• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Selasa, Maret 24, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Deep

Di Antara Doa dan Rindu, Namamu Ibu

Desember 27, 2025
in Deep
A A
Di Antara Doa dan Rindu, Namamu Ibu

Gambar narasi AI ( Tabooo.id/Dimas P)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Prolog ini lahir dari rindu yang tak pernah benar-benar selesai. Pertama-tama, rindu itu tumbuh dari hati seorang anak yang belajar menerima kehilangan, namun tetap menjaga cinta. Selanjutnya, anak itu merangkai kata demi kata, bukan hanya sebagai bahasa, melainkan sebagai doa yang ia kirimkan perlahan ke langit. Di sana, sang ibunda kini beristirahat dengan damai. Di setiap bait, ia menyimpan air mata sementara itu, ia memeluk kenangan dengan sepenuh jiwa. Hingga akhirnya, ia memahami bahwa cinta tak pernah kalah oleh waktu. Oleh karena itu, bagi seorang anak, ibu bukan sekadar masa lalu. Sebaliknya, ia adalah cahaya yang hidup, yang kemudian menuntun setiap langkah hari ini dan akhirnya tinggal abadi dalam perjalanan hidup.

Untuk Ibu, di Antara Doa dan Rindu

Ibu,
namamu kusebut pelan
di antara hela napas dan air mata
yang jatuh diam-diam
saat dunia terasa terlalu sunyi tanpamu.

RelatedPosts

Ogoh-Ogoh: Saat Manusia Mengarak Ketakutannya Sendiri di Tengah Jalan

Gelombang Tidak Salah, Tapi Cara Pikir Kamu Yang Salah!

Dulu,
pelukmu adalah rumah
tempat lelahku pulang
tempat hatiku belajar tenang
meski badai hidup tak pernah berhenti.

Kini,
aku berbicara pada langit
mengirim rindu lewat doa-doa panjang
berharap sampai ke tempatmu
yang katanya penuh cahaya dan damai.

Ibu,
cintamu tak pernah benar-benar pergi
ia hidup di nadiku
di caraku tersenyum,
di caraku bertahan saat hampir menyerah.

Jika rindu ini terlalu berat,
biarlah air mata menjadi bukti
bahwa aku pernah dicintai
dengan cinta paling tulus di dunia.

Tenanglah di sana, Ibu
doaku selalu bersamamu
hingga kelak,
rindu ini tak lagi bernama jarak. (Esp | Surakarta, 22/12/2025).

Tags: desemberDoahari ibuibumelangitpuisirindu
Next Post
Konsep Otomatis

Danur: The Last Chapter Resmi Jadi Film Lebaran 2026 Pertama yang Diumumkan

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.