Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Semeru Kembali “Bicara”, Warga Diminta Lebih Siaga

by dimas
April 5, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality

Tabooo.id: Regional – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitasnya. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncurkan awan panas, Minggu (5/4/2026) pagi, mengingatkan bahwa ancaman belum benar-benar usai.

Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru mencatat erupsi berlangsung selama 3 menit 44 detik. Getaran tercatat dengan amplitudo maksimal 10 milimeter. Aktivitas ini mulai terekam sekitar pukul 08.50 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, memastikan arah luncuran masih terkendali.

“Terjadi APG, tetapi jarak luncur 3 kilometer mengarah ke Besuk Kobokan,” ujar Isnugroho.

Tak lama setelah itu, aktivitas awan panas berhenti. Situasi kembali relatif tenang, setidaknya di permukaan.

Ini Belum Selesai

Ketika Polisi Dilarang Nge-Vape, Siapa yang Mengawasi Pengawas?

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Tenang di Atas, Risiko Mengendap di Bawah

Meski tidak menimbulkan dampak langsung, erupsi ini menyisakan ancaman yang tidak kasat mata. Material vulkanik terus menumpuk di lereng Semeru. Pasir, batu, dan abu kini menunggu satu pemicu: hujan.

Isnugroho mengingatkan, kondisi cuaca di sekitar Semeru belakangan cukup intens. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi kerap turun di kawasan tersebut.

“Saat ini di Gunung Semeru kerap terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kalau kita lengah, bahaya dari banjir lahar bisa membahayakan warga di sekitar aliran sungai yang berhulu ke Gunung Semeru,” tambahnya.

Artinya, ancaman tidak datang saat erupsi terjadi, tetapi justru setelahnya. Saat hujan turun, material yang menumpuk bisa berubah menjadi banjir lahar yang bergerak cepat dan sulit dikendalikan.

Warga Diminta Waspada, Bukan Panik

Pemerintah daerah memilih pendekatan yang lebih terukur. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meminta warga tetap tenang namun tidak lengah.

Ia menilai masyarakat di sekitar Semeru sudah cukup paham dengan pola ancaman yang berulang. Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci utama.

“Jarak luncurnya masih pada radius aman, warga sudah tahu harus apa, harapannya tidak ada hujan deras sehingga memicu banjir lahar,” ujar Indah.

Imbauan ini bukan tanpa alasan. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu Semeru menjadi kelompok paling rentan. Mereka berada di jalur langsung jika banjir lahar terjadi.

Dampak Nyata: Ancaman yang Datang Diam-Diam

Erupsi kali ini memang tidak memicu korban atau kerusakan. Namun, risiko justru bergerak lebih senyap. Material vulkanik yang terus menumpuk bisa berubah menjadi bencana susulan kapan saja.

Dalam banyak kasus, banjir lahar justru datang tanpa banyak peringatan. Air hujan membawa material dari puncak ke hilir dalam waktu singkat.

Bagi warga, ini bukan sekadar fenomena alam. Ini soal waktu dan kesiapsiagaan.

Ketika gunung berhenti mengeluarkan awan panas, bukan berarti ancaman ikut reda. Justru di situlah bahaya sering bersembunyi diam, menunggu hujan turun, lalu datang tanpa kompromi. @dimas

Tags: Awan PanasbanjirbencanaBencana AlamCuacaEkstremerupsiGunung ApiLaharLumajangMitigasiNasionalRisikosemerusiaga

Kamu Melewatkan Ini

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

by dimas
November 2, 2026

Banjir lahar dingin Semeru jebol tanggul Sungai Glidik di Lumajang, Jawa Timur, hingga memutus akses jalan Pororejo-Tamansari. Tabooo.id: Lumajang -...

Banjir Aceh Barat: 12 Desa Terendam, Infrastruktur Terkikis, Mitigasi Kembali Diuji

Banjir Aceh Barat: 12 Desa Terendam, Infrastruktur Terkikis, Mitigasi Kembali Diuji

by teguh
November 1, 2026

Hujan deras mengguyur Aceh Barat dan mendorong dua sungai meluap. Air kemudian memasuki permukiman warga di 12 desa yang tersebar...

Banjir Aceh Barat Rendam 12 Desa, Dua Sungai Meluap, Infrastruktur Mulai Rusak

Banjir Aceh Barat Rendam 12 Desa, Dua Sungai Meluap, Infrastruktur Mulai Rusak

by teguh
November 1, 2026

Banjir Aceh Barat merendam 12 desa yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, sejak Sabtu 31/10/2026....

Next Post
Tanggul Jebol, Demak Tenggelam: Bencana Alam atau Kelalaian?

Tanggul Jebol, Demak Tenggelam: Bencana Alam atau Kelalaian?

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id