Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gelombang Tidak Salah, Tapi Cara Pikir Kamu Yang Salah!

by jeje
Maret 17, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Langit di atas Kuta sore itu tampak damai. Terlalu damai, bahkan.
Ia seolah menutupi sesuatu yang lebih dalam.

Namun laut tidak ikut berpura-pura. Ombak datang, pecah, lalu kembali lagi.
Gerakannya terus berubah, meskipun terlihat berulang.

Dari situ, saya melihat satu hal dengan jelas:
ketenangan sering hanya ilusi jarak.

Ketika kita melihat dari jauh, semuanya tampak stabil.
Sebaliknya, saat kita mendekat, kompleksitasnya langsung terasa.

Di Balik Sistem yang Terlihat Jalan

Hal yang sama terjadi di Tabooo.

Ini Belum Selesai

Perempuan-Perempuan di Kiri Indonesia

Kematian Mandala, Sepatu Sempit, dan Birokrasi yang Kehilangan Rasa

Kita menjalankan media, menggerakkan studio dan memproduksi ide hampir tanpa jeda.
Semua terlihat seperti progres.

Namun di balik itu, kita juga menghadapi sesuatu yang lebih dalam.
Kita tidak hanya bekerja—kita bergulat.

Karena kita tidak sedang membangun sistem semata.
Kita sedang membentuk cara berpikir.Kita belajar melihat realitas tanpa ilusi.
Kita memaksa diri menerima hal yang tidak nyaman.
Dan kita tetap berdiri meskipun tidak semua orang setuju.

Validasi atau Kesadaran?

Di depan laut itu, matahari tidak pernah meminta izin.
Ia tetap muncul. Ia tetap menyinari.

Awan boleh datang, tapi matahari tidak berhenti.

Di titik itu, saya mulai bertanya:

apakah kita bergerak karena sadar,
atau hanya karena ingin terlihat benar?

Banyak orang mengejar validasi.
Mereka bergerak karena ingin diakui.

Namun Tabooo tidak boleh berjalan dengan cara itu.

Kita harus memilih kesadaran.
Kita harus berdiri karena kita tahu arah, bukan karena kita ingin diterima.

Harga dari Kejujuran

Namun kesadaran selalu datang dengan harga.

Kejujuran sering membuat situasi menjadi tidak nyaman.
Ia bisa menjauhkan kita dari banyak orang.

Kadang, orang tidak memahami kita.
Kadang, mereka memilih menjauh.

Tapi justru di situlah nilainya.

Laut ini tidak menjadi luas karena ia tenang.
Ia menjadi luas karena ia terus bergerak.

Peran yang Sering Disalahpahami

Dari situ, saya memahami satu hal:

saya tidak perlu mengendalikan semuanya, tidak bisa menghentikan ombak, tidak bisa mengatur setiap perubahan.

Namun saya bisa menjaga arah.

Dan itulah peran CEO.

Saya tidak berdiri sebagai pusat dari semua gerakan.
Saya menjaga arah agar tetap jelas di tengah ketidakpastian.

Arah itu harus tetap sama:

kita memilih kejernihan sebelum keberpihakan,
kita mengutamakan keberanian sebelum kenyamanan,
dan kita menempatkan kesadaran sebelum keputusan.

Jeda yang Tidak Sekadar Diam

Sore itu, matahari turun perlahan.
Namun saya tidak melihatnya sebagai akhir.

Saya melihatnya sebagai jeda, berhenti sejenak untuk melihat ulang.
dan bertanya dengan jujur:

apakah kita benar-benar bergerak,
atau hanya terlihat bergerak?

Karena pada akhirnya, Tabooo tidak akan diukur dari seberapa besar ia tumbuh.

Kita akan diukur dari seberapa jujur kita berpikir. ( J.E. CEO, Tabooo Network Indonesia )

Tags: baliPantai KutaTaboooid

Kamu Melewatkan Ini

Infinite Scroll dan Otak Anak: Kenapa Generasi Sekarang Sulit Lepas dari HP?

Infinite Scroll dan Otak Anak: Kenapa Generasi Sekarang Sulit Lepas dari HP?

by jeje
Mei 7, 2026

Lampu kamar masih menyala pukul dua pagi. Seorang anak terus menggulir layar tanpa henti. Satu video lewat, lalu muncul video...

Bukan Sekadar Main HP, Pengadilan AS Sebut Media Sosial Dirancang Bikin Candu

Bukan Sekadar Main HP, Pengadilan AS Sebut Media Sosial Dirancang Bikin Candu

by jeje
Mei 7, 2026

Perdebatan soal media sosial kini bergeser. Orang kini tidak lagi hanya memperdebatkan durasi menatap layar, tapi juga cara platform digital...

Bali Tidak Kotor, Kita yang Menunda Masalah Sampai Jadi Gunung

Gunung Sampah di Bali: Surga Wisata yang Diam-Diam Tenggelam oleh Limbah?

by dimas
Mei 5, 2026

Sampah Bali kini tak lagi sekadar persoalan kebersihan kota, melainkan sinyal krisis pengelolaan destinasi wisata. Lonjakan volume limbah dari rumah...

Next Post
Jelang Lebaran, Pakoe Boewono XIV Bagikan Sembako dari Dana Pribadi

Jelang Lebaran, Pakoe Boewono XIV Bagikan Sembako dari Dana Pribadi

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

Mei 14, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026

Judi Online Kini Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Sudah Terpapar

Mei 14, 2026

Ferdy Sambo Kuliah S2 di Penjara: Hak Warga Binaan atau Privilege Elite?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id