Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Darah di Zona Damai, Indonesia Tagih Tanggung Jawab PBB

by dimas
April 5, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global

Tabooo.id: Global – Pemerintah Indonesia akhirnya angkat suara setelah serangkaian insiden menimpa prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Menteri Luar Negeri Sugiono mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengevaluasi sistem perlindungan pasukan penjaga perdamaian, terutama dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ia menyampaikan pernyataan itu di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026), saat kekhawatiran atas keselamatan prajurit Indonesia terus meningkat.

“Kita juga meminta kepada PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB ini di mana pun berada, khususnya di UNIFIL ini,” ujar Sugiono.

Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin pengorbanan prajurit terus berulang tanpa perbaikan nyata.

“Oleh karena itu kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita sehat dan selamat dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka,” tegasnya.

Ini Belum Selesai

Ketika Polisi Dilarang Nge-Vape, Siapa yang Mengawasi Pengawas?

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Misi Damai, Risiko Nyata

Rangkaian insiden terbaru menunjukkan ironi. Pasukan yang bertugas menjaga perdamaian justru menghadapi ancaman serius.

Sugiono menilai situasi ini tidak bisa dianggap risiko biasa. Ia menekankan, mandat pasukan sangat jelas: menjaga stabilitas, bukan terjebak dalam konflik.

“Hal seperti ini tidak seharusnya terjadi, tetapi kenyataannya terjadi. Harus ada jaminan keamanan bagi prajurit penjaga perdamaian. Mereka menjaga perdamaian, they are peacekeeping not peacemaking,” tambahnya.

Pernyataan itu sekaligus menyindir lemahnya sistem perlindungan di lapangan.

Korban Bertambah di Lebanon Selatan

Fakta di lapangan memperkuat kekhawatiran pemerintah. PBB mengonfirmasi tiga prajurit Indonesia terluka akibat ledakan di fasilitas PBB dekat El Adeisse, Lebanon selatan, Jumat (3/4/2026).

Dua prajurit mengalami luka serius dan langsung menjalani perawatan di rumah sakit. Hingga kini, penyebab ledakan masih dalam penyelidikan.

Insiden ini bukan yang pertama. Pada Minggu (29/3/2026), seorang prajurit Indonesia gugur akibat serangan. Sehari kemudian, dua prajurit lain tewas saat ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL.

UNIFIL mengidentifikasi tiga korban gugur Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadon.

Ketegangan di Lebanon selatan memang terus meningkat. Militer Israel dan kelompok bersenjata saling melancarkan serangan dalam beberapa pekan terakhir.

Dampak: Duka Keluarga dan Dilema Negara

Di balik angka korban, keluarga prajurit menanggung duka dan kecemasan. Mereka menjadi pihak yang paling terdampak langsung.

Di sisi lain, Indonesia menghadapi pilihan sulit. Sebagai kontributor besar pasukan perdamaian, Indonesia harus menimbang komitmen global dan keselamatan prajuritnya.

Desakan evaluasi ini bukan sekadar respons emosional. Pemerintah mengirim sinyal tegas keselamatan pasukan tidak bisa ditawar.

Ketika penjaga perdamaian justru membutuhkan perlindungan ekstra, muncul pertanyaan mendasar siapa yang menjaga para penjaga perdamaian? @dimas

Tags: diplomasiDuniaGlobalGugurInternasionalKeamanan NegaraKonflik DuniaKrisis GlobalLebanonmemanasNasionalPBBPrajuritTimur TengahTNI

Kamu Melewatkan Ini

TNI Turun Amankan Demonstrasi, Di Mana Batas Kewenangannya?

TNI Turun Amankan Demonstrasi, Di Mana Batas Kewenangannya?

by dimas
November 1, 2026

TNI turun mengamankan demonstrasi memunculkan pertanyaan tentang batas kewenangan militer, supremasi sipil, dan perlindungan kebebasan berpendapat. Tabooo.id - Demonstrasi merupakan...

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

by teguh
Oktober 20, 2026

Polda Metro Jaya bersama TNI menyiapkan ribuan personel untuk mengawal demonstrasi peringatan dua Tahun Prabowo-Gibran dan aktivitas publik di Jakarta....

HUT TNI: Batalyon Bertambah, Apakah Jaminan Pertahanan Menguat?

HUT TNI: Batalyon Bertambah, Apakah Jaminan Pertahanan Menguat?

by dimas
Oktober 5, 2026

HUT TNI 2026 ditandai penambahan batalyon. Namun, apakah ekspansi kekuatan itu benar-benar memperkuat pertahanan Indonesia menghadapi ancaman perang modern? Tabooo.id...

Next Post
Jokowi Effect: Mantan Presiden, Jabatan Selesai tapi Pengaruh Belum Usai

Jokowi Telepon MBS, Endingnya: Perang Jalan, Kepastian Hilang

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id