Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pantai yang Kita Banggakan, atau yang Kita Abaikan?

by jeje
Maret 21, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Keindahan yang Masih Bertahan, Tapi Tidak Lagi Utuh

Langit masih indah. Matahari turun perlahan di ufuk barat. Orang-orang datang, berjalan, bermain, tertawa. Dari jauh, Bali masih terlihat seperti yang kita jual ke dunia.

Namun, saat kamu mendekat, realitanya berubah.

Di bawah kaki, pasir putih tergantikan oleh lapisan sampah. Plastik, kayu, dan sisa-sisa yang kehilangan makna. Laut datang membawa ombak, sekaligus mengembalikan apa yang kita buang.

Masalah yang Terlihat, Tapi Kita Biasakan

Ironisnya, semua ini terjadi di tempat yang paling sering kita banggakan.

Ini Belum Selesai

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

Pusaka Milik Raja atau Dinasti? Konflik Lama Karaton Solo yang Tak Pernah Selesai

Pantai Kuta bukan sekadar destinasi. Ia simbol. Ia wajah depan. Hari ini, wajah itu terlihat lelah. Bukan karena kehilangan pesona, tetapi karena kita membiarkannya menanggung beban terlalu lama.

Masalah ini bukan sekadar soal sampah. Kita menciptakan masalah ini saat kita membiasakan hal yang seharusnya mengganggu.

Dan di titik itu, masalah mulai tumbuh tanpa kita sadari.

Ketika Salah Jadi Kebiasaan

Saat kita menganggap sesuatu yang salah sebagai hal biasa, kita kehilangan kepekaan.

Fenomena sampah laut bukan hal baru. Setiap musim datang, pola yang sama kembali muncul. Namun, kita jarang berhenti untuk bertanya dengan jujur: kenapa ini terus terjadi?

Apakah sistem belum bekerja maksimal? Atau kita sendiri yang belum mau berubah? Atau kita sengaja memilih untuk tidak terlalu peduli?

Pertanyaan ini tidak nyaman. Tapi justru itu yang penting.

Laut Tidak Pernah Bohong

Ia tidak menciptakan sampah. Ia hanya mengembalikan.

Kita hidup di dekatnya, tetapi kita juga yang terus mengisinya dengan sisa, Kita ingin pantai tetap indah, tetapi kita masih meninggalkan jejak dan Kita ingin pariwisata hidup, tetapi kita lupa menjaga fondasinya.

Di sini, kontradiksi terlihat jelas.

Tabu yang Kita Lihat, Tapi Tidak Kita Pahami

Dalam cara berpikir Tabooology, kita tidak menghindari tabu. Kita membacanya. Sampah ini adalah “tabu visual” yang selalu muncul di depan mata, tetapi jarang kita pahami secara utuh. 

Ini bukan sekadar kotor.

Ini sinyal.

Sinyal bahwa ada yang keliru dalam cara kita hidup, cara kita mengonsumsi, dan cara kita bertanggung jawab.

Pertanyaan yang Harus Kita Hadapi

Pantai ini tidak berubah dalam semalam.

Kita mengubahnya, sedikit demi sedikit. Kita melakukannya lewat kebiasaan kecil yang kita ulang tanpa pikir panjang.

Jadi mungkin pertanyaan yang lebih jujur bukan lagi:

“Kenapa pantai ini kotor?”

Tapi: Seberapa lama kita mau terus melihat, tanpa benar-benar berubah?

Tags: LegianPantai Kuta

Kamu Melewatkan Ini

Disidang Gara-Gara Sampah: Masih Mau Bilang Ini Sepele?

Disidang Gara-Gara Sampah: Masih Mau Bilang Ini Sepele?

by eko
April 8, 2026

Tabooo.id: Regional - Buang sampah sembarangan sering dianggap sepele. Namun saat kasusnya sampai ke pengadilan, masalah ini berubah jadi serius.Pertanyaannya:...

Konsep Otomatis

Kenapa Kota Makin Ramai, Tapi Manusia Makin Sepi?

by jeje
Maret 28, 2026

Tabooo.id: Deep - Lampu kota menyala tanpa jeda. Jalanan dipenuhi kendaraan. Kafe menampung suara yang saling bertabrakan. Namun di balik...

Jalan Santai Banjar Legian Kulod: Dari Langkah Kecil ke Rasa Satu Keluarga

Jalan Santai Banjar Legian Kulod: Dari Langkah Kecil ke Rasa Satu Keluarga

by eko
Maret 22, 2026

Tabooo.id: Regional - Warga Banjar Legian Kulod merawat kebersamaan dengan cara sederhana jalan santai. Pada Minggu (22/3/2026), ratusan warga dari...

Next Post
Kiamat Tidak Menunggu Zona Waktu

Kiamat Tidak Menunggu Zona Waktu

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id