Tabooo.id: Lifestyle – “Kadang yang paling menakutkan bukan hantu, tapi kenangan yang tak pernah pergi.”
Risa (Prilly Latuconsina) berdiri di gedung pertunjukan tua dengan cahaya remang. Ia menatap lantai kosong, seolah menunggu sesuatu yang tak kasat mata. Adegan ini langsung membuka cerita yang menegangkan sekaligus menyentuh.
Sinopsis Singkat
Setelah bertahun-tahun menutup hubungan dengan teman hantunya, Risa mencoba menjalani hidup normal. Namun, adiknya, Riri (Zee Asadel), mulai bersikap aneh menjelang pernikahannya. Risa kemudian menghadapi kejadian misterius yang membuatnya merasakan kematian berulang kali. Hantu-hantu lama tampak ingin menyampaikan pesan penting. Film ini tetap menegangkan, tapi tidak berlebihan mengandalkan jumpscare.
Analisis
“Danur: The Last Chapter” bukan sekadar horor. Film ini juga bicara soal keluarga, kehilangan, dan trauma yang tersimpan. Tema tanggung jawab dan ikatan darah relevan untuk anak muda yang menghadapi konflik keluarga atau kehilangan figur orang tua. Film ini menyinggung batas antara kehidupan nyata dan dunia lain, sekaligus membangkitkan rasa ingin tahu dan hormat pada memori masa lalu. Dalam konteks sosial, film ini menunjukkan bagaimana ketakutan dan trauma bisa diwariskan atau memengaruhi generasi berikutnya secara simbolik.
Kesimpulan Reflektif
Film ini penting karena mengajak penonton merenungkan cara menghadapi kehilangan dan kenangan. Ia mengingatkan bahwa keberanian bukan selalu melawan sesuatu yang nyata, tapi menerima rasa takut dari dalam diri. Adegan menegangkan sekaligus emosional membuat penonton tidak hanya takut, tapi juga peduli pada karakter.
Penilaian Akhir
Worth it. “Danur: The Last Chapter” menyeimbangkan horor dan drama keluarga, membuatnya lebih dari sekadar film hantu biasa. (red)





