Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Infinite Scroll dan Otak Anak: Kenapa Generasi Sekarang Sulit Lepas dari HP?

by jeje
Mei 7, 2026
in Life
A A
Home Life
Share on Facebook
Share on Twitter
Lampu kamar masih menyala pukul dua pagi. Seorang anak terus menggulir layar tanpa henti. Satu video lewat, lalu muncul video lain. Tidak ada akhir. Tidak ada jeda. Infinite scroll membuat semuanya terasa “sebentar lagi”. Padahal satu jam sudah hilang.

Tabooo.id: Life – Hari ini, perdebatan soal media sosial tidak lagi berhenti di durasi screen time. Orang mulai mempertanyakan desain platform digital itu sendiri.

Apalagi setelah seorang perempuan muda memenangkan gugatan melawan Meta dan Google di Pengadilan Los Angeles karena mengalami kecanduan media sosial sejak kecil.

Juri menyatakan Meta dan Google sengaja membangun sistem yang membuat pengguna sulit lepas dari aplikasi. Penggugat yang dikenal sebagai Kaley mendapat ganti rugi US$6 juta atau sekitar Rp97 miliar.

Kasus itu membuka satu pertanyaan yang selama ini terasa tabu:

Bagaimana kalau anak-anak memang tumbuh di dalam sistem yang sengaja membuat mereka ketagihan?

Ini Belum Selesai

Americano: Sehat atau Cuma Gaya?

Kebijakan Pemerintah Berubah, Kehidupan Warga Ikut Berubah?

Scroll Tanpa Henti Bukan Kebetulan

Media sosial modern tidak bekerja seperti aplikasi biasa. Platform-platform itu dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin.

Caranya sederhana, tapi efektif.

Infinite scroll membuat otak tidak punya “titik berhenti”. Autoplay langsung memutar video berikutnya tanpa memberi waktu berpikir. Like, komentar, dan jumlah followers memberi dorongan validasi instan.

Lalu datang notifikasi.

Bunyinya kecil. Tapi efeknya besar.

Satu notifikasi bisa membuat seseorang kembali membuka aplikasi, bahkan tanpa sadar.

Peneliti membandingkan mekanisme ini dengan sistem perjudian. Pengguna terus diberi kombinasi ketidakpastian dan hadiah kecil yang memancing rasa penasaran.

Dan anak-anak menjadi target paling mudah.

Otak Anak Belum Siap Melawan

Kaley mulai menggunakan media sosial sejak usia enam tahun. Seiring waktu, kebiasaan itu berubah menjadi penggunaan kompulsif hingga memicu depresi.

Peneliti menyebut otak anak belum memiliki kontrol impuls yang matang. Karena itu, mereka lebih sulit membatasi diri dibanding orang dewasa.

Masalahnya, platform digital bergerak jauh lebih cepat daripada kemampuan anak memahami risikonya.

Anak-anak belum mengerti bagaimana algoritma bekerja. Mereka hanya tahu satu hal: aplikasi itu membuat mereka terus ingin kembali.

Meski dunia medis masih memperdebatkan istilah “kecanduan media sosial”, peneliti kini memakai istilah problematic social media use untuk menggambarkan penggunaan berlebihan yang mulai mengganggu hidup sehari-hari.

Gejalanya tidak jauh berbeda dari kecanduan lain. Sulit berhenti membuka aplikasi, suasana hati berubah drastis, sampai gangguan tidur.

Ironisnya, semua itu sering terlihat normal.

Karena hampir semua orang juga melakukannya.

Saat Perhatian Anak Jadi Bisnis

Meta menolak putusan tersebut dan berencana mengajukan banding. Perusahaan itu menilai kesehatan mental remaja tidak bisa dikaitkan dengan satu aplikasi saja.

Pernyataan itu mungkin benar.

Tapi kasus ini membuka fakta lain yang lebih mengganggu: perhatian manusia kini sudah menjadi bisnis.

Semakin lama pengguna bertahan di aplikasi, semakin besar keuntungan platform.

Dan di era algoritma, perhatian anak-anak punya nilai ekonomi yang sangat besar.

Karena sekarang pertanyaannya bukan lagi apakah media sosial berbahaya atau tidak.

Pertanyaannya: sampai sejauh mana perusahaan teknologi boleh mengambil waktu, fokus, dan kesehatan mental anak demi mempertahankan bisnis mereka? @jeje

Tags: Anak Muda IndonesiaGenerasi AlphaGenerasi ZMedia SosialNasionalSadar KesehatanTaboooid

Kamu Melewatkan Ini

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Satu Video, Dua Narasi: Hercules dan Perang Tafsir di Tengah Kericuhan

Satu Video, Dua Narasi: Hercules dan Perang Tafsir di Tengah Kericuhan

by teguh
Agustus 30, 2026

Malam 27/08/2026 menyisakan banyak rekaman dari situasi demonstrasi yang memanas di Jakarta. Salah satu video memperlihatkan Rosario de Marshall alias...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Next Post
Becak Tidak Mati. Mereka Hanya Disembunyikan.

Becak Tidak Mati: Mereka Hanya Disembunyikan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id