Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ogoh-Ogoh: Saat Manusia Mengarak Ketakutannya Sendiri di Tengah Jalan

by jeje
Maret 19, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Asap dupa naik, api bergetar, dan malam langsung terasa tegang. Di tengah jalan, ogoh-ogoh berdiri tinggi, bukan sekadar patung, tapi sesuatu yang terasa hidup. Orang-orang mengelilinginya, berteriak, tertawa, dan mengabadikan momen itu.

Tapi malam itu bukan cuma soal perayaan.
Malam itu tentang sesuatu yang lebih jujur: manusia sedang memperlihatkan sisi gelapnya sendiri.

Ritual yang Berubah Arah

Secara tradisi, masyarakat Bali membuat ogoh-ogoh untuk merepresentasikan Bhuta Kala, energi negatif yang harus dilepaskan. Mereka lalu mengaraknya keliling desa, kemudian membakarnya sebagai simbol penyucian.

Namun sekarang, maknanya mulai bergeser.

Ogoh-ogoh tidak lagi sekadar simbol spiritual. Ia berubah jadi panggung. Komunitas berlomba membuat bentuk paling besar, paling detail, paling mencolok. Kamera menyala di mana-mana. Sorak-sorai menggantikan keheningan.

Ini Belum Selesai

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

Bersih Desa Winongo, Tradisi yang Menjaga Identitas

Akibatnya, ritual perlahan berubah jadi pertunjukan.

Dari Mengusir, Menjadi Menikmati

Dulu, masyarakat mengarak ogoh-ogoh untuk menyingkirkan energi buruk.
Sekarang, banyak orang justru menikmatinya.

Ironisnya, kita tidak lagi terburu-buru membakar kegelapan. Kita malah memotretnya, merekamnya, lalu menyebarkannya.

Fenomena ini terasa familiar, kan?

Kemarahan jadi konten.
Kesedihan jadi estetika.
Kekacauan jadi tontonan.

Kita tidak benar-benar menyelesaikan masalah. Kita hanya mengemasnya supaya terlihat menarik.

Di Balik Keramaian, Ada Manusia

Meski begitu, kita tidak bisa mengabaikan satu hal: ogoh-ogoh tetap lahir dari kerja keras manusia.

Anak-anak muda begadang berbulan-bulan. Komunitas banjar bergotong royong. Seniman lokal menuangkan imajinasi mereka tanpa batas.

Di titik ini, ogoh-ogoh bukan cuma simbol gelap. Ia juga jadi simbol kreativitas dan identitas.

Namun pertanyaannya tetap menggantung:
apakah kita masih memahami maknanya, atau hanya menikmati prosesnya?

Kita Adalah Ogoh-Ogoh Itu

Kalau kita jujur, ogoh-ogoh sebenarnya bukan tentang makhluk mitologi.

Ia tentang kita.

Tentang ego yang sulit dikendalikan, amarah yang terus dipelihara dan ketakutan yang tidak pernah benar-benar kita hadapi.

Kita membentuknya, mengaraknya, dan kita rayakan.

Lalu, kita berharap api bisa menyelesaikan semuanya.

Padahal, yang terbakar hanya bentuknya, bukan sifatnya.

Antara Budaya dan Tontonan

Hari ini, ogoh-ogoh berdiri di dua dunia sekaligus.

Di satu sisi, ia tetap menjadi bagian dari ritual sakral.
Namun di sisi lain, ia masuk ke ruang publik digital, menjadi konten, menjadi hiburan, bahkan menjadi identitas visual Bali di mata dunia.

Masalahnya bukan pada perubahan. Budaya memang selalu bergerak.

Tapi yang perlu kita tanyakan:
apakah makna masih ikut bergerak, atau justru tertinggal?

Lalu, Apa yang Sebenarnya Kita Bakar?

Setiap tahun, api melahap ogoh-ogoh sampai jadi abu. Orang-orang bersorak. Ritual selesai.

Namun setelah itu, hidup kembali berjalan seperti biasa.

Amarah tetap ada.
Ego tetap tumbuh.
Ketakutan tetap tinggal.

Jadi, apa yang sebenarnya kita bakar?

Ogoh-ogoh mungkin hilang dalam semalam.
Tapi sisi gelap manusia tidak pernah benar-benar pergi.

Dan mungkin, di situlah letak kejujurannya.

Karena yang paling tabu bukanlah monster yang kita arak di jalan,
melainkan yang kita simpan diam-diam di dalam diri sendiri. @jeje

Tags: balibanjar legian kuloddenpasarLegianNyepi

Kamu Melewatkan Ini

NIK Bocor, OTP Jebol: Salah Hacker atau Negara Terlambat?

NIK Bocor, OTP Jebol: Salah Hacker atau Negara Terlambat?

by teguh
Mei 17, 2026

Pernah tiba-tiba dapat OTP padahal kamu tidak login apa-apa? Atau mendadak muncul SMS pinjaman yang tidak pernah kamu ajukan? Kalau...

NIK Kamu Sudah Dijual, Negara Baru Sibuk di Hilir

NIK Kamu Sudah Dijual, Negara Baru Sibuk di Hilir

by teguh
Mei 16, 2026

Bayangkan NIK Kamu sudah dijual seseorang? mereka memakai identitasmu untuk membuka akses digital, membeli nomor telepon, lalu melewati sistem keamanan...

Bali Tidak Kotor, Kita yang Menunda Masalah Sampai Jadi Gunung

Gunung Sampah di Bali: Surga Wisata yang Diam-Diam Tenggelam oleh Limbah?

by dimas
Mei 5, 2026

Sampah Bali kini tak lagi sekadar persoalan kebersihan kota, melainkan sinyal krisis pengelolaan destinasi wisata. Lonjakan volume limbah dari rumah...

Next Post
Nyepi: Kita Tidak Takut Sepi, Kita Takut Diri Sendiri

Nyepi: Kita Tidak Takut Sepi, Kita Takut Diri Sendiri

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id