• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Dahnil Klaim Efisiensi Rp123 M dari Konsumsi Haji

Januari 22, 2026
in Nasional, News
A A
Dahnil Klaim Efisiensi Rp123 M dari Konsumsi Haji

Wamen Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan kebijakan konsumsi jemaah haji dalam rapat Komisi VIII DPR RI di Senayan, Rabu (21/1/2026). (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan pemerintah berhasil menurunkan biaya konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi tahun ini. Di saat yang sama, pemerintah justru meningkatkan gramasi makanan yang diterima jemaah. Dahnil menyampaikan pernyataan itu dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (21/1/2026).

Dahnil menjelaskan pemerintah menekan harga satuan konsumsi dari 40 riyal menjadi 36 riyal per porsi. Pemerintah mencapai penurunan harga tersebut meski proses pengadaan konsumsi berlangsung paling akhir dan membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan sektor lain, seperti akomodasi.

“Pengadaan konsumsi memang kami lakukan paling akhir dan prosesnya cukup panjang. Namun, kami tetap menurunkan harga dari 40 riyal menjadi 36 riyal, sementara gramasi justru kami naikkan,” ujar Dahnil di hadapan anggota dewan.

Fokus Gizi, Bukan Sekadar Menambah Porsi

Pemerintah menaikkan porsi nasi jemaah haji dari 150 gram menjadi 170 gram. Pemerintah juga menambah porsi lauk pauk dari 75 gram menjadi 80 gram. Langkah ini mengikuti rekomendasi ahli gizi yang terlibat langsung dalam penyusunan standar konsumsi jemaah.

Menurut Dahnil, para ahli gizi menilai peningkatan asupan protein jauh lebih penting dibandingkan penambahan karbohidrat secara berlebihan. Karena itu, pemerintah menyesuaikan komposisi makanan agar lebih seimbang dan sesuai kebutuhan fisik jemaah.

“Ahli gizi menyarankan penambahan lauk berprotein, sementara porsi sayur atau buah kami kurangi sekitar 5 gram. Ini soal keseimbangan gizi, bukan sekadar porsi besar,” tambahnya.

Perubahan ini membawa dampak nyata bagi jemaah. Kualitas dan kecukupan makanan berpengaruh langsung terhadap stamina, terutama bagi jemaah lansia yang harus menjalani rangkaian ibadah haji dengan intensitas fisik tinggi.

Efisiensi Konsumsi Tembus Rp123 Miliar

Melalui sektor konsumsi, Kementerian Haji dan Umrah mencatat efisiensi anggaran hingga Rp123 miliar dari total alokasi awal. Dahnil menyatakan kementeriannya akan membahas capaian efisiensi ini bersama Komisi VIII DPR RI sebagai mitra pengawasan.

RelatedPosts

24 Nama Resmi Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

“Kami mencatat efisiensi lebih dari Rp123 miliar dari sektor konsumsi. Kami akan membahasnya secara terbuka bersama Bapak dan Ibu di Komisi VIII,” jelasnya.

Dalam konteks politik anggaran, capaian efisiensi ini memegang peran penting. Publik dan DPR terus menyoroti Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), terutama di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana jemaah.

Pengawasan Lapangan Menentukan Kepercayaan Jemaah

Meski mencatat efisiensi, Dahnil menegaskan tugas pemerintah tidak berhenti pada penetapan kontrak dan laporan anggaran. Pemerintah harus memastikan jemaah benar-benar menerima peningkatan gramasi di lapangan, bukan hanya membacanya dalam dokumen pengadaan.

Dahnil meminta Komisi VIII DPR RI ikut mengawasi pelaksanaan kebijakan ini selama penyelenggaraan haji berlangsung. Ia juga menegaskan kementeriannya akan bersikap tegas terhadap aparatur sipil negara yang terlibat dalam pengadaan.

“Pak Menteri dan kami bersikap keras terhadap integritas ASN. Kami tidak ingin kebijakan ini berhenti di atas kertas,” tegasnya.

Bagi jutaan calon jemaah haji, urusan konsumsi bukan sekadar angka dan laporan. Pemerintah boleh berbicara tentang efisiensi dan penghematan, tetapi kepercayaan jemaah hanya akan lahir dari satu hal sederhana: apa yang benar-benar tersaji di piring mereka. @dimas

Tags: anggaranbiayaBPIHDahnil Anzar SimanjuntakEfisiensiHajiIndonesiaJemaahKemenhajKementerianKomisi VIII DPRKOnsumsiUmrah
Next Post
Isu Gajah Sumatera Warnai Pertemuan Prabowo dan Raja Charles III

Isu Gajah Sumatera Warnai Pertemuan Prabowo dan Raja Charles III

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Legian: Jalan yang Tidak Pernah Benar-Benar Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sedap Malam: Ketika Ogoh-Ogoh Tidak Lagi Sekadar Dibakar, Tapi Mengingatkan Luka yang Belum Selesai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiamat Tidak Menunggu Zona Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pantai yang Kita Banggakan, atau yang Kita Abaikan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.