Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jelang Lebaran, Pakoe Boewono XIV Bagikan Sembako dari Dana Pribadi

by eko
Maret 17, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Raja Pakoe Boewono XIV turun langsung membagikan sekitar 1.000 paket sembako dan uang fitrah kepada Abdi Dalem serta Sentana Dalem di lingkungan Keraton Surakarta, Selasa (17/3/2026).

Momen ini bukan sekadar seremoni Ramadan, tapi juga sinyal awal arah kepemimpinan raja baru yang dimulai dari gestur sederhana, namun sarat makna.

“Hari ini menjelang akhir bulan Ramadan, SISKS Pakoe Boewono XIV memberikan paket sembako dan uang fitrah sebagai bentuk terima kasih kepada Sentana dan Abdi Dalem yang telah mendukung segala kegiatan besar Keraton,” ujar Pengageng Parentah Kraton Surakarta, KGPH Adipati Panembahan Dipokusumo.

Isi paketnya terbilang standar: beras 5 kilogram (dengan label zakat fitrah keluarga Hutomo Mandala Putra), gula 1 kilogram, kecap manis, sirup, biskuit, hingga mi instan. Namun yang mencuri perhatian justru nominal uang tunai yang dibagikan: Rp14 ribu per orang.

Angka Simbolik di Tengah Keterbatasan

Angka itu bukan kebetulan. Menurut pihak Keraton, Rp14 ribu menjadi simbol dari posisi raja sebagai Pakubuwono ke-14. Sebuah gestur simbolik di tengah kenyataan yang tak terlalu simbolis: keterbatasan finansial Keraton.

“Ini adalah awal dari kepemimpinan beliau dan pertama kalinya beliau membagikan zakat dan sembako,” kata Pengageng Sasana Wilapa, GKR Panembahan Timoer.

Tanpa Hibah, Bertumpu pada Pribadi

Namun di balik seremoni itu, terselip fakta yang lebih keras: dana bantuan ini berasal dari kantong pribadi raja. Hingga kini, pihak Keraton mengaku belum menerima aliran dana hibah dari pemerintah daerah, baik kota maupun provinsi.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

“Kalau panjenengan tahu, dana dari Pemkot maupun Pemprov juga belum turun, jadi ini memang dari pribadi,” jelas GKR Panembahan Timoer.

Di titik ini, peristiwa yang terlihat seperti tradisi tahunan berubah menjadi potret yang lebih luas tentang bagaimana institusi budaya bertahan di tengah keterbatasan dukungan negara.

Abdi Dalem: Penjaga Tradisi yang Rentan

Yang paling terdampak jelas para Abdi Dalem. Mereka adalah penjaga tradisi, pelaku ritual, sekaligus wajah hidup dari sejarah Jawa yang masih berdenyut. Namun dalam realitas ekonomi, banyak dari mereka hidup dengan penghasilan minim, bahkan bergantung pada bantuan seperti ini untuk menyambung kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang Lebaran.

Di sisi lain, Keraton sendiri berada di posisi yang serba sulit. Ia bukan sekadar simbol budaya, tapi juga institusi yang butuh biaya untuk tetap hidup: merawat bangunan, menjaga tradisi, hingga menghidupi orang-orang di dalamnya. Tanpa dukungan memadai, simbol kebesaran masa lalu bisa perlahan berubah jadi beban masa kini.

Tradisi Tetap Bertahan

Pembagian sembako ini jadi ironi yang halus: tradisi berbagi tetap berjalan, tapi dengan skala yang mencerminkan realitas yang makin menyempit.

“Memang kebetulan beliau Sinuwun ke-14 dan kemampuan kami hanya Rp14 ribu, tidak bisa lebih karena melihat kondisi Keraton,” tambah GKR Panembahan Timoer.

Di satu sisi, publik melihat gestur kedermawanan. Di sisi lain, tersirat pesan yang lebih sunyi bahwa bahkan simbol kebesaran budaya pun kini harus berhitung.

Dan mungkin, di angka Rp14 ribu itu, kita tidak hanya melihat simbol angka urutan raja, tapi juga ukuran seberapa jauh negara dan masyarakat benar-benar hadir untuk menjaga warisan yang katanya tak ternilai. @eko

Tags: Kraton Kasunanan SurakartaKraton SololebaranRamadanRamadhanSembako

Kamu Melewatkan Ini

Budaya Tak Punya Ruang Sepi: Lebaran Betawi di Tengah Padatnya Ibu Kota

Budaya Tak Punya Ruang Sepi: Lebaran Betawi di Tengah Padatnya Ibu Kota

by teguh
April 10, 2026

Tabooo.id: Vibes - Di antara klakson dan langkah kaki, tradisi Betawi tidak menghilang ia beradaptasi, bahkan ketika kota tak pernah...

Saat Budaya Bertemu Jalanan: Lebaran Betawi Ubah Arah Ibu Kota

Saat Budaya Bertemu Jalanan: Lebaran Betawi Ubah Arah Ibu Kota

by teguh
April 10, 2026

Tabooo.id: Nasional - Pemprov DKI putar arah lalu lintas di Lapangan Banteng. Festival jalan, mobilitas harus tetap aman Setiap festival...

Telepon Zakat Jangan Diangkat? Antara Niat Baik, Paranoia, dan Salah Target

Telepon Zakat Jangan Diangkat? Antara Niat Baik, Paranoia, dan Salah Target

by teguh
April 5, 2026

Tabooo.id: Edge - Lewat kampanye IM3, Indosat Ooredoo Hutchison ingin melindungi pengguna dari penipuan digital. Namun, di saat yang sama,...

Next Post
Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id