Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ogoh-Ogoh: Saat Manusia Mengarak Ketakutannya Sendiri di Tengah Jalan

by jeje
Maret 19, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Deep – Asap dupa naik, api bergetar, dan malam langsung terasa tegang. Di tengah jalan, ogoh-ogoh berdiri tinggi, bukan sekadar patung, tapi sesuatu yang terasa hidup. Orang-orang mengelilinginya, berteriak, tertawa, dan mengabadikan momen itu.

Tapi malam itu bukan cuma soal perayaan.
Malam itu tentang sesuatu yang lebih jujur: manusia sedang memperlihatkan sisi gelapnya sendiri.

Ritual yang Berubah Arah

Secara tradisi, masyarakat Bali membuat ogoh-ogoh untuk merepresentasikan Bhuta Kala, energi negatif yang harus dilepaskan. Mereka lalu mengaraknya keliling desa, kemudian membakarnya sebagai simbol penyucian.

Namun sekarang, maknanya mulai bergeser.

Ogoh-ogoh tidak lagi sekadar simbol spiritual. Ia berubah jadi panggung. Komunitas berlomba membuat bentuk paling besar, paling detail, paling mencolok. Kamera menyala di mana-mana. Sorak-sorai menggantikan keheningan.

Ini Belum Selesai

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

Akibatnya, ritual perlahan berubah jadi pertunjukan.

Dari Mengusir, Menjadi Menikmati

Dulu, masyarakat mengarak ogoh-ogoh untuk menyingkirkan energi buruk.
Sekarang, banyak orang justru menikmatinya.

Ironisnya, kita tidak lagi terburu-buru membakar kegelapan. Kita malah memotretnya, merekamnya, lalu menyebarkannya.

Fenomena ini terasa familiar, kan?

Kemarahan jadi konten.
Kesedihan jadi estetika.
Kekacauan jadi tontonan.

Kita tidak benar-benar menyelesaikan masalah. Kita hanya mengemasnya supaya terlihat menarik.

Di Balik Keramaian, Ada Manusia

Meski begitu, kita tidak bisa mengabaikan satu hal: ogoh-ogoh tetap lahir dari kerja keras manusia.

Anak-anak muda begadang berbulan-bulan. Komunitas banjar bergotong royong. Seniman lokal menuangkan imajinasi mereka tanpa batas.

Di titik ini, ogoh-ogoh bukan cuma simbol gelap. Ia juga jadi simbol kreativitas dan identitas.

Namun pertanyaannya tetap menggantung:
apakah kita masih memahami maknanya, atau hanya menikmati prosesnya?

Kita Adalah Ogoh-Ogoh Itu

Kalau kita jujur, ogoh-ogoh sebenarnya bukan tentang makhluk mitologi.

Ia tentang kita.

Tentang ego yang sulit dikendalikan, amarah yang terus dipelihara dan ketakutan yang tidak pernah benar-benar kita hadapi.

Kita membentuknya, mengaraknya, dan kita rayakan.

Lalu, kita berharap api bisa menyelesaikan semuanya.

Padahal, yang terbakar hanya bentuknya, bukan sifatnya.

Antara Budaya dan Tontonan

Hari ini, ogoh-ogoh berdiri di dua dunia sekaligus.

Di satu sisi, ia tetap menjadi bagian dari ritual sakral.
Namun di sisi lain, ia masuk ke ruang publik digital, menjadi konten, menjadi hiburan, bahkan menjadi identitas visual Bali di mata dunia.

Masalahnya bukan pada perubahan. Budaya memang selalu bergerak.

Tapi yang perlu kita tanyakan:
apakah makna masih ikut bergerak, atau justru tertinggal?

Lalu, Apa yang Sebenarnya Kita Bakar?

Setiap tahun, api melahap ogoh-ogoh sampai jadi abu. Orang-orang bersorak. Ritual selesai.

Namun setelah itu, hidup kembali berjalan seperti biasa.

Amarah tetap ada.
Ego tetap tumbuh.
Ketakutan tetap tinggal.

Jadi, apa yang sebenarnya kita bakar?

Ogoh-ogoh mungkin hilang dalam semalam.
Tapi sisi gelap manusia tidak pernah benar-benar pergi.

Dan mungkin, di situlah letak kejujurannya.

Karena yang paling tabu bukanlah monster yang kita arak di jalan,
melainkan yang kita simpan diam-diam di dalam diri sendiri. @jeje

Tags: balibanjar legian kuloddenpasarLegianNyepi

Kamu Melewatkan Ini

Pertalite Langka, Antrean SPBU Mengular di Bali dan Malang

Pertalite Langka, Antrean SPBU Mengular di Bali dan Malang

by dimas
Oktober 15, 2026

Kelangkaan Pertalite di Bali dan Malang memicu antrean panjang di SPBU. Pertamina menyebut keterlambatan bongkar muat kapal dan lonjakan permintaan...

Aksara Bali Kembali ke Jalanan: Antara Identitas, Aturan, dan Modernitas

Aksara Bali Kembali ke Jalanan: Antara Identitas, Aturan, dan Modernitas

by teguh
September 26, 2026

Bali punya banyak cara untuk memperkenalkan dirinya. Pura, gamelan, upacara adat, kain tradisional, hingga lanskap desa menjadi bagian dari identitas...

Gubernur Bali Deadline: Semua Papan Nama Wajib Pakai Aksara Bali Sebelum April 2027

Gubernur Bali Deadline: Semua Papan Nama Wajib Pakai Aksara Bali Sebelum April 2027

by teguh
September 26, 2026

Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Namun, setelah aturan penggunaan Aksara Bali berjalan sejak 2018, masih banyak papan nama usaha,...

Next Post
Nyepi: Kita Tidak Takut Sepi, Kita Takut Diri Sendiri

Nyepi: Kita Tidak Takut Sepi, Kita Takut Diri Sendiri

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id