Sabtu, Mei 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Telepon Zakat Jangan Diangkat? Antara Niat Baik, Paranoia, dan Salah Target

by teguh
April 5, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Lewat kampanye IM3, Indosat Ooredoo Hutchison ingin melindungi pengguna dari penipuan digital. Namun, di saat yang sama, pesan itu terasa seperti peringatan ekstrem curigai semua, termasuk yang suci.

Anti-Scam atau Anti-Percaya?

Indosat punya alasan kuat. Berdasarkan data mereka, penipuan digital selama Ramadan 2025 naik 34,7%. Selain itu, 89% kasus terjadi lewat WhatsApp dan 64% lewat telepon.

Artinya jelas scammer lagi panen.

Namun, di sisi lain, zakat juga sedang “memanen kepercayaan”.
Di sinilah masalah muncul. Ketika satu pihak bilang “hati-hati”, publik bisa menangkapnya sebagai “jangan percaya”.

Masalahnya Bukan Pesan, Tapi Cara Menyampaikan

Pesannya sederhana:
“Telepon ngajak zakat? Jangan diangkat!”

Ini Belum Selesai

Purbaya vs Ekonom TikTok: Pertarungan Data dan Ketakutan Publik

Homeless Media: Ketika Demokrasi Mulai Dikelola Algoritma

Masuk akal? Iya.
Tapi, sensitif? Juga iya.

Sebab, zakat bukan sekadar transaksi digital. Ia hidup dari iman, dari sistem sosial, dan dari kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun bukan dari satu banner singkat.

Akibatnya, pesan “Telpon Ngajak Zakat, Jangan Diangkat! Jangan-jangan Scammer” langsung memicu reaksi.
Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) menilai narasi ini berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap lembaga zakat resmi.

Ketua Umum POROZ, Bukhori Muslim, menegaskan bahwa narasi tersebut bisa membuat masyarakat ragu merespons layanan zakat resmi yang selama ini berjalan sesuai aturan.

Indosat Klarifikasi, Publik Sudah Bereaksi

Menanggapi kritik, Indosat langsung memberi penjelasan melalui Ovidia Nomia SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison
“Kami sampaikan bahwa tidak memiliki niat untuk menyinggung nilai-nilai keagamaan maupun kelompok/organisasi manapun. Hal ini dilakukan seiring dengan meningkatnya temuan potensi penipuan yang mengatasnamakan aktivitas zakat di bulan Ramadhan,” kata Ovidia dalam keterangan resminya, melansir Antara, Sabtu (04/04/2026).

Sebaliknya, mereka menyusun kampanye ini untuk merespons maraknya penipuan berkedok zakat selama Ramadan. Selain itu, Indosat juga menghentikan seluruh materi kampanye dari semua kanal sebagai bentuk tanggung jawab.

Langkahnya cepat. Namun, kepercayaan tidak pulih secepat itu.

Masalah Digital: Cepat, Tapi Sering Kehilangan Konteks

Di era digital, satu kalimat bisa menyebar dalam hitungan detik. Sementara itu, pemahaman butuh waktu.

Masalahnya, internet tidak memberi jeda. Akibatnya, publik lebih dulu bereaksi sebelum memahami.

Dan pada akhirnya, yang viral bukan niat baik melainkan bagian yang terasa salah.

Kita Jadi Siapa Sekarang?

Sekarang kita hidup di situasi yang serba tanggung:

  • Kita diminta waspada → tapi malah overthinking
  • Kita diajak peduli → tapi justru curiga
  • Kita didorong berbagi → tapi takut ditipu

Akhirnya, kita memilih aman. Namun, terlalu aman perlahan mengikis empati.

Punchline Tabooo

Mungkin masalahnya bukan hanya soal scammer. Sebaliknya, masalahnya ada pada cara kita memandang dunia lebih cepat curiga daripada percaya.

Sekarang, bahkan niat baik pun harus lolos verifikasi. Lalu, kalau semua hal kita curigai, masih adakah ruang bagi kebaikan untuk dipercaya?. @teguh

Tags: DataDigitalIndosatPenipuanPerlindunganPOROZRamadhanScammerSistemSosialSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

by jeje
Mei 20, 2026

Rupiah masih bergerak di wilayah yang bikin banyak orang waswas. Harga kebutuhan belum terasa ringan, biaya hidup makin terasa sempit,...

Next Post
Harga Cup Melejit, Es Teh Jumbo Tak Lagi Murah di Solo

Harga Cup Melejit, Es Teh Jumbo Tak Lagi Murah di Solo

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Perlawanan Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Mei 22, 2026

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

Mei 21, 2026

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Mei 22, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id