Minggu, September 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Cup Melejit, Es Teh Jumbo Tak Lagi Murah di Solo

by dimas
April 5, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Lonjakan harga bahan pendukung seperti cup gelas dan plastik kemasan mulai menggoyang napas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Solo. Kenaikan ini tidak datang sekaligus. Ia merangkak pelan sejak sebelum Lebaran 2026, lalu melonjak tanpa aba-aba. Dampaknya terasa nyata: pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual demi menjaga usaha tetap hidup.

Di tengah tekanan itu, Nita (28), pedagang es teh jumbo, memilih langkah yang tak populer di mata pelanggan menaikkan harga. Ia menegaskan keputusan itu lahir dari keterpaksaan, bukan keinginan mencari untung lebih.

“Es teh naik seribu. Jadi Rp 4 ribu sebelumnya hanya Rp 3 ribu. Terpaksa karena memang kondisinya seperti ini, cup gelas dan plastik untuk bungkus es cup naik,” ujar Nita, Jumat (3/4/2026).

Biaya Kemasan Melonjak, Margin Kian Menyempit

Kenaikan harga perlengkapan usaha menjadi pemicu utama. Nita menggambarkan bagaimana biaya yang semula stabil kini berubah drastis dalam waktu singkat.

“Sebelum Lebaran itu sudah naik sedikit demi sedikit, dari naik dua ribu, empat ribu, dan seterusnya,” jelasnya.

Ini Belum Selesai

Pahlawan Street Centre, Jalan yang Pernah Jadi Nadi Madiun

12 Penyelam Turun ke Laut Jawa, 126 Korban KM Virgo Masih Dicari

Lonjakan paling terasa terjadi pada cup gelas. Harga satu rol berisi 50 pieces yang sebelumnya sekitar Rp12.000 kini menembus Rp21.000. Dalam praktik sehari-hari, angka ini langsung menekan biaya operasional.

Tekanan juga datang dari plastik pembungkus. Harga yang semula di kisaran Rp30 ribuan per kilogram kini melampaui Rp40 ribu.

“Plastik untuk cup ini juga naik, hitungnya per kilogram. Awalnya hanya Rp30 ribuan, sekarang sudah di atas Rp40 ribu,” katanya.

Di saat bersamaan, harga gula ikut naik. Kombinasi kenaikan ini menciptakan efek berantai yang sulit dihindari: biaya produksi membengkak, sementara ruang keuntungan semakin sempit.

Harga Jual Naik, Konsumen Ikut Menanggung

Dalam situasi seperti ini, pelaku UMKM praktis tidak punya banyak pilihan. Menahan harga berarti menanggung kerugian, sementara menaikkan harga berisiko kehilangan pelanggan. Banyak yang akhirnya memilih jalan tengah: menaikkan harga secukupnya agar usaha tetap berjalan.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Solo. Di Kabupaten Sukoharjo, harga es teh jumbo juga naik sekitar Rp500, dari Rp3.000 menjadi Rp3.500 per cup. Kenaikan ini memperlihatkan pola yang sama beban biaya produksi bergeser ke harga jual.

Harapan Sederhana di Tengah Tekanan

Di balik keputusan menaikkan harga, tersimpan harapan sederhana dari pelaku usaha kecil: pengertian dari masyarakat.

“Harapannya masyarakat bisa mengerti kondisi kami, karena kenaikan ini memang tidak bisa dihindari,” pungkasnya.

Di meja pelanggan, segelas es teh mungkin terlihat biasa. Namun di baliknya, ada cerita tentang rantai pasok yang rapuh dan pelaku UMKM yang terus bertahan di tengah tekanan. Ketika harga kemasan saja mampu mengguncang usaha kecil, persoalannya bukan lagi sekadar kenaikan harga melainkan seberapa lama mereka bisa tetap berdiri. @dimas

Tags: DampakEkonomi IndonesiaHargaKenaikanNaikplastikSolo

Kamu Melewatkan Ini

Parkir Digital Masuk Solo, Pengawasan Jangan Ketinggalan

Parkir Digital Masuk Solo, Pengawasan Jangan Ketinggalan

by teguh
September 17, 2026

Pemkot Surakarta menyiapkan peluncuran Transformasi Parkir digital untuk Kota Surakarta pada Jumat, 18/09/2026. Kantor Dinas Perhubungan Kota Surakarta menjadi lokasi...

Sriwedari Memanas, Rencana Sekber Ahli Waris Tertahan

Sriwedari Memanas, Rencana Sekber Ahli Waris Tertahan

by eko
September 17, 2026

Rencana Sekber ahli waris di Sriwedari Solo tertahan setelah muncul poster penolakan dan pesan “Save Sriwedari”. Tabooo.id: Surakarta - Suasana...

GPM Tirtonadi Bukan Cuma Murah, UMKM Ikut Bergerak

GPM Tirtonadi Bukan Cuma Murah, UMKM Ikut Bergerak

by eko
September 17, 2026

Gerakan Pangan Murah Tirtonadi hadirkan pangan terjangkau dan ruang UMKM. Terminal juga siapkan pasar tumpah Minggu pagi. Tabooo.id: Surakarta -...

Next Post
Kemlu Segera Evakuasi WNI dari Iran di Tengah Konflik AS-Israel

Darah di Zona Damai, Indonesia Tagih Tanggung Jawab PBB

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id