Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sedap Malam: Ketika Ogoh-Ogoh Tidak Lagi Sekadar Dibakar, Tapi Mengingatkan Luka yang Belum Selesai

by jeje
Maret 22, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id : Deep – Malam itu seharusnya menjadi momen pengusiran energi negatif. Bhuta Kala diarak, lalu masyarakat membakarnya agar dunia kembali seimbang.

Namun di Tampaksiring, satu ogoh-ogoh justru menghadirkan rasa yang berbeda.

Namanya Sedap Malam.

Ia tidak berhenti sebagai karya seni. Ia juga tidak sekadar patung raksasa.

Sebaliknya, ia memaksa ingatan yang lama terkubur untuk muncul kembali.

Ini Belum Selesai

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

Kebangkitan Aktivis Perempuan: Apa Artinya Bagi Demokrasi Indonesia?

Wajah yang Tidak Asing, Tapi Kita Pilih Lupakan

Di bawah cahaya malam Pangerupukan, Sedap Malam tampil dengan detail yang hampir terlalu nyata.

Sorot matanya menusuk. Ekspresinya tidak hanya menyeramkan, tetapi juga terasa hidup.

Gus Man merancang karya ini dengan taksu yang kuat. Namun kali ini, auranya melampaui sekadar nuansa mistis.

Ada beban yang terasa lebih dalam.

Sebab, Sedap Malam tidak lahir dari imajinasi.

Ia muncul dari sebuah tragedi nyata.

Ketika Ogoh-Ogoh Mengangkat Luka Nyata

Karya ini berangkat dari kisah Engeline.

Seorang anak yang seharusnya tumbuh, tetapi justru kehilangan hidupnya di tempat yang disebut rumah.

Pada 2015, publik sempat mencari keberadaannya setelah laporan kehilangan muncul di Sanur. Namun kemudian, fakta yang terungkap jauh lebih gelap.

Seseorang menemukan tubuhnya terkubur di halaman rumah ibu angkatnya sendiri.

Rumah yang seharusnya melindungi, justru mengakhiri hidupnya.

Sejak saat itu, satu pertanyaan terus menghantui.

Bagaimana kekerasan bisa terjadi begitu dekat, namun luput dari perhatian?

Tabu yang Kita Diamkan Terlalu Lama

Selama ini, banyak orang memandang kejahatan sebagai sesuatu yang jauh.

Mereka membayangkan ancaman datang dari luar.

Namun kasus Engeline mematahkan anggapan itu.

Ia menunjukkan bahwa kekerasan bisa muncul dari ruang paling dekat.

Dari keluarga.

Dari hubungan yang terlihat baik-baik saja.

Bahkan dari diam yang terus dibiarkan.

Dalam perspektif Tabooology, masyarakat tidak perlu menutup hal-hal seperti ini. Sebaliknya, mereka perlu membongkarnya untuk memahami kebenaran yang selama ini tersembunyi.

Dan Sedap Malam menghadirkan itu secara langsung.

Tanpa penjelasan panjang.

Tanpa narasi bertele-tele.

Hanya melalui visual yang sulit diabaikan.

Antara Ritual dan Realitas

Secara tradisi, masyarakat mengarak ogoh-ogoh untuk menetralisir energi negatif.

Mereka membawa Bhuta Kala keluar, lalu menghancurkannya.

Namun Sedap Malam justru mengajukan pertanyaan yang berbeda.

Apakah energi negatif benar-benar berada di luar sana?

Atau justru tumbuh di dalam diri manusia sendiri?

Karena ketika kekerasan terjadi di dalam rumah, masalahnya tidak lagi sesederhana “energi jahat”.

Masalahnya muncul dari pilihan manusia.

Pilihan untuk diam.

Atau pilihan untuk tidak peduli.

Seni yang Tidak Lagi Netral

Saat ogoh-ogoh ini melintas di Catus Pata Tampaksiring, banyak orang mungkin hanya melihat visual yang menyeramkan.

Memang, detailnya kuat. Tata cahayanya membuatnya tampak hidup.

Namun di balik itu, ada lapisan makna yang lebih dalam.

Sedap Malam tidak sekadar hadir untuk ditonton.

Ia hadir untuk diingat.

Ia juga hadir untuk mengganggu kenyamanan.

Dan justru dari rasa tidak nyaman itu, kesadaran mulai muncul.

Malam Pangerupukan akan berakhir.

Ogoh-ogoh akan terbakar.

Keramaian perlahan hilang.

Namun pertanyaannya tetap tinggal.

Jika kita terus menganggap kejahatan sebagai sesuatu yang jauh,
berapa banyak Engeline lain yang harus jadi korban sebelum kita benar-benar melihat?

Dan jika kita masih memilih diam,
apakah yang sebenarnya kita bersihkan itu Bhuta Kala, atau justru rasa bersalah kita sendiri? @jeje

Tags: balidenpasar

Kamu Melewatkan Ini

Bali Tidak Kotor, Kita yang Menunda Masalah Sampai Jadi Gunung

Gunung Sampah di Bali: Surga Wisata yang Diam-Diam Tenggelam oleh Limbah?

by dimas
Mei 5, 2026

Sampah Bali kini tak lagi sekadar persoalan kebersihan kota, melainkan sinyal krisis pengelolaan destinasi wisata. Lonjakan volume limbah dari rumah...

Bali Macet Parah, Taksi Air Jadi Harapan Baru atau Sekadar Wacana Mahal?

Bali Macet Parah, Taksi Air Jadi Harapan Baru atau Sekadar Wacana Mahal?

by dimas
April 20, 2026

Di tengah wacana pembangunan taksi air sebagai solusi mengurai kemacetan di Bali yang kian parah, satu pertanyaan besar muncul: jika...

AI Bisa Tambah PDB, Tapi Siapa yang Tertinggal?

AI Bisa Tambah PDB, Tapi Siapa yang Tertinggal?

by teguh
April 20, 2026

Sabtu, 18 April 2026, Bali menjadi panggung optimisme digital. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyebut adopsi kecerdasan buatan atau...

Next Post
Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id