Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dua Warga Meninggal Dunia dalam Banjir Bandang di Buleleng, Bali

by dimas
Maret 8, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu pada Jumat (6/3/2026) malam memicu banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Arus air yang datang tiba-tiba membawa lumpur, kayu, dan material dari aliran sungai, lalu menghantam permukiman warga.

Akibatnya, ratusan rumah mengalami kerusakan. Hingga Minggu (8/3/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng mencatat sedikitnya 253 rumah terdampak banjir bandang tersebut.

Petugas masih terus mendata kerusakan di lapangan. Mereka memeriksa kondisi rumah warga satu per satu untuk menentukan tingkat kerusakan, mulai dari ringan hingga berat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan proses pendataan belum selesai. Tim lapangan masih memverifikasi laporan warga sekaligus menghitung potensi kerugian akibat bencana tersebut.

“Data sementara di Desa Banjar ada 253 rumah yang terdampak banjir bandang. Saat ini petugas masih melakukan verifikasi dan mengklasifikasikan tingkat kerusakan apakah masuk kategori ringan, sedang, atau berat,” ujar Suyasa saat dikonfirmasi pada Minggu.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Selain rumah warga, banjir juga merusak sejumlah infrastruktur lingkungan. Lumpur dan material kayu menutup beberapa akses jalan, sementara aliran air menghanyutkan barang-barang milik warga.

BPBD memperkirakan angka kerugian masih bisa bertambah karena proses pendataan belum sepenuhnya selesai.

Hujan Deras dari Hulu Picu Banjir

Banjir bandang itu terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu sungai selama beberapa jam. Debit air meningkat tajam dan akhirnya meluap ke permukiman warga di Desa Banjar.

Air datang dengan cepat pada Jumat malam. Banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka. Beberapa rumah bahkan langsung terendam lumpur ketika arus air masuk ke halaman hingga ke dalam bangunan.

Bagi sebagian warga, banjir ini bukan sekadar genangan biasa. Air membawa material kayu dan lumpur tebal yang merusak dinding rumah, perabotan, hingga kendaraan yang terparkir di halaman.

Warga yang tinggal di bantaran sungai menjadi kelompok paling terdampak. Mereka harus membersihkan rumah dari lumpur sekaligus menghadapi risiko kehilangan tempat tinggal jika kerusakan bangunan dinilai berat.

Dua Warga Meninggal, Dua Anak Masih Hilang

Banjir bandang itu juga menelan korban jiwa. Tim pencarian menemukan dua warga dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus.

Korban pertama adalah Dewa Ketut Adi Suarjaya (55), warga Dusun Santal, Desa Banjar. Arus banjir menyeretnya pada Jumat malam ketika ia berusaha memindahkan mobil di depan rumahnya.

Korban kedua, Komang Suci (44), warga Dusun Ambengan, ditemukan pada Sabtu siang. Tim menemukan jenazahnya di aliran sungai sekitar 1,5 kilometer dari rumahnya.

Tragedi belum berhenti di sana. Dua anak Komang Suci dilaporkan masih hilang hingga Minggu. Mereka adalah Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).

Keduanya diduga ikut terseret arus ketika banjir menghantam rumah mereka pada Jumat malam.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan pencarian. Mereka menyisir aliran sungai hingga ke arah pantai untuk menemukan kedua korban.

Warga Hadapi Kerugian dan Trauma

Bagi warga Desa Banjar, banjir ini meninggalkan luka ganda: kerusakan rumah sekaligus kehilangan anggota keluarga.

Sebagian warga kini harus membersihkan lumpur setebal beberapa sentimeter di dalam rumah. Yang lain mulai memikirkan bagaimana memperbaiki bangunan yang rusak di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu siap menghadapi bencana mendadak.

Banjir bandang seperti ini juga mengingatkan satu hal yang sering luput dari perhatian ketika alam bergerak lebih cepat dari kesiapan manusia, yang paling terdampak selalu warga biasa mereka yang rumahnya berdiri paling dekat dengan sungai dan paling jauh dari jaminan perlindungan. @dimas

Tags: balibanjirBanjir BandangbencanaBPBDBulelengCuaca EkstremNasionalsiaga

Kamu Melewatkan Ini

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Kenapa Kota di Indonesia Makin Gampang Tenggelam?

Kenapa Kota di Indonesia Makin Gampang Tenggelam?

by Waras
Mei 11, 2026

Dulu banjir datang setahun sekali. Sekarang, banyak kota di Indonesia terasa seperti tinggal menunggu giliran tenggelam. Hujan memang makin ekstrem....

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
Novel Laris Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Siap Diadaptasi ke Film

Novel Laris Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Siap Diadaptasi ke Film

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id