Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Isu Gajah Sumatera Warnai Pertemuan Prabowo dan Raja Charles III

by dimas
Januari 22, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu Raja Inggris Charles III di Lancaster House, London, pada Rabu (21/1/2026), sebelum menghadiri Pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan. Pertemuan ini menandai langkah diplomasi lingkungan Indonesia yang semakin terbuka di panggung internasional.

Setibanya di Lancaster House, Prabowo disambut Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup Hashim Djojohadikusumo serta Menteri Kesetaraan Inggris Seema Malhotra. Personel jajar kehormatan memberi penghormatan saat Presiden memasuki area utama gedung bersejarah tersebut, mempertegas status kunjungan resmi kepala negara.

Pihak istana kemudian meminta Prabowo menunggu sejenak di ruang tunggu sebelum mempersilakannya menuju State Dining Room. Di ruangan itu, Prabowo dan Raja Charles III menggelar pertemuan singkat sebelum mengikuti agenda utama forum filantropi.

Isu Gajah Sumatera Masuk Agenda Elit Global

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Raja Charles menerima pemaparan langsung dari CEO Circular Bioeconomy Alliance, Marc Palahi. Ia menjelaskan tujuan dan cakupan Pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan, yang berfokus pada perlindungan Gajah Sumatera dan kawasan habitatnya di Aceh.

Usai pemaparan, kedua pemimpin negara bergerak menuju Grand Hall untuk mengikuti sesi akhir forum. Sepanjang acara, Prabowo dan Raja Charles terlihat berinteraksi langsung dengan para filantropi, pegiat konservasi, dan mitra internasional.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif mendorong kerja sama global di bidang pelestarian satwa liar. Dukungan politik dari kepala negara memberi bobot tersendiri bagi upaya konservasi Gajah Peusangan, yang selama ini menghadapi tekanan serius akibat konflik manusia dan satwa serta penyusutan habitat.

Dampak Langsung bagi Masyarakat Lokal

Program konservasi Gajah Peusangan tidak berhenti pada perlindungan satwa. Inisiatif ini menargetkan pembentukan koridor satwa liar yang aman, pengurangan konflik manusia-gajah, serta perlindungan habitat penting yang tersisa. Program ini juga mendorong rehabilitasi hutan dan melibatkan masyarakat lokal secara aktif.

Bagi warga sekitar kawasan hutan, kebijakan ini membawa dampak langsung. Konflik dengan satwa liar selama ini kerap merugikan petani dan masyarakat desa. Pendekatan berbasis konservasi dan pemberdayaan diharapkan mampu menekan kerugian ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Diplomasi Lingkungan dan Arah Pembangunan

Keterlibatan Prabowo dalam forum filantropi ini sejalan dengan strategi Indonesia memperkuat diplomasi lingkungan sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan. Di tengah tekanan global soal krisis iklim dan keanekaragaman hayati, Indonesia memosisikan diri sebagai mitra strategis dalam isu konservasi.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo hadir bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, anggota DPR RI Budisatrio Djiwandono, serta Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya. Kehadiran jajaran ini menunjukkan bahwa agenda lingkungan tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan kebijakan politik dan ekonomi nasional.

Di tingkat global, forum seperti ini membuka peluang dukungan pendanaan, investasi hijau, dan kolaborasi internasional. Namun bagi publik Indonesia, ukuran keberhasilannya tetap satu apakah diplomasi di London benar-benar mampu mengurangi konflik di desa-desa sekitar hutan.

Di ruang pertemuan elit, komitmen mudah diucapkan. Tantangannya selalu sama membuktikan bahwa janji konservasi tidak berhenti di meja perundingan, tetapi benar-benar hidup di tanah tempat gajah dan manusia berbagi ruang. @dimas

Tags: diplomasiGajahInggrisLingkunganNasionalPrabowo SubiantoSumatera

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

by teguh
Mei 13, 2026

Di banyak sudut Nusa Tenggara Timur (NTT), sekolah tidak selalu terasa dekat dengan mimpi. Bagi sebagian anak, ruang kelas justru...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Next Post
Rampungkan Diplomasi Inggris, Prabowo Menuju Forum WEF Davos

Rampungkan Diplomasi Inggris, Prabowo Menuju Forum WEF Davos

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id