Minggu, November 1, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dewan Pers Soroti Dugaan Penculikan Wartawan Indonesia oleh Tentara Israel

by dimas
Mei 19, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter
Dewan Pers mendesak pemerintah mengintensifkan diplomasi setelah tiga wartawan Indonesia ditangkap Israel dalam misi kemanusiaan Gaza.

Tabooo.id: Reality – Langit Gaza belum juga reda dari perang. Namun kali ini, yang bergerak di laut bukan kapal perang atau rudal. Armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 justru membawa obat-obatan, makanan, dan relawan sipil dari berbagai negara.

Di tengah perjalanan menuju Gaza, militer Israel menghentikan armada tersebut di perairan internasional. Tentara Israel lalu menangkap ratusan aktivis, termasuk sembilan warga negara Indonesia dan tiga jurnalis Tanah Air.

Peristiwa itu terjadi Senin (18/5/2026). Armada berangkat dari Marmaris, Turki, sejak Kamis lalu dengan misi mengirim bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza yang masih hidup di bawah blokade.

Sekitar 310 mil laut dari Gaza, angkatan laut Israel memotong jalur pelayaran mereka. Tentara kemudian membawa para relawan dan awak kapal ke dalam operasi penahanan.

Tiga Jurnalis Indonesia Ikut Ditahan

Tiga wartawan Indonesia yang ikut dalam misi tersebut ialah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

Ini Belum Selesai

Banjir Aceh Barat Rendam 12 Desa, Dua Sungai Meluap, Infrastruktur Mulai Rusak

Kampung Bahari Digerebek, Polisi Dihadang Batu dan Petasan

Mereka datang bukan sebagai kombatan. Mereka menjalankan tugas jurnalistik sekaligus mendokumentasikan misi sipil internasional menuju Gaza.

Masalahnya, kasus ini tidak berhenti pada penangkapan biasa. Peristiwa tersebut langsung menyentuh isu yang jauh lebih besar: kebebasan pers, hukum internasional, dan keberanian diplomasi Indonesia di tengah konflik global.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, mengatakan pihaknya langsung berkomunikasi dengan pimpinan redaksi Republika dan Tempo TV setelah menerima kabar penangkapan tersebut.

Dewan Pers juga mengecam tindakan Israel yang menghentikan kapal sipil di perairan internasional. Menurut Komaruddin, tindakan itu mengganggu misi kemanusiaan sekaligus menghambat kerja jurnalistik.

“Dewan Pers meminta pemerintah Indonesia mengintensifkan jalur diplomatik untuk membebaskan dan memulangkan seluruh WNI,” ujarnya.

Diplomasi Tidak Bisa Berhenti di Pernyataan

Pernyataan Dewan Pers memperlihatkan satu hal penting. Negara tidak cukup hanya menyampaikan kecaman dari jauh.

Ketika aparat militer asing menahan warga sipil dan wartawan Indonesia, diplomasi berubah menjadi ujian nyata perlindungan negara terhadap warganya sendiri.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, juga mengecam intersepsi yang dilakukan Israel. Ia menyebut tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan prinsip kemanusiaan universal.

Menurut Andi, para relawan datang tanpa senjata. Mereka membawa bantuan logistik, obat-obatan, dan solidaritas bagi warga Gaza yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade dan agresi.

“Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” katanya.

Gaza dan Perang Narasi Global

Konflik Gaza kini bukan lagi sekadar perang wilayah. Konflik itu berubah menjadi benturan narasi global antara keamanan dan kemanusiaan.

Semakin banyak negara dan masyarakat sipil mencoba mengirim bantuan ke Gaza. Namun di saat yang sama, blokade Israel juga semakin keras menghadang gerakan solidaritas internasional.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut mengecam penangkapan para aktivis dan jurnalis tersebut. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai tindakan Israel menunjukkan ketakutan terhadap membesarnya dukungan dunia untuk Palestina.

Menurutnya, penangkapan para relawan justru akan memperbesar solidaritas internasional terhadap Gaza.

“Penangkapan terhadap wartawan dan relawan kemanusiaan tidak akan menghentikan dukungan dunia terhadap Palestina,” ujarnya.

Ketika Wartawan Menjadi Bagian dari Krisis

Ironisnya, wartawan yang seharusnya melaporkan krisis kini justru masuk ke dalam krisis itu sendiri.

Mereka datang membawa kamera, catatan, dan laporan lapangan. Namun perang membuat saksi juga ikut menjadi target.

Di titik ini, publik dunia menyaksikan bagaimana konflik tidak hanya menghancurkan wilayah sipil, tetapi juga menekan ruang kemanusiaan dan kebebasan pers.

Dan bagi Indonesia, peristiwa ini membawa pertanyaan yang jauh lebih besar: seberapa kuat negara melindungi suara, kemanusiaan, dan warganya sendiri di panggung internasional?

Sebab ketika kapal bantuan saja dianggap ancaman, dunia patut bertanya: siapa sebenarnya yang takut pada kebenaran? @dimas

Tags: Blokade IsraelDiplomasi IndonesiaGaza PalestinaJurnalis IndonesiaMisi Kemanusiaan

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

by teguh
Oktober 19, 2026

Diplomasi sering dimulai dari sebuah jabat tangan. Dua tokoh bertemu yaitu, Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang kamera merekam, lalu pernyataan...

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

by teguh
Oktober 19, 2026

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu...

El-Sisi Kunjungi Indonesia, Visa dan Kesehatan Masuk Agenda Bilateral

El-Sisi Kunjungi Indonesia, Visa dan Kesehatan Masuk Agenda Bilateral

by dimas
Oktober 11, 2026

El-Sisi mengunjungi Indonesia dan bertemu Prabowo di Jakarta. Keduanya membahas kerja sama visa, kesehatan, serta penguatan hubungan bilateral Indonesia-Mesir. Tabooo.id:...

Next Post
Pembajak Buku Panen Miliaran, Penulis Malah Hidup dari Tepuk Tangan

Pembajak Buku Panen Miliaran, Penulis Malah Hidup dari Tepuk Tangan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id