Senin, Juni 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gelombang Tidak Salah, Tapi Cara Pikir Kamu Yang Salah!

by jeje
Maret 17, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Langit di atas Kuta sore itu tampak damai. Terlalu damai, bahkan.
Ia seolah menutupi sesuatu yang lebih dalam.

Namun laut tidak ikut berpura-pura. Ombak datang, pecah, lalu kembali lagi.
Gerakannya terus berubah, meskipun terlihat berulang.

Dari situ, saya melihat satu hal dengan jelas:
ketenangan sering hanya ilusi jarak.

Ketika kita melihat dari jauh, semuanya tampak stabil.
Sebaliknya, saat kita mendekat, kompleksitasnya langsung terasa.

Di Balik Sistem yang Terlihat Jalan

Hal yang sama terjadi di Tabooo.

Ini Belum Selesai

Arief Rahman: Dari Aktivis Kampus ke Arsitek Media Digital

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Kehilangan Napas

Kita menjalankan media, menggerakkan studio dan memproduksi ide hampir tanpa jeda.
Semua terlihat seperti progres.

Namun di balik itu, kita juga menghadapi sesuatu yang lebih dalam.
Kita tidak hanya bekerja—kita bergulat.

Karena kita tidak sedang membangun sistem semata.
Kita sedang membentuk cara berpikir.Kita belajar melihat realitas tanpa ilusi.
Kita memaksa diri menerima hal yang tidak nyaman.
Dan kita tetap berdiri meskipun tidak semua orang setuju.

Validasi atau Kesadaran?

Di depan laut itu, matahari tidak pernah meminta izin.
Ia tetap muncul. Ia tetap menyinari.

Awan boleh datang, tapi matahari tidak berhenti.

Di titik itu, saya mulai bertanya:

apakah kita bergerak karena sadar,
atau hanya karena ingin terlihat benar?

Banyak orang mengejar validasi.
Mereka bergerak karena ingin diakui.

Namun Tabooo tidak boleh berjalan dengan cara itu.

Kita harus memilih kesadaran.
Kita harus berdiri karena kita tahu arah, bukan karena kita ingin diterima.

Harga dari Kejujuran

Namun kesadaran selalu datang dengan harga.

Kejujuran sering membuat situasi menjadi tidak nyaman.
Ia bisa menjauhkan kita dari banyak orang.

Kadang, orang tidak memahami kita.
Kadang, mereka memilih menjauh.

Tapi justru di situlah nilainya.

Laut ini tidak menjadi luas karena ia tenang.
Ia menjadi luas karena ia terus bergerak.

Peran yang Sering Disalahpahami

Dari situ, saya memahami satu hal:

saya tidak perlu mengendalikan semuanya, tidak bisa menghentikan ombak, tidak bisa mengatur setiap perubahan.

Namun saya bisa menjaga arah.

Dan itulah peran CEO.

Saya tidak berdiri sebagai pusat dari semua gerakan.
Saya menjaga arah agar tetap jelas di tengah ketidakpastian.

Arah itu harus tetap sama:

kita memilih kejernihan sebelum keberpihakan,
kita mengutamakan keberanian sebelum kenyamanan,
dan kita menempatkan kesadaran sebelum keputusan.

Jeda yang Tidak Sekadar Diam

Sore itu, matahari turun perlahan.
Namun saya tidak melihatnya sebagai akhir.

Saya melihatnya sebagai jeda, berhenti sejenak untuk melihat ulang.
dan bertanya dengan jujur:

apakah kita benar-benar bergerak,
atau hanya terlihat bergerak?

Karena pada akhirnya, Tabooo tidak akan diukur dari seberapa besar ia tumbuh.

Kita akan diukur dari seberapa jujur kita berpikir. ( J.E. CEO, Tabooo Network Indonesia )

Tags: baliPantai KutaTaboooid

Kamu Melewatkan Ini

NIK Bocor, OTP Jebol: Salah Hacker atau Negara Terlambat?

NIK Bocor, OTP Jebol: Salah Hacker atau Negara Terlambat?

by teguh
Mei 17, 2026

Pernah tiba-tiba dapat OTP padahal kamu tidak login apa-apa? Atau mendadak muncul SMS pinjaman yang tidak pernah kamu ajukan? Kalau...

NIK Kamu Sudah Dijual, Negara Baru Sibuk di Hilir

NIK Kamu Sudah Dijual, Negara Baru Sibuk di Hilir

by teguh
Mei 16, 2026

Bayangkan NIK Kamu sudah dijual seseorang? mereka memakai identitasmu untuk membuka akses digital, membeli nomor telepon, lalu melewati sistem keamanan...

Infinite Scroll dan Otak Anak: Kenapa Generasi Sekarang Sulit Lepas dari HP?

Infinite Scroll dan Otak Anak: Kenapa Generasi Sekarang Sulit Lepas dari HP?

by jeje
Mei 7, 2026

Lampu kamar masih menyala pukul dua pagi. Seorang anak terus menggulir layar tanpa henti. Satu video lewat, lalu muncul video...

Next Post
Jelang Lebaran, Pakoe Boewono XIV Bagikan Sembako dari Dana Pribadi

Jelang Lebaran, Pakoe Boewono XIV Bagikan Sembako dari Dana Pribadi

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id