Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jokowi Telepon MBS, Endingnya: Perang Jalan, Kepastian Hilang

by dimas
April 5, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, mengungkap satu momen yang menggambarkan betapa kaburnya arah konflik global saat ini. Di tengah eskalasi perang di Timur Tengah, ia langsung menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Jokowi melakukan panggilan itu pada Rabu (11/3/2026), ketika konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran baru memasuki hari ketiga. Situasi masih panas, tetapi ketidakpastian sudah terasa.

Dalam pidatonya di acara Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal Anniversary ke-1 YouTuber Nusantara, Jokowi menceritakan percakapan tersebut secara lugas.

“Saya telepon saat perang baru tiga hari saya telepon kakak saya di Uni Emirat Arab, Yang Mulia MBS, saya tanya, ‘Yang Mulia kapan perangnya selesai?’,” ujar Jokowi, Sabtu (4/4/2026).

Jawaban yang ia terima justru mempertegas satu hal bahkan pihak yang berada dekat dengan pusaran konflik pun tidak punya kepastian.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Ketika Bahkan Pusat Konflik Tidak Bisa Menjawab

Alih-alih mendapat prediksi, Jokowi justru menerima jawaban yang menggambarkan kebingungan global. Ia menegaskan bahwa MBS tidak bisa memastikan kapan perang akan berakhir.

“Baru mulai itu saya sudah tanya, ‘kapan perangnya kira-kira selesai?’ Dijawab enggak pasti dan enggak jelas,” tegasnya.

Situasi ini mendorong Jokowi menggali lebih jauh. Ia tidak hanya bertanya soal perang, tetapi juga dampak langsungnya terhadap ekonomi global, terutama harga minyak yang langsung bergejolak.

“Kemudian saya bertanya, Harga minyak ini akan sampai berapa? Dijawab juga enggak pasti dan enggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangat rumit, kalkulasinya sangat sulit sekali,” tambahnya.

Jawaban itu menunjukkan satu realitas bahkan aktor utama di kawasan tidak mampu membaca arah konflik secara presisi.

Dampak Langsung: Harga Minyak dan Tekanan ke APBN

Setelah berbicara dengan MBS, Jokowi mencoba mencari kepastian lain. Ia menghubungi menteri terkait di kawasan tersebut. Namun hasilnya tetap sama: tidak ada jawaban pasti.

“Saya ulangi lagi telepon ke menterinya di sana, jawabannya juga sama. Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan apalagi kita yang ada di sini,” jelasnya.

Ketidakpastian ini bukan sekadar persoalan diplomasi. Dampaknya langsung terasa ke sektor ekonomi, terutama harga energi yang berpotensi melonjak.

Kenaikan harga minyak akan menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Imbasnya bisa menjalar ke subsidi, harga bahan bakar, hingga daya beli masyarakat.

Jokowi pun mengakui sulitnya memprediksi kapan situasi akan kembali stabil.

“Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perangnya selesai dan kapan harga minyak akan kembali pada harga yang normal kembali,” katanya.

Siapa yang Paling Terdampak?

Di balik percakapan tingkat tinggi itu, dampaknya justru paling terasa di level bawah. Masyarakat menjadi pihak yang paling rentan menghadapi efek domino dari konflik global.

Jika harga minyak terus naik, biaya transportasi akan ikut terdorong. Harga kebutuhan pokok berpotensi ikut merangkak. Dalam situasi seperti ini, kelompok berpenghasilan rendah menjadi yang paling cepat merasakan tekanan.

Pemerintah pun harus menjaga keseimbangan. Di satu sisi, Indonesia tidak terlibat langsung dalam konflik. Di sisi lain, guncangan global tetap menghantam dari luar.

Harapan di Tengah Ketidakpastian

Menutup pernyataannya, Jokowi mengajak masyarakat melihat situasi ini dengan kesadaran penuh bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Ia meminta publik ikut mendoakan ketahanan ekonomi nasional.

“Sehingga kita berdoa bersama agar APBN kita, fiskal kita ini kuat menghadapi goncangan-goncangan yang tidak jelas seperti yang kita alami sekarang ini,” pungkasnya.

Di tengah perang yang bahkan sulit diprediksi oleh pelakunya sendiri, satu hal menjadi jelas ketidakpastian kini bukan lagi risiko, tetapi kenyataan. Dan seperti biasa, masyarakatlah yang pertama kali merasakan dampaknya bahkan sebelum peluru terakhir ditembakkan. @dimas

Tags: APBNDuniaEkonomi IndonesiaEnergiGlobalHargaInternasionaljokowiKonflik DuniaKrisis GlobalmemanasminyakNasionalperangTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

by teguh
Juni 8, 2026

Investasi menjadi kesejahteraan adalah ujian terbesar yang sedang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah ramainya spekulasi reshuffle kabinet, tantangan...

Next Post
Semeru Kembali “Bicara”, Warga Diminta Lebih Siaga

Semeru Kembali “Bicara”, Warga Diminta Lebih Siaga

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id