Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Infinite Scroll dan Otak Anak: Kenapa Generasi Sekarang Sulit Lepas dari HP?

by jeje
Mei 7, 2026
in Life
A A
Home Life
Share on FacebookShare on Twitter
Lampu kamar masih menyala pukul dua pagi. Seorang anak terus menggulir layar tanpa henti. Satu video lewat, lalu muncul video lain. Tidak ada akhir. Tidak ada jeda. Infinite scroll membuat semuanya terasa “sebentar lagi”. Padahal satu jam sudah hilang.

Tabooo.id: Life – Hari ini, perdebatan soal media sosial tidak lagi berhenti di durasi screen time. Orang mulai mempertanyakan desain platform digital itu sendiri.

Apalagi setelah seorang perempuan muda memenangkan gugatan melawan Meta dan Google di Pengadilan Los Angeles karena mengalami kecanduan media sosial sejak kecil.

Juri menyatakan Meta dan Google sengaja membangun sistem yang membuat pengguna sulit lepas dari aplikasi. Penggugat yang dikenal sebagai Kaley mendapat ganti rugi US$6 juta atau sekitar Rp97 miliar.

Kasus itu membuka satu pertanyaan yang selama ini terasa tabu:

Bagaimana kalau anak-anak memang tumbuh di dalam sistem yang sengaja membuat mereka ketagihan?

Ini Belum Selesai

Berani Speak Up di Depan Juri: Sikap Kritis atau Tanda Mental Anak Makin Sehat?

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

Scroll Tanpa Henti Bukan Kebetulan

Media sosial modern tidak bekerja seperti aplikasi biasa. Platform-platform itu dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin.

Caranya sederhana, tapi efektif.

Infinite scroll membuat otak tidak punya “titik berhenti”. Autoplay langsung memutar video berikutnya tanpa memberi waktu berpikir. Like, komentar, dan jumlah followers memberi dorongan validasi instan.

Lalu datang notifikasi.

Bunyinya kecil. Tapi efeknya besar.

Satu notifikasi bisa membuat seseorang kembali membuka aplikasi, bahkan tanpa sadar.

Peneliti membandingkan mekanisme ini dengan sistem perjudian. Pengguna terus diberi kombinasi ketidakpastian dan hadiah kecil yang memancing rasa penasaran.

Dan anak-anak menjadi target paling mudah.

Otak Anak Belum Siap Melawan

Kaley mulai menggunakan media sosial sejak usia enam tahun. Seiring waktu, kebiasaan itu berubah menjadi penggunaan kompulsif hingga memicu depresi.

Peneliti menyebut otak anak belum memiliki kontrol impuls yang matang. Karena itu, mereka lebih sulit membatasi diri dibanding orang dewasa.

Masalahnya, platform digital bergerak jauh lebih cepat daripada kemampuan anak memahami risikonya.

Anak-anak belum mengerti bagaimana algoritma bekerja. Mereka hanya tahu satu hal: aplikasi itu membuat mereka terus ingin kembali.

Meski dunia medis masih memperdebatkan istilah “kecanduan media sosial”, peneliti kini memakai istilah problematic social media use untuk menggambarkan penggunaan berlebihan yang mulai mengganggu hidup sehari-hari.

Gejalanya tidak jauh berbeda dari kecanduan lain. Sulit berhenti membuka aplikasi, suasana hati berubah drastis, sampai gangguan tidur.

Ironisnya, semua itu sering terlihat normal.

Karena hampir semua orang juga melakukannya.

Saat Perhatian Anak Jadi Bisnis

Meta menolak putusan tersebut dan berencana mengajukan banding. Perusahaan itu menilai kesehatan mental remaja tidak bisa dikaitkan dengan satu aplikasi saja.

Pernyataan itu mungkin benar.

Tapi kasus ini membuka fakta lain yang lebih mengganggu: perhatian manusia kini sudah menjadi bisnis.

Semakin lama pengguna bertahan di aplikasi, semakin besar keuntungan platform.

Dan di era algoritma, perhatian anak-anak punya nilai ekonomi yang sangat besar.

Karena sekarang pertanyaannya bukan lagi apakah media sosial berbahaya atau tidak.

Pertanyaannya: sampai sejauh mana perusahaan teknologi boleh mengambil waktu, fokus, dan kesehatan mental anak demi mempertahankan bisnis mereka? @jeje

Tags: Anak Muda IndonesiaGenerasi AlphaGenerasi ZMedia SosialNasionalSadar KesehatanTaboooid

Kamu Melewatkan Ini

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

22 Detik Video: Satu Indonesia Mendadak Jadi Penyidik

22 Detik Video: Satu Indonesia Mendadak Jadi Penyidik

by teguh
Mei 9, 2026

;: Cuma 22 detik. Namun video dua petugas Bea Cukai yang masuk ke Warung Madura pada malam hari langsung mengubah...

Saat Video 22 Detik Bisa Kalahkan Klarifikasi Negara

Saat Video 22 Detik Bisa Kalahkan Klarifikasi Negara

by teguh
Mei 9, 2026

Dulu, seragam aparat identik dengan rasa aman. Kini, banyak warga justru refleks mengambil ponsel saat petugas datang. Tabooo.id - Video...

Next Post
Becak Tidak Mati. Mereka Hanya Disembunyikan.

Becak Tidak Mati: Mereka Hanya Disembunyikan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id