasus Medis, Ini Soal Perlindungan WNI
Kasus lepra ini bukan sekadar soal penyakit. Ia membuka kembali diskusi lama tentang perlindungan kesehatan pekerja migran Indonesia di luar negeri. Di tengah tuntutan ekonomi global, WNI sering berada di garis depan risiko mulai dari keselamatan kerja hingga kesehatan.
Rumania mungkin jarang mendengar kata “kusta” dalam 44 tahun terakhir. Namun bagi Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa mobilitas tenaga kerja selalu membawa konsekuensi lintas batas.
Penyakit bisa diobati. Tapi kewaspadaan tak boleh lengah. Sebab dalam dunia yang semakin terhubung, satu gejala kecil bisa berubah menjadi isu besar jika negara terlambat hadir. @dimas




