Sabtu, Mei 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Darah di Zona Damai, Indonesia Tagih Tanggung Jawab PBB

by dimas
April 5, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Pemerintah Indonesia akhirnya angkat suara setelah serangkaian insiden menimpa prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Menteri Luar Negeri Sugiono mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengevaluasi sistem perlindungan pasukan penjaga perdamaian, terutama dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ia menyampaikan pernyataan itu di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026), saat kekhawatiran atas keselamatan prajurit Indonesia terus meningkat.

“Kita juga meminta kepada PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB ini di mana pun berada, khususnya di UNIFIL ini,” ujar Sugiono.

Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin pengorbanan prajurit terus berulang tanpa perbaikan nyata.

“Oleh karena itu kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita sehat dan selamat dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka,” tegasnya.

Ini Belum Selesai

Yovie: AI Bisa Bikin Lagu, Tapi Tak Punya Hati

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Misi Damai, Risiko Nyata

Rangkaian insiden terbaru menunjukkan ironi. Pasukan yang bertugas menjaga perdamaian justru menghadapi ancaman serius.

Sugiono menilai situasi ini tidak bisa dianggap risiko biasa. Ia menekankan, mandat pasukan sangat jelas: menjaga stabilitas, bukan terjebak dalam konflik.

“Hal seperti ini tidak seharusnya terjadi, tetapi kenyataannya terjadi. Harus ada jaminan keamanan bagi prajurit penjaga perdamaian. Mereka menjaga perdamaian, they are peacekeeping not peacemaking,” tambahnya.

Pernyataan itu sekaligus menyindir lemahnya sistem perlindungan di lapangan.

Korban Bertambah di Lebanon Selatan

Fakta di lapangan memperkuat kekhawatiran pemerintah. PBB mengonfirmasi tiga prajurit Indonesia terluka akibat ledakan di fasilitas PBB dekat El Adeisse, Lebanon selatan, Jumat (3/4/2026).

Dua prajurit mengalami luka serius dan langsung menjalani perawatan di rumah sakit. Hingga kini, penyebab ledakan masih dalam penyelidikan.

Insiden ini bukan yang pertama. Pada Minggu (29/3/2026), seorang prajurit Indonesia gugur akibat serangan. Sehari kemudian, dua prajurit lain tewas saat ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL.

UNIFIL mengidentifikasi tiga korban gugur Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadon.

Ketegangan di Lebanon selatan memang terus meningkat. Militer Israel dan kelompok bersenjata saling melancarkan serangan dalam beberapa pekan terakhir.

Dampak: Duka Keluarga dan Dilema Negara

Di balik angka korban, keluarga prajurit menanggung duka dan kecemasan. Mereka menjadi pihak yang paling terdampak langsung.

Di sisi lain, Indonesia menghadapi pilihan sulit. Sebagai kontributor besar pasukan perdamaian, Indonesia harus menimbang komitmen global dan keselamatan prajuritnya.

Desakan evaluasi ini bukan sekadar respons emosional. Pemerintah mengirim sinyal tegas keselamatan pasukan tidak bisa ditawar.

Ketika penjaga perdamaian justru membutuhkan perlindungan ekstra, muncul pertanyaan mendasar siapa yang menjaga para penjaga perdamaian? @dimas

Tags: diplomasiDuniaGlobalGugurInternasionalKeamanan NegaraKonflik DuniaKrisis GlobalLebanonmemanasNasionalPBBPrajuritTimur TengahTNI

Kamu Melewatkan Ini

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

by jeje
Mei 20, 2026

Rupiah masih bergerak di wilayah yang bikin banyak orang waswas. Harga kebutuhan belum terasa ringan, biaya hidup makin terasa sempit,...

Next Post
Jokowi Effect: Mantan Presiden, Jabatan Selesai tapi Pengaruh Belum Usai

Jokowi Telepon MBS, Endingnya: Perang Jalan, Kepastian Hilang

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Perlawanan Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Mei 22, 2026

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

Mei 21, 2026

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Mei 22, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id