Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gelombang Tidak Salah, Tapi Cara Pikir Kamu Yang Salah!

by jeje
Maret 17, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Deep – Langit di atas Kuta sore itu tampak damai. Terlalu damai, bahkan.
Ia seolah menutupi sesuatu yang lebih dalam.

Namun laut tidak ikut berpura-pura. Ombak datang, pecah, lalu kembali lagi.
Gerakannya terus berubah, meskipun terlihat berulang.

Dari situ, saya melihat satu hal dengan jelas:
ketenangan sering hanya ilusi jarak.

Ketika kita melihat dari jauh, semuanya tampak stabil.
Sebaliknya, saat kita mendekat, kompleksitasnya langsung terasa.

Di Balik Sistem yang Terlihat Jalan

Hal yang sama terjadi di Tabooo.

Ini Belum Selesai

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

Kita menjalankan media, menggerakkan studio dan memproduksi ide hampir tanpa jeda.
Semua terlihat seperti progres.

Namun di balik itu, kita juga menghadapi sesuatu yang lebih dalam.
Kita tidak hanya bekerja—kita bergulat.

Karena kita tidak sedang membangun sistem semata.
Kita sedang membentuk cara berpikir.Kita belajar melihat realitas tanpa ilusi.
Kita memaksa diri menerima hal yang tidak nyaman.
Dan kita tetap berdiri meskipun tidak semua orang setuju.

Validasi atau Kesadaran?

Di depan laut itu, matahari tidak pernah meminta izin.
Ia tetap muncul. Ia tetap menyinari.

Awan boleh datang, tapi matahari tidak berhenti.

Di titik itu, saya mulai bertanya:

apakah kita bergerak karena sadar,
atau hanya karena ingin terlihat benar?

Banyak orang mengejar validasi.
Mereka bergerak karena ingin diakui.

Namun Tabooo tidak boleh berjalan dengan cara itu.

Kita harus memilih kesadaran.
Kita harus berdiri karena kita tahu arah, bukan karena kita ingin diterima.

Harga dari Kejujuran

Namun kesadaran selalu datang dengan harga.

Kejujuran sering membuat situasi menjadi tidak nyaman.
Ia bisa menjauhkan kita dari banyak orang.

Kadang, orang tidak memahami kita.
Kadang, mereka memilih menjauh.

Tapi justru di situlah nilainya.

Laut ini tidak menjadi luas karena ia tenang.
Ia menjadi luas karena ia terus bergerak.

Peran yang Sering Disalahpahami

Dari situ, saya memahami satu hal:

saya tidak perlu mengendalikan semuanya, tidak bisa menghentikan ombak, tidak bisa mengatur setiap perubahan.

Namun saya bisa menjaga arah.

Dan itulah peran CEO.

Saya tidak berdiri sebagai pusat dari semua gerakan.
Saya menjaga arah agar tetap jelas di tengah ketidakpastian.

Arah itu harus tetap sama:

kita memilih kejernihan sebelum keberpihakan,
kita mengutamakan keberanian sebelum kenyamanan,
dan kita menempatkan kesadaran sebelum keputusan.

Jeda yang Tidak Sekadar Diam

Sore itu, matahari turun perlahan.
Namun saya tidak melihatnya sebagai akhir.

Saya melihatnya sebagai jeda, berhenti sejenak untuk melihat ulang.
dan bertanya dengan jujur:

apakah kita benar-benar bergerak,
atau hanya terlihat bergerak?

Karena pada akhirnya, Tabooo tidak akan diukur dari seberapa besar ia tumbuh.

Kita akan diukur dari seberapa jujur kita berpikir. ( J.E. CEO, Tabooo Network Indonesia )

Tags: baliPantai KutaTaboooid

Kamu Melewatkan Ini

Pertalite Langka, Antrean SPBU Mengular di Bali dan Malang

Pertalite Langka, Antrean SPBU Mengular di Bali dan Malang

by dimas
Oktober 15, 2026

Kelangkaan Pertalite di Bali dan Malang memicu antrean panjang di SPBU. Pertamina menyebut keterlambatan bongkar muat kapal dan lonjakan permintaan...

Aksara Bali Kembali ke Jalanan: Antara Identitas, Aturan, dan Modernitas

Aksara Bali Kembali ke Jalanan: Antara Identitas, Aturan, dan Modernitas

by teguh
September 26, 2026

Bali punya banyak cara untuk memperkenalkan dirinya. Pura, gamelan, upacara adat, kain tradisional, hingga lanskap desa menjadi bagian dari identitas...

Gubernur Bali Deadline: Semua Papan Nama Wajib Pakai Aksara Bali Sebelum April 2027

Gubernur Bali Deadline: Semua Papan Nama Wajib Pakai Aksara Bali Sebelum April 2027

by teguh
September 26, 2026

Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Namun, setelah aturan penggunaan Aksara Bali berjalan sejak 2018, masih banyak papan nama usaha,...

Next Post
Jelang Lebaran, Pakoe Boewono XIV Bagikan Sembako dari Dana Pribadi

Jelang Lebaran, Pakoe Boewono XIV Bagikan Sembako dari Dana Pribadi

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id